Alexander Kevin Gunarso
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OLAH DESAIN MODUL APUNG PADA HUNIAN APUNG TUMBUH DI MUARA ANGKE Alexander Kevin Gunarso; Priscilla Epifania Ariaji
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12330

Abstract

Floating Housing is a house type which is an altrnative housing model in coastal areas with prone to flood and affected by land subsidence phenomenon. The purpose of floating housing design is to give safe and proper housing, with the supporting facilities and independent utilities. Floating housing concept in Muara Angke, North Jakarta is an architectural response to the land subsidence, that keep happening in North Jakarta Coast up to 18 cm / year. In doing a floating housing design, floating structure is the most important thing. It needs effective and efficient floating structure concept and has resistance to sea waves.  Besides that, floating structure must easy to maintenance, and repair, also accomodate the residential loads. Research method in this project is collecting data, material analysis and structure calculations, so as to produce a modular floating structure concept. The results of this research is hexagonal floating structure module made from 2 kind of material, that is plastic drum and b-foam (Expanded Polystyrene). Then, the floating structure design applied to the building according to its function, such as house, markets, and other needs. Material selection has follow the standard buoyancy calculation. So, the floating structure module design can use to support community activities safely and eco friendly. Keywords:  floating housing; floating modul; flood resistant house; growth floating structure; muara angke AbstrakHunian Apung merupakan jenis hunian yang menjadi alternatif hunian pada daerah pesisir yang rawan banjir dan terdampak fenomena penurunan muka tanah. Perancangan hunian apung memiliki tujuan untuk memberikan hunian yang aman dan layak, beserta dengan fasilitas penunjang dan utilitas yang mandiri.  Konsep hunian apung pada Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara merupakan respon arsitektur terhadap fenomena penurunan muka tanah yang terus terjadi di pesisir Pantai Jakarta, hingga mencapai 18 cm / tahun. Dalam melakukan perancangan bangunan apung, struktur apung menjadi hal yang paling utama. Dibutuhkan konsep struktur apung yang efektif dan efisien serta memiliki ketahanan terhadap gelombang air laut. Selain itu, rancangan struktur apung juga memiliki kemudahan untuk perawatan dan reparasi, serta struktur yang mampu mengakomodasi beban hunian. Metode penelitian melalui pengumpulan data, analisis material, dan perhitungan kapasitas struktur, sehingga menghasilkan sebuah konsep struktur apung modular. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan modul struktur apung berbentuk heksagonal yang terdiri dari 2 jenis material, yaitu drum plastik dan b-foam (Expanded Polystyrene).  Rancangan struktur apung kemudian diterapkan pada bangunan sesuai fungsi, seperti hunian, pasar dan kebutuhan lain. Pemilihan material juga telah memenuhi standar perhitungan daya apung. Sehingga, rancangan modul struktur apung dapat digunakan untuk menunjang kegiatan masyarakat dengan aman dan ramah lingkungan.