Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUSAT EDUKASI POLUSI SERTA LINGKUNGAN DAN KANTOR KLHK YANG BEBAS DARI DAMPAK POLUSI UDARA DENGAN METODE GREEN ARCHITECTURE Farrel Ghazy Primananda Kristiharto; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12373

Abstract

Air pollution is a thing that can cause many disadvantage for environment and the organism in there, however on this day it is starting to be ignored by many people in earth, where many people underestimate this air pollution problem and ignore the environment, and if its leave it that way it will cause a bigger problem, air pollution can cause a health problem for human it can cause a bad impact for respiration. And the ignorance of people for environment can cause the stability in ecosystem. Of which cause decreasing the quality of human life and life will change drastic, where the clean air and healthy environment. Therefore it is needed a place that can make public aware with this problem, which in this project there will be an education centre for air pollution and environment. And this building use a green architecture method, which it can be an example for green architecture building. Keywords: Air Pollution; Education Centre; Environment; Green Architecture; Office Abstrak Polusi udara adalah hal yang sangat banyak menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun makhluk hidup nya itu sendiri, tetapi pada saat ini khususnya hal itu sudah mulai di acuhkan oleh sebagian besar manusia di mana banyak orang yang meremehkan dan acuh juga terhadap masalah ini, yang mana jika di biarkan masalah ini menerus akan mengakibatkan kerugian lebih besar lagi. polusi udara bisa berdampak pada kesehatan manusia khususnya pernafasan juga berdampak terhadap lingkungan, menyebabkan keseimbangan dalam alam rusak, yang mengakibatkan lingkungan hidup rusak, bukan hanya berdampak ke kehidupan binatang tapi juga kehidupan manusia, pada akhirnya jika terus di biarkan kualitas hidup manusia kan turun drastis dan kehidupan akan berubah sepenuhnya, di mana udara bersih dan lingkungan yang sehat tidak lagi di temukan. Oleh karena itu di butuhkannya wadah yang bisa membuat masyarakat peduli terhadap masalah ini, yang mana pada proyek ini adalah pusat edukasi polusi udara dan tentang lingkungan yang mana bangunan ini menerapkan metode green architecture atau arsitektur hijau yang secara garis besar adalah bangunan ramah lingkungan, yang mana bangunan ini bisa menjadi bangunan contoh dari green architecture. 
PUSAT KREATIF DAN PENGOLAHAN FESYEN DAN MISELIUM BANDUNG Fransisca Meilanny; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12450

Abstract

Fast fashion is a phenomenon, where the latest trends and high levels of consumer demand affect the amount of fashion production. This affects the production chain system and the lifestyle of modern society, especially the gen z and gen y (millennials). The mass production that occurs causes the need for many resources and the use of low-quality (non-durable) materials to pursue trends and affordable prices. Plus the lifestyle of modern society which tends to follow trends has led to a linear concept in fashion, namely take-wear-throw. This system certainly has an impact on environmental damage, especially on materials that are difficult to decompose. This phenomenon has led to community innovations related to mushroom technology that produces mycelium as an environmentally friendly material as well as efforts made by a creative community in fashion management. Thus, it is hoped that the architecture can act as a container that supports activities by applying the cradle-to-cradle (upcycling) concept. This concept invites the public, especially modern society, to be more aware of the management and use of fashion which is supported by a metaphorical method approach of combining mushroom and fashion characters with the use of alternative materials such as mycelium which is the root of mushrooms which is an environmentally friendly material, as well as programs from processing mushrooms and fashion to create an activity center that has a positive impact on the environment and society by promoting ecological balance. Keywords: Architecture; Creative; Environmental Damage; Fast fashion; Mycelium  AbstrakFesyen cepat merupakan sebuah fenomena, dimana tren terbaru dan tingkat permintaan tinggi konsumen yang berpengaruh terhadap jumlah produksi fesyen. Hal ini mempengaruhi sistem rantai produksi dan gaya hidup masyarakat modern, terutama kaum gen z dan gen y (milenial). Produksi massal yang terjadi menyebabkan banyaknya sumber daya yang dibutuhkan dan penggunaan material yang berkualitas rendah (tidak tahan lama) untuk mengejar tren dan harga terjangkau. Ditambah gaya hidup masyarakat modern yang cenderung mengikuti tren menyebabkan konsep linear dalam fesyen, yaitu ambil-pakai-buangj. Sistem ini tentunya berdampak pada kerusakan lingkungan, khususnya pada material yang sulit terurai. Fenomena ini memunculkan inovasi masyarakat terkait dengan teknologi jamur yang menghasilkan miselium sebagai material ramah lingkungan serta upaya yang dilakukan oleh suatu komunitas kreatif dalam pengelolaan fesyen. Dengan demikian, diharapkan arsitektur dapat berperan sebagai wadah yang menunjang aktivitas dengan penerapan konsep cradle-to-cradle (upcycling). Konsep ini mengajak masyarakat, khususnya masyarakat modern untuk lebih sadar akan pengelolaan dan pemanfaatan fesyen yang di dukung dengan pendekatan metode metafora penggabungan karakter jamur dan fesyen dengan penggunaan material alternatif seperti miselium yang merupakan akar dari jamur yang merupakan material yang ramah lingkungan, serta program dari pengolahan jamur dan fesyen untuk mewujudkan pusat aktivitas yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat secara positif dengan mengusung keseimbangan ekologi.