Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman dan kemampuan siswa sekolah menengah pertama dalam menulis surat dinas berdasarkan struktur surat Yulia Nelfita; Yenni Hayati
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02021769

Abstract

Teaching materials regarding an official letter of request for permission prepared by students have several mistakes, namely in determining the composition of the official letter. Weak skills in compiling official letters for junior high school (SMP) students are thought to be caused by their low understanding and ability to write official letters. So this study aims to analyze the understanding and ability of junior high school level students in writing official letters. This research method is a quantitative method. The number of samples in this study was 60 students. The research instrument used was the official letter writing test. The results showed that generally, the level of ability to write official letters of students was in the sufficient category. So that there needs to be more special attention from the teacher to improve the understanding and ability of junior high school students in compiling official letters based on the structure of the letter.
BENTUK FEMINISME DALAM NOVEL ASYA STORY KARYA SABRINA FEBRIANTI Yulia Nelfita
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan yang bernama Asya. Di dalam novel ini juga menceritakan bagaimana ketegaran dan kekuatan Asya dalam menghadapi setiap masalah yang di hadapinya. Masalah yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pemikiran watak tokoh wanita dalam novel “Asya Story” Karya Sabrina Febrianti?, Bagaimanakah tekanan perasaan tokoh wanita dalam novel “Asya Story” Karya Sabrina Febrianti?,  Bagaimanakah cita rasa tokoh wanita dalam novel “Asya Story” Karya Sabrina Febrianti? Metodologi yang digunakan adalah metodologi deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Exploration). Teknik yang digunakan adalah strategi hermeneutik. Hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa bentuk feminisme, khususnya aspek psikologi yang sering muncul dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti adalah pemikiran watak (tokoh) wanita dan tekanan perasaan tokoh wanita.Kehidupan manusia sering kali di uji dengan ujian dan cobaan, begitu pula dengan tokoh yang digambarkan pengarang didalam sebuah novel. Ujian dan cobaan itulah yang akan membentuk tekanan dan stres dalam diri manusia.
Digital Poetry And Cultural Identity: Structural Study of The Poems “Hanyalah Anak Desa” and “Sungguh Terlalu, Sangat Menderita” by Gimin Saputra Aris Yulantomo; Rian Hidayat; Yulia Nelfita
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (Special Issue) (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.90474

Abstract

This study analyzes the meaning and structure of the poems "Hanyalah Anak Desa" and "Sungguh Terlalu, Sangat Menderita" by Gimin Saputra. Using a structuralist approach, the research explores physical elements (diction, rhyme, rhythm, typography) and inner elements (theme, tone, atmosphere, moral message) to understand how the poems reflect social and cultural realities. "Hanyalah Anak Desa" highlights the struggle of a rural child overcoming economic limitations to achieve education, while "Sungguh Terlalu, Sangat Menderita" voices criticism of social injustice. The analysis reveals that physical and inner elements harmoniously support each other in creating profound meanings, emphasizing individual struggles within the context of social inequality. These findings are highly relevant to the Indonesian social context, where poetry serves as a medium for reflection and social critique. This study underscores the importance of structural and semantic analysis in unraveling the complexities of poetry as a rich cultural expression. Keywords: poetry; structural analysis; social critique; Gimin Saputra; Indonesian literature