Sylvie Wirawati
Program Studi S1 PWK, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara,

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RENCANA PENGELOLAAN KAWASAN PARIWISATA DI DESA WISATA NAWUNG, KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM) Nada Utari Putri; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i1.17389

Abstract

Indonesia has a lot of tourism objects that have the potential to be develope. The tourism is the main sector that has the potential in each region, this is expected to be an economic enhancer and can encourage economic growth for the country. Nawung Tourism Village, located in Sleman Regency, Prambanan District, Gayamharjo Village, and the part of tourist village objects contained in the government program, that is Prambanan National Tourism Strategic Area - Kalasan. Nawung Tourism Village used the concept of Community Based Tourism (CBT) where the participation of local communities in develope and manage tourism objects to success. However, the management of tourism objects in the Nawung Tourism Village has not been going well since the time was inaugurated, the management is only carried out by some local communities without involving existing organizations. Therefore, the purpose of this research is to analyze the form of management based on Community Based Tourism (CBT) that is appropriate and can be applied to the object of Nawung Tourism Village. This is a descriptive research with quantitative and qualitative approaches, where quantitative data collection is done by filling out questionnaires by visitors, while qualitative collection is carried out by conducting field surveys to the location of the study object and conducting in-depth interviews with several stakeholders in the Nawung Tourism Village. The results of this study are to provide recommendations for appropriate management to can be applied to the object of Nawung Tourism Village. Keywords:  Community Based Tourism; Management Plan; Nawung Tourism Village; PokdarwisAbstrakIndonesia memiliki banyak sekali objek wisata yang menjadi potensi untuk dapat dikembangkan. Sektor pariwisata ini menjadi sektor utama yang sangat berpotensi untuk melakukan pengembangan pada objek wisata di setiap daerah, hal ini diharapkan dapat menjadi penambah perekonomian dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bagi negara. Desa Wisata Nawung berlokasi di Kabupaten Sleman, Kecamatan Prambanan, Kelurahan Gayamharjo ini merupakan salah satu objek desa wisata yang terdapat pada pada program pemerinta yaitu pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prambanan – Kalasan. Desa Wisata Nawung sendiri menggunakan konsep Community Based Tourism (CBT)  dimana konsep tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola objek wisata hingga berhasil. Akan tetapi, pengelolaan objek wisata pada Desa Wisata Nawung sendiri masih belum berjalan dengan baik sejak saat diresmikannya, pengelolaan hanya dilakukan oleh beberapa masyarakat setempat tanpa melibatkan organisasi-organisasi yang ada. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pengelolaan berbasis Community Based Tourism (CBT) yang tepat dan dapat diterapkan pada objek Desa Wisata Nawung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dimana pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh pengunjung, sedangkan pengumpulan kualitatif dilakukan dengan melakukan survey lapangan ke lokasi objek studi dan melakukan wawancara mendalam pada beberaoa stakeholder yang ada di objek Desa Wisata Nawung. Hasil dari penelitian ini yaitu memberikan rekomendasi pengelolaan yang tepat agar dapat diterapkan pada objek Desa Wisata Nawung. 
RENCANA PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI BARON UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PENGUNJUNG (OBJEK STUDI : OBJEK WISATA PANTAI BARON DESA KEMADANG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL) Fitria Agistya Ningrum; Irwan Wipranata; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12850

Abstract

 The government plans to create an ideal tourist area condition so that it can serve the various interests of the community, government visitors in an optimal arrangement and development effort with a mature, directed and integrated planning process so that it can be a reference in tourism development. One of the areas chosen to be developed is Gunung Kidul Regency. According to the Gunung Kidul Regency Regional Regulation on the RPJMD 2011-2021, Gunung Kidul Regency has several potential tourist areas, namely Baron Beach tourism. The author's purpose in making this report is to find out how the condition of the tourist attraction area is, both physical areas, facilities and infrastructure and provide management strategies for the Baron Beach tourist area to become sustainable tourism. Baron Beach is a beach that was first developed by the government of Gunung Kidul Regency with an area of 1.5 hectares, Baron Beach is known as a beach that has a large TPI and has the highest lighthouse so that visitors can enjoy the beauty of the beach. This beach is also the main destination for beach tourism when visiting Gunung Kidul Regency. This research is a descriptive study with a combination of qualitative and quantitative approaches. Qualitative data collection was carried out by conducting field surveys to tourist attraction locations and in-depth interviews with parties directly related to Baron Beach tourism objects, while qualitative data collection was carried out by filling out questionnaires by visitors. The analysis carried out is location analysis, site characteristics analysis, analysis of the condition of facilities and infrastructure, analysis of attractiveness, analysis of perceptions and preferences, and analysis of costs and management strategies so that it can produce in the form of any factors that affect the management of both facilities and infrastructure and provide strategy both in plan and cost for baron beach. Keywords: Tourism Objects; Attractiveness; Management; Baron's BeachAbstrakPemerintahan berencana untuk menciptakan kondisi kawasan wisata yang ideal supaya mampu melayani berbagai kepentingan masyarakat, pengunjung pemerintah dalam usaha penataan dan pengembangan secara optimal dengan proses perencanaan yang matang, terarah dan terpadu sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata. Salah satu Daerah yang terpilih untuk dikembangkan yaitu Kabupaten GunungKidul, Menurut Peraturan Daerah Kabupaten GunungKidul Tentang RPJMD Tahun 2011-2021, Kabupaten GunungKidul memiliki beberapa potensi kawasan wisata yaitu pariwisata Pantai Baron. Tujuan penulis membuat laporan ini untuk Mengetahui bagaimana kondisi kawasan objek wisata baik fisik kawasan, sarana maupun prasarana dan Memberikan strategi pengelolaan terhadap kawasan wisata Pantai Baron agar menjadi wisata yang berkelanjutan. Pantai Baron adalah pantai yang dikembangkan pertamakali oleh pemerintah Kabupaten GunungKidul dengan luas 1,5 Ha, pantai baron dikenal dengan pantai yang memiliki TPI yang besar dan memiliki mercusuar tertinggi sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan pantai tersebrut. Pantai ini juga menjadi tujuan utama wisata pantai jika berkunjung ke Kabupaten GunungKidul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan melakukan survey lapangan ke lokasi objek wisata dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan objek wisata Pantai Baron, sedangkan untuk pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh pengunjung. Analisis yang dilakukan ialah analisis lokasi, analisis karakteristik tapak, analisis kondisi sarana dan prasarana, analisis daya Tarik, analisis persepsi dan preferensi, dan analisis biaya dan strategi pengelolaan sehingga dapat menghasilkan   berupa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengelolaan baik dalam sarana maupun prasarana dan memberikan strategi baik dalam rencana maupun biaya untuk pantai baron.