This Author published in this journals
All Journal Jurnal Madah
nfn Marlina
Balai Bahasa Provinsi Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NOVEL JEMBATAN KARYA OLYRINSON PERSPEKTIF SOSIOLOGIS nfn Marlina
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v3i2.40

Abstract

The aim of this paper  is to describe a novel with the title “Jembatan” that  is observed from the sociological perspective. In order to have further understanding, the writer analyzed the aspects that build a novel such as the plot, the actors, the background, then theme and the message. Meanwhile, the social aspect was compared with the condition that happened in the community where the background of the novel was and it placed to the wider system that the macro structure in relation with the social dan cultural facts of the society.This research used qualitative method by applying the structural and sociological theory of literature. Hence, this research was a micro system that a system that existed in  literature work. In fact, this novel really described the condition of the community in Siak River when the constructing of Siak Bridge was on progress. This Novel could be one of the media to critize the government, bus inessmen, and parliament members, that there are many people in Riau still live under the poverty line.  Karya tulis ini memaparkan  novel Jembatan ditinjau dari segi perspektif sosiologisnya. Untuk memahami lebih jelas, penulis menganalisis unsur -unsur yang membangun novel Jembatan, diantaranya alur, tokoh, latar, tema, dan amanat. Sementara itu, aspek sosialnya dibandingkan dengan kondisi yang terj adi dalam  masyarakat yang ada di latar tempat novel tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif , dengan menggunakan teori struktural dan sosiologi sastra. Dengan demikian, penelitian terhadap novel Jembatan tersebut, sebagai suatu sistem mikro yaitu sistem yang ada di dalam sebuah karya sastra, diletakkan dalam sistem yan g lebih luas yaitu struktur makro dalam kaitannya dengan kenyataan sosial budaya masyarakat. Novel Jembatan ternyata memang menggambarkan kondisi masyarakat Siak ketika pembangunan Jembatan Siak sedang berlangsung. Novel Jembatan dapat menjadi media kritik kepada penguasa, pengusaha, dan wakil rakyat, bahwa masih banyak masyarakat Riau yag kehidupannya di bawah garis kemiskinan. 
NOVEL NEGERI 5 MENARA: SEBUAH TINJAUAN DIDAKTIS nfn Marlina
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v4i2.82

Abstract

Negeri 5 Menara is a very inspiring novel. It could motivate youth to fight for success. Ahmad Fuadi’s novel published in Jakarta by Gramedia in 2009 contains some didactic values required by young generation. In order to elaborate them descriptive method and pragmatic theory are used. Among ten didactic values put forward by Ali (1984), there are three of them indentified in the novel by using qualitative approach i.e. the determination covering study hard, work hard, and high spirit; the value of divinity that is sincerity (ikhlas); and the value of skill i.e. the training of leadership and motivation.   Novel Negeri 5 Menara merupakan novel yang sangat inspiratif. Novel ini memberikan motivasi kepada generasi muda untuk berjuang meraih kesuksesannya. Novel karya Ahmad Fuadi yang diterbitakn di Jakarta oleh Gramedia pada 2009 ini mengandung nilai-nilai pendidikan yang dibutuhkan generasi muda. Dengan menggunakan metode deskriptif dan teori pragmatis, nilai-nilai pendidikan yang terangkum dalam novel ini dapat dijabarkan. Dari sepuluh nilai pendidikan yang dikemukakan Ali (1984), tiga di antaranya terlihat dalam novel ini melalui pendekatan kualitatif, yaitu  nilai kehendak, mencakupi belajar dengan giat dan tekun, bekerja dengan keras, dan bersemangat yang tinggi; nilai ketuhanan, yakni bersifat ikhlas, dan nilai keterampilan, yakni  melatih jiwa kepemimpinan dan memotivasi secara handal.