Muhamad Rosyid
SLB A-C Dharma Wanita Kabupaten Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Mengomentari Persoalan Faktual Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Penerapan Model Think-Pair-Share Siswa Kelas V SLB A-C Dharma Wanita Sidoarjo Muhamad Rosyid
Wahana Kreatifitas Pendidik (WKP) Vol 2 No 3 (2019): Volume 2 No.3 Tahun 2019
Publisher : Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.074 KB)

Abstract

Permasalahan yang muncul di Kelas V SLB A-C Dharma Wanita Sidoarjo adalah siswa kurang menguasai beberapa kompetensi dasar yang diajarkan. Seharusnya siswa Kelas V pada Semester I telah memahami materi ajar Mengomentari persoalan faktual. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 50,00% atau 2 siswa Kelas V SLB A-C Dharma Wanita Sidoarjo belum memahami sepenuhnya materi Mengomentari persoalan faktual. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,00 dan 50,00% atau 2 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mengomentari persoalan faktual melalui metode Think-Pair-Share Siswa Kelas V SLB A-C Dharma Wanita Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Share dalam meningkatkan kemampuan materi ajar Mengomentari persoalan faktual ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 75,00; siklus II 82,50, dan siklus III 85,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 50,00%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.