Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKOSISTEM KEHIDUPAN YANG BERKELANJUTAN DENGAN SISTEM APUNG Christie Angelina; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12395

Abstract

Baraya - Sustainable Living Ecosystem is a project to maintain green space and also rice fields as a source of food by providing a new container for the ecosystem. This project is based on the land, food and ecosystem crisis and how the City of Jakarta will be able to survive in the future in facing the existing problems. With 70% of the land in Indonesia being water, it can be used as a new container for adaptable and sustainable ecosystems. Having aquatic life, of course the floating architecture is designed with the use of materials and structures that can withstand sea conditions. This project is modular and can be extended to the needs of the community and other ecosystems so that its presence can have a positive impact on the surroundings. Keywords: ecosystem;  floating architecture; modularity; sustainabilityAbstrakBaraya – Sustainable Living Ecosystem adalah sebuah proyek untuk mempertahankan ruang hijau dan juga lahan persawahan-perkebunan sebagai sumber pangan dengan menyediakan suatu wadah baru bagi ekosistem. Proyek ini didasari atas krisis lahan, pangan, dan juga ekosistem dan bagaimana Kota Jakarta mampu bertahan di masa depan menghadapi permasalahan yang ada. Dengan kondisi lahan di Indonesia yang 70%nya merupakan air, dapat dijadikan sebagai suatu wadah baru ekosistem yang beradaptasi dan sustainable. Memiliki kehidupan di perairan, tentunya arsitektur apung dirancang dengan penggunaan material dan juga struktur yang mampu menahan kondisi laut. Proyek ini bersifat modular dan dapat diperluas sesuai keubutuhan dari masyarakat dan juga ekosistem lainnya sehingga kehadirannya dapat memberi dampak positif bagi sekitar. 
PEMAKAMAN MASA DEPAN RAMAH LINGKUNGAN DI CISAUK Gregorius Agung Dwinurcahyo; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12451

Abstract

This human cannot be separated from 2 important events in their lives, namely birth and death, in the end, all living things will die and be born at their respective times. The problem is the high rate of population growth in big cities which is not aligned with the provision of burial grounds. Land for burial is needed all the time, but the vacant land is impossible to increase, resulting in the increasing shortage of burial land that occurs in the community. Eco-Cemetery for the Future by incorporating ecology into the design aims to make the cemetery an open space for safe and comfortable public facilities, control and use of land that can be carried out in a planned, directed, effective and efficient manner, designing an environmentally friendly cemetery by a small negative impact on the environment, and human life in the future. Keywords: Cemetery; Environmentally friendly; Open Space; Sustainable AbstrakManusia tidak lepas dari 2 kejadian penting dalam kehidupannya yaitu kelahiran dan kematian, pada akhirnya semua makhluk hidup akan meninggal dan lahir pada waktunya masing-masing yang akan menjadi masalah adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di kota-kota besar yang tidak diselaraskan dengan penyediaan lahan pemakaman. Lahan untuk pemakaman yang terus dibutuhkan setiap saat, tetapi lahan kosong yang tidak mungkin bertambah, mengakibatkan semakin tingginya kekurangan lahan pemakaman yang terjadi di masyarakat. Eco-Cemetery for the Future dengan memasukan ekologi ke dalam desain, bertujuan untuk menjadikan pemakaman sebagai ruang terbuka untuk sarana umum yang aman dan nyaman, pengendalian dan pemanfaatan lahan yang dapat dilakukan secara terencana, terarah, efektif dan efisien, merancang pemakaman yang ramah lingkungan dengan dampak negatif yang kecil terhadap lingkungan, dan kehidupan manusia di masa depan.