Sidhi Wiguna Teh
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GALERI SENI KEBUDAYAAN PERANAKAN TIONGHOA INDONESIA Veronika Meidyana; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3808

Abstract

Pecinan Jakarta merupakan kawasan yang di mana kaum etnis Tionghoa tinggal, telah mengalami perubahan karena dinamika isu politik, ekonomi dan sosial budaya di Kota Jakarta. Warisan memori, tradisi, kebudayaan, dan nilai-nilai sejarah yang identik dengan kawasan ini menjadi bukti telah terjadinya berbagai rangkaian peristiwa yang bermuara pada industri sektor pariwisata bersejarah. Studi ini berfokus pada Kawasan Pecinan Jakarta sebagai objek pariwisata arsitektur. Dengan mencoba mengkaitkan garis sejarah Kawasan Pecinan dengan fenomena wisata melalui media sosial yang kini tengah merambah ke industri seni budaya. Kegiatan seni budaya dapat dijadikan wadah untuk berwisata dengan memamerkan hasil karya di media sosial dan memicu terjadinya kegiatan baru untuk ditekuni sebagai hobi. Sehingga tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis wisata seni dan sejarah-kebudayaan masa kini sebagai wisata yang terintegrasi dengan Kawasan Pecinan Jakarta dan Kota Tua sebagai elemen pembentuk kota. Hasil investigasi dan analisis menunjukkan bahwa seni budaya khas orang Tionghoa yang dapat dikembangan di Kawasan Pecinan Jakarta adalah kerajinan keramik. Tanah liat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan alat makan keramik seperti, mangkuk, piring, gelas, sumpit. Proses pembuatan kerajinan keramik dari tanah liat yang dikembangkan pada proyek ini, di mana wisatawan bisa menikmati proses pembuatan dari bahan mentah hingga menghiasnya dengan alat lukis. Selain itu, di bangunan ini, wisatawan dapat juga menikmati taman di tengah bangunan, biasanya ditemui di rumah-rumah orang Tionghoa. Taman ini dipercaya orang Tionghoa sebagai sumur langit dan disebut shi he yuan dalam bahasa mandarin.
TAMAN BERMAIN ANJING PELIHARAAN Samuel Rustandy; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3997

Abstract

Kurangnya ruang yang ramah terhadap hewan peliharaan di Jakarta memunculkan gagasan untuk membuat tempat yang ramah hewan peliharaan. sebuah tempat yang dapat mewadahi pecinta hewanpeliharaan dan hewan peliharaannya untuk melakukan aktivitas selain di rumah. Sebuah tempat dimana manusia bisa berkumpul, berinteraksi, bersosialisasi antar manusia dan hewan peliharaannya. Sebuah tempat bermain dengan fasilitas fasilitas yang memadai untuk pemilik hewan peliharaan maupun hewan peliharaan itu sendiri. Kelapa Gading menjadi pilihan tempat dimana proyek ini akan dibangun karena Kelapa Gading mayoritas merupakan kawasan perumahan yang boleh diperkenankan memelihara hewan peliharaan. Kelapa Gading juga dihuni oleh orang golongan menengah ke atas yang diasumsikan mau mengeluarkan uang lebih untuk memanjakan hewan peliharaannya. Metode Perancangan berupa kajian pustaka, studi preseden, studi lapangan dan analisis terhadap program program yang memiliki kemiripan. Metode ini membantu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses perancangan. Program utama dalam proyek ini adalah sebuah taman bermain anjing peliharaan dengan fasilitas pendukung seperti Toko Hewan, Salon Hewan, Klinik Hewan, Hotel Hewan, Kolam Renang Anjing, Restoran dan Kafe. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat dengan mengurangi tingkat stress penduduk metropolis yang butuh rekreasi sebagai  penyegaran rohani dan jasmaninya dan meningkatkan sosialisasi antar penduduk yang dimana di kota metropolis penduduknya sangat individualis melalui hobi menyayangi hewan.
RUANG EDUKASI DAN HIBURAN BERSAMA HEWAN Sheren Pricillia; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3992

Abstract

Kesehatan mental masyarakat kota yang disebabkan oleh gaya hidup di kota metropolis merupakan tujuan utama perancangan proyek. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat kota seperti daya saing, sifat individualis serta kota itu sendiri yang mengalami penurunan daya tampung akibat perkembangan penduduk. Hewan peliharaan merupakan salah satu terapi alternatif yang dapat membantu menenangkan jasmani dan rohani manusia. Sebuah ruang interaksi antara manusia dan hewan sebagai sarana rekreasi yang edukatif. Pendekatan perancangan berupa kajian pustaka, studi literatur, studi lapangan serta analisis terhadap program-program yang memiliki kemiripan. Metode ini digunakan untuk menambah pengetahuan dalam proses perancangan proyek. Program utama dalam proyek ini adalah sebuah kebun binatang yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk bermain bersama hewan. Terdapat beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti discovery center, Aquarium, Bird & Butterfly Aviary dan 4D Cinema. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk memberikan pengalaman edukatif yang menarik sehingga masyarakat khususnya anak-anak dapat berkembang melalui interaksinya dengan hewan. Interaksi dengan hewan membawa sejumlah dampak positif bagi anak-anak, seperti melatih rasa empati sejak dini dan membangun kecerdasan terutama dalam hal emosi dan sosial. Proyek ini diharapkan dapat membantu meringankan dan mengurangi tingkat stress masyarakat dan kota Jakarta itu sendiri serta menimbulkan efek yang baik bagi kawasan sekitarnya. 
SARANA REKREASI OLAHRAGA DAN HIBURAN Stephen Clive; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4013

Abstract

Sejalan dengan program pemerintah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dengan program peremajaan lingkungan dan program pembuatan prasarana baru, pengembangan akan fasilitas rekreasi dan olah raga bersama-sama turut menjadi aspek  utama dalam meningkatkan kualitas hidup manusianya. Selain itu, dalam membenahi wajah dan citra kota Jakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW), usaha peningkatan dan pengembangan fasilitas rekreasi dan olahraga mendapat perhatian yang cukup serius. Dalam pembahasan ini, wilayah yang menjadi perhatian adalah wisata Jakarta Utara, dimana wilayah tersebut merupakan bagian dari pengembangan area Ancol, maka pengembangan fasilitas baru dapat sebagai penunjang kegiatan tersebut. Lingkup pembahasannya adalah mengenai bangunan pusat rekreasi tertutup (dalam gedung). Tujuan dan manfaat dari proyek ini, adalah menciptakan wujud ruang dalam kota yang bebas dari kesibukkan dan ketegangan kota, dan juga mampu berfungsi sebagai kegiatan pendukung. Hal ini mengingat pentingnya integrasi antar fungsi – fungsi kegiatan yang ada dalam suatu kota. Metode penulisan yang dipakai dalam pembahasan ini adalah deduksi, sedangkan metode pengumpulan datanya diperoleh dari survey lapangan, yang mencakup observasi di lapangan dan wawancara, serta studi literatur sebagai masukkan maupun studi perbandingan. Hasil dari penelitian ini sendiri menghasilkan suatu bangunan arsitektur dengan programnya yang meliputi olahraga dan hiburan.