Alvin Hadiwono
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RUMAH WISATA BULUTANGKIS Yohanes Santoso; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4003

Abstract

Olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang sangat dikenal masyarakat luas setelah sepak bola. Bulutangkis di Indonesia sendiri adalah salah satu pesaing yang selalu diunggulkan di kejuaraan tingkat dunia. Peran masyarakat dalam membentuk mental juara adalah hal yang sangat penting terutama dalam pencarian bibit unggul untuk regenerasi.Berbagai prestasi telah diraih oleh para atlet bulutangkis Indonesia, namun sangat di sayangkan prestasi tersebut belum membuat masyarakat dan pemerintah untuk menghargai secara lebih dengan apa yang telah diraih. Sejarah dan prestasi merupakan sebuah momentum yang harus diabadikan dan di turunkan kepada penerus bangsa Indonesia. Pada proyek “ Badminton Touris, House “ akan memadukan program arsitektur dengan wisata olahraga dan diharapkan dapat mewadahi semua kenangan tersebut sehingga dapat dipelajari dan juga tidak sirna dengan waktu. 
RUANG PENYEMBUHAN DENGAN SENI RUPA Geraldina Triaz; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3812

Abstract

rendahnya tingkat pendapatan, kemacetan, dan kurangnya ruang terbuka hijau yang merupakan sarana penyejukan dan tempat berekreasi. Oleh karena itu, dalam lingkup metropolitan seperti Jakarta ini, dibutuhkan ruang-ruang baru yang dapat diakses public, baik secara jangkauan area, maupun secara jangkauan harga. Bertambahnya minat terhadap seni di Jakarta menjadi pertimbangan untuk membuat suatu destinasi wisata rohani yang menggunakan media seni sebagai cara penyembuhan. Efek ini dihasilkan dari kegiatan mengekspresikan diri melalui media seni ini menstimulasi otak untuk menyambungkan jaringan-jaringan di dalamnya agar saling berkomunikasi yang disebut “Brain Plasticity”. Di dalam destinasi wisata ini, terdapat area-area yang dapat diakses public yang berupa ruang terbuka hijau dengan banyak penghijauan yang berada di luar bangunan. Tujuannya adalah agar semua lapisan masyarakat yang datang dapat menikmati ruang terbuka public yang terdapat di bangunan ini meskipun tidak masuk ke dalamnya dan membayar untuk menikmati wisata seni yang ada. Media seni yang digunakan sebagai destinasi wisata juga mengandung unsur penyembuhan bagi pengunjung yang datang. Penyembuhan ini pertama-tama menyembuhkan sisi spiritual pengunjung yang pada akhirnya sisi lain seperti mental dan fisik juga dapat tersembuhkan juga. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melihat-lihat karya seni dan mengerjakan kesenian itu sendiri. Seni rupa diambil menjadi kegiatan utama karena jenis seni itu tidak membutuhkan keahlian khusus, sehingga dapat lebih mudah untuk dilakukan semua orang dengan bantuan terapis yang disediakan.
GALERI WISATA-MAKNA FOTOGRAFI Gerald Tanujaya; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3979

Abstract

Penulisan Laporan kali ini bertujuan menginformasikan tentang sebuah seni dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat di era globalisasi saat ini yaitu fotografi, hampir diseluruh dunia yang serba digital kali ini fotografi mengambil peran penting di berbagai aspek kehidupan dan dapat menjadi sebuah jembatan antar bahasa bagi seluruh dunia, sehingga sangat bersinergi dengan media informasi dan platform media sosial yang sangat marak di era digital dan market place online. Fotografi memiliki perkembangan yang cukup pesat dan dampak yang sangat besar salah satunya dalam aspek pariwisata architourism. banyaknya eksistensi perlombaan fotografi sebagai salah satu cara marketing di era digital ini, dan juga daya beli kamera yang terus meningkat menunjukan bahwa Indonesia menerima dengan baik teknologi fotografi itu sendiri, berkaca dari kemajuan bidang fotografi yang pesat, khususnya di kota metropolitan Jakarta yang menjadikan titik acuan prospek strategis untuk menampung kegiatan praktik fotografi yang sangat kompleks dan cukup dapat mewarnai atmosfer dunia seni, pendidikan, perdagangan konvensional dan digital, parawisata, dan media lain dituangkan ke dalam suatu wadah galeri fotografi.
RUANG WISATA CITRA TUBUH Geniefe Vivenda; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3980

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolis memiliki sekitar 47.000 media massa yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah media massa paling banyak di dunia. Media massa sendiri menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi penyebaran citra tubuh negatif (negative body-image) dalam bentuk pembentuk standar tubuh ideal. Citra tubuh negatif memberi dampak negatif baik secara individu maupun sosial, seperti isu-isu body shamming, gangguan mental dan bahkan gangguan makan yang banyak bermunculan belakangan ini. Penanganan terhadap isu citra tubuh negatif pun menjadi tujuan dari perancangan proyek architourism ini. Program arsitektural diterjemahkan dengan menggunakan metode fenomologi berupa penggunaan unsur air dan kelembaban dan dikombinasikan dengan teknik terapi psikologi berupa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dalam pengaplikasian programnya. Program yang dihasilkan akan lebih mengarah ke dimensi rohaniah (roh) guna mengimbangi dimensi rohaniah tubuh dalam proses pembaharuan persepsi yang pada umumnya lebih mengarah ke dimensi jasmaniah (fisikal). Penggunaan unsur air selain dapat memberikan makna pembaharuan bagi persepsi pengunjung yang berkaitan dengan citra tubuh saja, namun sekaligus menjadi katalis bagi citra kawasan sekitar, yakni Bukit Duri yang merupakan daerah permukiman KDB rendah nan padat serta memiliki citra rawan gusur dan banjir akibat lokasinya yang berada pada bibir sungai Ciliwung.