Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA RUMAH PEMASYARAKATAN BERBASIS KOMUNITAS DAN PENGEMBANGAN DIRI Octavianus Bryan; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12392

Abstract

The crime rate which continues to increase from year to year in various regions in Indonesia indicates one of them is that the prison system has not been effective, especially in reducing cases of recidivism. The formation of social stigma and negative views from the community towards the status of prisoners also has a big role so that former assisted residents are not always treated properly in the community, especially in economic and social life. The design concept in this project aims to create a Penitentiary that supports the complete integration of inmates into the community, which is expected to be a solution in the process to overcome the overcapacity in most of the correctional institutions in Indonesia. This project focuses on innovations for correctional institutions in general in Indonesia, while taking into account the standards and regulations stipulated in law. The design method is implemented with an ecological approach and the concept of nature and flexibility in the community. The interactions that exist in the community are aimed at rehabilitating the assisted members, both personally and socially. This project produces an ecological design that is free with community spaces that can be used to establish interactions within the ecology itself, both between the assisted residents and the assisted residents, with the general public, as well as with the natural environment and all its supporting elements. The concept of flexibility that is highlighted in this project, remains in a corridor that is guarded through the close supervision of officers through technology that supports remote surveillance of prisoners.Keywords: Assisted People; Community; Ecology; Penitentiary AbstrakTingkat kriminalitas yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun di berbagai wilayah di Indonesia mengindikasikan salah satunya bahwa sistem pemasyarakatan belum berjalan efektif terutama dalam mengurangi kasus residivisme. Pembentukan stigma sosial dan pandangan negatif dari masyarakat terhadap status narapidana juga mempunyai peran yang besar sehingga mantan warga binaan tidak selalu diperlakukan sebagaimana mestinya dalam lingkungan masyarakat, terutama dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Konsep desain dalam proyek ini bertujuan menciptakan Lembaga Pemasyarakatan yang mendukung integrasi warga binaan secara utuh ke dalam masyarakat, yang diharapkan dalam prosesnya dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas pada sebagian besar Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Proyek ini fokus menciptakan inovasi untuk Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia, dengan tetap memperhatikan standar dan peraturan yang ditentukan dalam Undang-Undang. Metode perancangan diimplementasikan dengan pendekatan ekologi serta konsep alam dan fleksibilitas dalam komunitas. Interaksi yang terjalin dalam komunitas itu yang bertujuan untuk merehabilitasi para warga binaan baik secara personal maupun sosial. Proyek ini menghasilkan desain ekologi yang bersifat bebas dengan ruang-ruang komunitas yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin interaksi dalam ekologi itu sendiri, baik antara warga binaan dengan warga binaan, dengan masyarakat  umum, maupun dengan lingkungan alam dan segala elemen pendukungnya. Konsep fleksibilitas yang ditonjolkan pada proyek ini, tetap dalam koridor yang dijaga melalui pengawasan ketat dari para petugas melalui teknologi yang mendukung pengawasan jarak jauh bagi narapidana.
RUMAH KOPI Henny Angkasa; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4002

Abstract

Kopi sebagai salah satu komoditas utama Indonesia berada di urutan ke sepuluh statistik komoditas ekspor utama Indonesia edisi tanggal 15 Januari 2019, dikutip dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Namun, kopi selain sebagai komoditas ekspor, masih memiliki banyak potensi. Salah satunya adalah pada sektor pariwisata dimana negara seperti Kolombia telah berhasil menarik lima juta pengunjung pada tahun 2009 dengan Taman Nasional Kopi miliknya. Indonesia sebagai negara keempat produksi kopi terbesar di dunia dengan 18 karakter biji yang tersebar dari sabang sampai merauke dapat mengadopsi kekayaan kopi tersebut sebagai identitas negara dan sebagai destinasi wisata. Berdasarkan ini, Rumah Kopi pun dirancang dengan tujuan untuk membangun ikon kopi di Indonesia. Dengan sentuhan fantasi, Rumah Kopi akan membawa pengunjung menjelajahi sejarah kopi dari pertama kali ia ditemukan sampai dengan sekarang. Perjalanan ini kemudian diklasifikasikan berdasarkan empat era yang dimulai secara berurutan dari zaman klasik, abad pertengahan, zaman renaissance, dan yang terakhir adalah zaman kontemporer.