Maria Veronica Gandha
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PUSAT MEDITASI Anisa Sisca Rahmariyanti; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3810

Abstract

Kota Jakarta sebagai Kota Metropolis terbesar di Asia Tenggara menimbulkan banyak permasalahan didalamnya. Antara lain tingginya jumlah penduduk, kegiatan yang padat, pergerakan yang cepat. Dengan adanya pola hidup penduduk kota seperti itu menjadikan masyarakat kota rentan stres. Jakarta sebagai ibu kota 14% penduduknya juga mengalami stres. Banyak cara untuk menghilangkan stres, salah satunya dengan wisata. Diperlukan adanya wisata arsitektur yang dapat menjadi atraksi wisata dengan bentuk yang dapat merespon lingkungan sekitar. Wisata arsitektur dapat diartikan sebagai objek yang menjadi atraksi dan pusat pandangan para pengunjung. Meditasi merupakan salah satu teknik untuk merileksasi tubuh, mengosongkan pikiran, dan membangkitkan semangat kembali. Pusat meditasi dapat menjadi destinasi dan atraksi baru ditengah kepadatan dan dinamika ruang metropolis. Sebagai ruang pelarian dari kepadatan kegiatan sehingga pengunjung dapat menjadikan tempat ini sebagai sarana transit, sarana beristirahat sejenak lalu kembali lagi beraktivitas.
PUSAT PENGETAHUAN ALAM SEMESTA DI KOTA TUA Wedo Thiodanu; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4006

Abstract

Pesatnya perkembangan industri pariwisata di Jakarta membuat kriteria-kriteria yang diperlukan dalam sebuah objek wisata semakin lama semakin banyak, apa lagi Jakarta sebagai kota metropolitan yang menjadi pusat dari segala aktivitas dengan hiruk-pikuknya memerlukan objek wisata yang dibuat khusus dengan kriteria-kriteria masyarakat metropolis. Kriteria yang paling nampak dan sesuai dengan keseharian masyarakat metropolis adalah penggunaan teknologi. Teknologi hadir di hampir setiap aspek kehidupan masyarakat kota termasuk di bidang ilmu pengetahuan. Belum lagi dengan bertambah banyaknya jumlah generasi millennials yang hidup di Jakarta, membuat kriteria ini semakin lama semakin jelas dan dibutuhkan. Untuk itu, penulis mengkaji dan menganalisis tentang kawasan Kota Tua yang rata-rata penggunanya adalah generasi millennials dalam merancang objek wisata edukasi berbasis teknologi augmented reality (AR) dengan teori dasar tentang architourism oleh Jan Spect, teori psikologis generasi millennials, serta teori pendukung lainnya. Selain menghadirkan pengalaman belajar yang baru berbasis teknologi, proyek ini juga dapat menjadi bagian dari kawasan Kota Tua yang mengedukasi penggunanya dengan gaya modern.
FASILITAS PELATIHAN BERSELUNCUR DAN PARKOUR William Wongso Soengkono; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3983

Abstract

Jakarta termasuk kota wisata yang kaya dan menawarkan destinasi yang luar biasa lengkap. Mulai dari wisata sejarah, kuliner, alam, ekstrem, hingga belanja. Sebagai pusat pemerintahan sejak era sebelum merdeka, Jakarta menyimpan banyak sekali kekayaan sejarah yang kini dapat kita nikmati sebagai objek wisata. Selain itu, Jakarta juga merupakan sebuah kota yang sangat penting bagi Indonesia, karena Jakarta merupakan ibukota serta pusat pemerintahan dan perekonomian dari negara Republik Indonesia, sehingga tentu keoptimalan dalam menopang kegiatan yang berlangsung di dalamnya sangatlah diharapkan. Tujuannya adalah agar segala aktivitas yang ada di kota ini dapat tertopang dengan baik. Segala aktifitas kegiatan yang ada di Jakarta akan baik apabila warga masyarakat memiliki kesehatan yang baik juga. Akan tetapi, .Menurut Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada 2017, jumlah penduduk Indonesia yang rutin berolahraga belum mencapai sepertiga dari total penduduk, hanya 27,61 persen penduduk Indonesia yang melakukan olahraga minimal sekali dalam seminggu. Dapat dikatakan bahwa dari 100 penduduk Indonesia berumur 12 tahun ke atas, hanya sekitar 27 orang yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, sedangkan 73 orang lainnya tidak rutin berolahraga. Selain itu masalah yang terdapat di Jakarta yang lainnya ialah polusi udara. Jakarta menduduki peringkat lima kota dengan kualitas udara terburuk di dunia (September 2017) Empat kota lainnya, yang memiliki kualitas udara paling buruk adalah Beijing (Cina) -pada urutan pertama, yang diikuti oleh Santiago (Cile), Kolkata (India), dan Hongkong (Cina).Pemeringkatan kota tersebut berdasarkan indeks kualitas udara real-time pada aplikasi Airvisual. Perancangan pembangunan Architourism Fasilitas Pelatihan Berseluncur dan Parkour dapat membawa pengaruh khususnya bagi masyarakat Jakarta untuk mau berolahraga dan mengurangi polusi udara dengan menggunakan metode transportasi alternatif seperti sepeda, skateboard atau sepatu roda.