Ayu Febri Puspitasari
Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MARKETING MIX DAN BANDWAGON EFFECT TERHADAP BRAND EQUITY DAN VOTING INTENTION DALAM KANDIDAT PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2014 Ayu Febri Puspitasari; Suharyono .
REFORMASI Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.091 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v4i2.50

Abstract

Marketing activities required to sustainability andexistence of the organizationin order to survive and remain accepted by society. With the times, marketing is not only used by profite companies, but has been widely used by non-profit institutions such as NGO, educational institutions, museums, hospitals, and politics is no exception. This research use dexplanatory methode. The locationof this researchis East Java which basedon the consideration that it is the second most residents province. Beside that East Java is barometer of Indonesia elections. The population of this study were all residents in East Java that has the suffrage to vote( aged 17 years and olderor married) and have entered into the voters list (DPT) in the election of Presidentand Vice President in 2014. Based on the provisions of the Commission, the number of voters remain in East Java by 30,545,935 people. The sample size of this study using Slovin formula, in order to obtaina minimum number of 124 people. The research was divided into16 clusters, where each clusteris taken 8 people, so that the sample rounded to 128 people. Furthermore, the sampling technique used in this study are Multistage Random Sampling(MRS). The results ofthis study were1) Marketing Mix had significant effect on Brand Equity candidate, 2) Bandwagon Effect had significant effect on Brand Equity candidates, 3) Marketing Mix had no significant effect on Voting Intention candidates, 4) Bandwagon Effect had no significant effect on Voting Intention, 5) Brand Equity had significant effecton Voting Intention.
Pengaruh Marketing Mix terhadap Brand Equity dan Voting Intention pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 Puspitasari, Ayu Febri
YUME : Journal of Management Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i2.7494

Abstract

Setiap organisasi memerlukan kegiatan marketing untuk mendapatkan keunggulan kompetitif produknya, termasuk partai politik. Political marketing menawarkan alternatif yang dapat digunakan kandidat untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga figur, visi dan misinya bisa dikenal dan diterima dengan baik. Hal ini dapat membentuk kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. Penelitian ini bermaksud untuk meneliti pelaksanaan PEMILU dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 dengan melihat persepsi calon pemilih di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan secara langsung dan tidak langsung antara marketing mix dan brand equity terhadap voting intention. Metode Penelitian yang digunakan adalah explanatory Research dengan teknik pengambilan sampel Multistage Cluster Sampling. Populasi penelitian ini adalah jumlah seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilpres 2024, yaitu sebanyak 31.402.838 orang. Jumlah sampel yang diambil menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 130 orang, dengan metode pengumpulan data Survei. Hasil Analisis Path dalam penelitian ini meyebutkan bahwa marketing mix berpengaruh signifikan terhadap brand equity kandidat.  brand equity berpengaruh signifikan terhadap voting intention. Marketing mix berpengaruh tidak signifikan terhadap voting intension, namun menjadi signifikan melalui variable mediasi yaitu brand equity.Kata Kunci: Political Marketing, Marketing Mix, BrandEquity, Voting Intention
Menerapkan Etika Konsumsi Islami di Era E-commerce Susilowati, Eni; Firdiansyah, Yhadi; Febri Puspitasari, Ayu
El-kahfi | Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 02 (2024): economics and islamics economics
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58958/elkahfi.v5i02.353

Abstract

Pertumbuhan pesat e-commerce telah mengubah lanskap konsumsi global, menimbulkan tantangan baru dalam penerapan prinsip-prinsip etika konsumsi Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana etika konsumsi Islami dapat diterapkan secara efektif dalam konteks e-commerce kontemporer. Menggunakan pendekatan mixed-method, studi ini melibatkan survei online terhadap 500 konsumen Muslim di lima negara mayoritas Muslim, 25 wawancara mendalam dengan para ahli, analisis konten 10 platform e-commerce terkemuka, dan eksperimen online dengan 200 partisipan. Hasil penelitian mengungkapkan kesenjangan signifikan antara pemahaman prinsip-prinsip etika konsumsi Islami dan implementasinya dalam praktik belanja online. Meskipun 92% responden memahami pentingnya produk halal, hanya 65% yang secara aktif menghindari pemborosan dalam perilaku belanja online mereka. Analisis platform e-commerce menunjukkan bahwa meskipun 80% menyediakan sertifikasi halal, hanya 30% yang memberikan informasi tentang etika produksi. Eksperimen online mendemonstrasikan efektivitas intervensi berbasis teknologi, dengan 70% peningkatan pembelian etis pada kelompok yang menggunakan aplikasi panduan etika. Hasil penelitian bahwa menerapkan etika konsumsi Islami di era e-commerce membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan inovasi teknologi, regulasi yang tepat, edukasi konsumen yang berkelanjutan, dan kerjasama erat antara berbagai pemangku kepentingan. Rekomendasi utama meliputi pengembangan standar yang lebih ketat untuk klaim etis dan halal dalam e-commerce, integrasi teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi, dan implementasi program edukasi komprehensif tentang etika konsumsi Islami dalam konteks digital. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang interseksi antara etika Islam, perilaku konsumen, dan teknologi e-commerce, serta menyediakan kerangka kerja untuk pengembangan praktik e-commerce yang lebih etis dan berkelanjutan.
Psikologi Terbalik dalam Investasi Emas: Analisis Perilaku Investor pada Fluktuasi Harga Emas Maghfiroh, Ana Muntadhirotul; Sunaidah, Siti; Susilowati, Eni; Puspitasari, Ayu Febri; Sopingi, Imam
Bisei : Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Vol 11 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/bisei.v11i1.12008

Abstract

Investasi emas sebagai salah satu instrumen safe haven yang banyak dipilih masyarakat pada saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Namun, keputusan investasi emas sering kali tidak didasarkan pada pertimbangan rasional, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang mendorong munculnya perilaku investasi yang irasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku investor terhadap fluktuasi harga emas, mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi, serta mengungkap fenomena psikologi terbalik (reverse investment psychology) dalam investasi emas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berlandaskan teori behavioral finance. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap investor emas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku investor lebih dipengaruhi oleh respons emosional daripada analisis rasional, yang tercermin dalam kecenderungan membeli emas ketika harga meningkat akibat fear of missing out (FOMO) dan optimisme memperoleh keuntungan, serta menjual emas ketika harga menurun karena dipengaruhi loss aversion dan kepanikan pasar. Selain itu, herding behavior, overconfidence, dan pesatnya penyebaran informasi melalui media digital turut memperkuat terbentuknya perilaku psikologi terbalik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bias psikologis memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan investasi emas sehingga perilaku investor sering menyimpang dari prinsip investasi yang rasional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, kemampuan analisis, dan pengendalian emosi, serta perlunya edukasi investasi berbasis behavioral finance oleh berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih objektif dan berkelanjutan.