Joko Mulyono
Program Studi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGADAAN BARANG DAN JASA MELALUI PENERAPAN PROBITY ADVICE DI KABUPATEN TRENGGALEK Joko Mulyono; Dody Setyawan
REFORMASI Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.814 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v8i2.1157

Abstract

The high potential for corruption in the goods and services procurement sector in Indonesia has prompted the Central Government through the Government Goods and Services Procurement Policy Agency (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah/ LKPP) to issue a Probity Advice policy. The effectiveness of the Probity Advice implementation in the procurement of goods and services is the goal and subject matter. This study uses a qualitative research method with an explorative approach, the determination of informants using snowball sampling. The results of the analysis of the implementation of the Probity Advice policy in Trenggalek Regency can be concluded that Probity Advice cannot be applied effectively. The obstacle is unclear regulation and overlapping authority. In addition, it is constrained by planning and allocation of immature budget due to incompatibility between the preparation of the 2018 General Procurement Plan (Rencana Umum Pengadaan/ RUP) and the Regional Budget (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/ APBD) of Trenggalek Regency for the current year, and the lack of provision of supporting facilities and infrastructure Tingginya potensi terjadinya korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa di Indonesia mendorong Pemerintah Pusat melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) mengeluarkan kebijakan Probity Advice. Efektivitas implementasi Probity Advice dalam pengadaan barang dan jasa menjadi tujuan dan pokok permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif, penentuan informan menggunakan snowball sampling. Hasil analisis implementasi kebijakan Probity Advice di Kabupaten Trenggalek dapat ditarik kesimpulan bahwa Probity Advice belum bisa diterapkan secara efektif. Kendalanya adalah regulasi yang belum jelas dan tumpang tindih kewenangan. Selain itu terkendala perencanaan dan pengalokasian anggaran yang belum matang karena ketidaksesuain antara penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2018 dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek tahun berjalan, serta minimnya penyediaan sarana dan prasarana pendukung