Sutarki Sutisna
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WISATA EDUFARMING BERBASIS URBAN Athalia Lie; Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3963

Abstract

Dikenal sebagai negara agraris, Jakarta sebagai ibu kota Indonesia juga memiliki jejak pertaniannya sendiri. Namun, menghadapi permasalahan perkotaan dan sosial zaman sekarang, budaya bertani sebagai salah satu ciri khas negara kita terdorong semakin mendesak untuk kembali ditanamkan kembali dalam diri tiap penghuni kota, terutama generasi muda bangsa. Melalui Wisata Edufarming Berbasis Urban, pengunjung diajak untuk mengenal lebih lanjut sejarah agrowisata negara yang diterapkan dalam bentuk urban sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing kelak. Pengunjung berkesempatan untuk turun langsung ke ladang akuaponik dan hidroponik yang tersedia baik di dalam maupun luar ruangan untuk mempelajari proses pertanian dari awal hingga pemetikan. Juga tersedia pasar untuk memperjual-belikan hasil panen proyek, restoran untuk para pengunjung langsung menyantap hasil petikannya, dan laboratorium serta loka karya untuk lebih memperdalam teknik pertanian urban. Letak proyek di antara Hutan Kota Srengseng dan Pasar Bunga Rawa Belong berperan sebagai pengisi rantai yang hilang di antara kedua objek melalui fasilitas shuttle bus antar ketiga lokasi. Dalam pelaksanannya, wisata Urban Agrikultur tidak difokuskan untuk nilai ekonominya sebagai sumber pangan, namun juga untuk mewadahi hobi dan komunitas bercocok tanam yang ada di perkotaan. Nilai ekologis yang akan dirasakan oleh masyarakat luas selain menambah penghijauan kota (secara langsung maupun tidak), mengurangi iklim kota, mendaur ulang limbah organik serta air, mengurangi jejak karbon, dan efek perpanjangan lainnya. 
HORTIKULTURA VERTIKAL Fathonah Anjar Rohani; Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/.v1i1.4001

Abstract

Dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Jakarta Utara serta pencemaran polusi udara yang mengakibatkan proyek Hortikultura Vertikal hadir sebagai pembersih udara. Dengan membawa konsep alam dari hortikultura ke Jakarta utara menjadi sebuah lingkungan buatan yang alami melalui metode pendekatan kualitatif. Program proyek Hortikultura Vertikal mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk peduli dengan lingkungan serta memberikan wadah wisata ekologi berbasis perkebunan yang dapat menjadi percontohan serta menjadi tempat rekreasi yang megedukatif. Sehingga tidak hanya kepedulian masyarakat tentang lingkungan yang sehat terbangun, tetapi juga menciptakan lingkungan buatan.
RESORT BERBASIS KAWASAN KONSERVASI Gerald Grimaldy; Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3975

Abstract

Di era kota metropolitan yang terus terjadi pembangunan di segala hal yang tak terhentikan ini, dampak negatif mulai bermunculan, daerah-daerah yang harusnya di pertahankan pun habis bila kepentingannya tidak di anggap penting lagi,peraturan tentang daerah konservasi telah dibuat namun tetap tidak memberhentikan laju pengembangan tersebut. Daerah hijau yang menjadi paru-paru kota metropolitan pun sedikit demi sedikit habis menunggu waktu. Selain habisnya paru-paru kota, masyarakat sekitar baru menyadari bahwa pentingnya ruang hijau untuk melegakan pikiran,dengan sifat masyarakat kota yang memiliki mobilitas tinggi terhadap pekerjaaan,kurangnya hiburan untuk refreshing sangatlah kurang. Dari masalah-masalah yang di temukan penulis,proyek ini penulis usulkan,yaitu tentang Daerah Konservasi Berbasis Resort. Konservasi mangrove pun menjadi pilihan utama karena dilihat dari sejarahnya,hutan mangrove yang sebenarnya memiliki banyak manfaat akan habis jika tidak di konservasi yang dapat menghilangkan paru-paru kota ini.  Pemecahan masalah terhadap rusaknya ekosistem mangrove pun di akali dengan kegiatan konservasi yang harus di dukung oleh berbagai pihak,dari pemerintah,swasta,masyarakat kota jakarta sampai unit terkecil,yaitu masyarakat daerah sekitar.