Andi Taslim Saputra
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peristiwa Teater Tu(m)buh sebagai Konstruksi Politik Tubuh Andi Taslim Saputra; Nyoman Murtana
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5212

Abstract

Penelitian ini membaca fenomena teater yang melahirkan bentuk politis baru dengan fokus studi kasus peristiwa Tu(m)buh Karya Tony Broer. Bertujuan untuk menjelaskan bentuk politik tubuh Tony Broer dalam peristiwa teater, sehingga membahas persoalan deskripsi praktik politik tubuh Tony Broer menggunakan konsep politik tubuh Foucault. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan analisis data. Hasilnya menunjukkan, konstruksi tubuh yang digodok dalam peristiwa teater Tu(m)buh berupa politik tubuh. Dalam konteks ketubuhan, Tony Broer, melaksanakan praktek konstruksi dan sistem politik tubuh dalam peristiwa teater. Hasil kontruksi tubuh Tony Broer berupa pendisiplinan dan pembentukan tubuh yang intens, keras, dan radikal. Tindakan Tony Broer tersebut melahirkan konsep dan nilai praktis yang lebih dominan penampakan politik tubuh, baik terhadap diri sendiri dan politik tubuh atas orang lain, sehingga peristiwa teater Tu(m)buh adalah penyajian dengan citra tubuh yang politis.   Kata Kunci: teater, politik tubuh, tu(m)buh 
LEGITIMASI KEDATUAN DALAM TARI PAJAGA BONE BALLA ANADDARA SULESSANA Nurwahidah Nurwahidah*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2729

Abstract

Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana (PBBAS) merupakan tari tradisional klasik dalam masyarakat Luwu di Sulawesi Selatan. Tari ini dikategorikan sebagai tari klasik karena telah mengalami perjalanan panjang dalam pengolahan artistik dan estetiknya yang diawali di era-era feodalisme di Indonesia. Penelitian ini berupaya melakukan pelacakan sekaligus mengungkap sistem nilai yang terangkum pada bentuk, makna simbolik, dan sistem pewarisan PBBAS dalam Masyarakat Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnokoreologis membedah PBBAS secara teks dan kontekstual, yang didukung dengan beberapa teori dan dituliskan secara deskriptif kualitatif. Teori sistem nilai digunakan untuk mengungkap kekuatan bertahan PBBAS dalam masyarakat Luwu. Keseluruhan teks tari maupun teks pertunjukan PBBAS merupakan simbol yang memiliki makna berimplikasi pada legitimasi Kedatuan dalam masyarakat Luwu. Selain makna simbolik, juga terdapat sistem nilai yang terangkum baik dalam nilai historis maupun nilai sosial yang menjadi pembentuk kekuatan bertahan PBBAS di Kedatuan Luwu. Kata Kunci: Tari, Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana, Legitimasi, Kedatuan
Eksistensi Komunitas Gresik Movie Terhadap Budaya Lokal Moh. Mahrush Ali*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunitas Gresik Movie bisa eksis melalui program-program yang dilakukan, dan perannya terhadap budaya lokal. Jenis Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Pengamatan langsung dilakukan di lapangan, wawancara mendalam dilakukan langsung dengan pendiri komunitas, sedangkan studi pustaka dari beberapa dokumen yang ada di media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Gresik Movie bisa bertahan sampai berusia satu dekade lebih, serta melalui program-program yang diselenggarakan selalu disisipkan budaya lokal di dalamnya. Informasi dari pengumpulan data, disebutkan bahwa ada beberapa program sebagai upaya mengangkat budaya lokal diantaranya adalah Sapa Sinema (program screening film di kampung-kampung), Gresik Short Movie Competition, Seminar/ Sarasehan Film, Pameran Karya Seni (baik seni rupa atau pertunjukan), Lokakarya/ pelatihan Pembuatan Film, dan Festival Budaya.
LEGITIMASI KEDATUAN DALAM TARI PAJAGA BONE BALLA ANADDARA SULESSANA Nurwahidah Nurwahidah*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2729

Abstract

Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana (PBBAS) merupakan tari tradisional klasik dalam masyarakat Luwu di Sulawesi Selatan. Tari ini dikategorikan sebagai tari klasik karena telah mengalami perjalanan panjang dalam pengolahan artistik dan estetiknya yang diawali di era-era feodalisme di Indonesia. Penelitian ini berupaya melakukan pelacakan sekaligus mengungkap sistem nilai yang terangkum pada bentuk, makna simbolik, dan sistem pewarisan PBBAS dalam Masyarakat Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnokoreologis membedah PBBAS secara teks dan kontekstual, yang didukung dengan beberapa teori dan dituliskan secara deskriptif kualitatif. Teori sistem nilai digunakan untuk mengungkap kekuatan bertahan PBBAS dalam masyarakat Luwu. Keseluruhan teks tari maupun teks pertunjukan PBBAS merupakan simbol yang memiliki makna berimplikasi pada legitimasi Kedatuan dalam masyarakat Luwu. Selain makna simbolik, juga terdapat sistem nilai yang terangkum baik dalam nilai historis maupun nilai sosial yang menjadi pembentuk kekuatan bertahan PBBAS di Kedatuan Luwu. Kata Kunci: Tari, Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana, Legitimasi, Kedatuan
Eksistensi Komunitas Gresik Movie Terhadap Budaya Lokal Moh. Mahrush Ali*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunitas Gresik Movie bisa eksis melalui program-program yang dilakukan, dan perannya terhadap budaya lokal. Jenis Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Pengamatan langsung dilakukan di lapangan, wawancara mendalam dilakukan langsung dengan pendiri komunitas, sedangkan studi pustaka dari beberapa dokumen yang ada di media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Gresik Movie bisa bertahan sampai berusia satu dekade lebih, serta melalui program-program yang diselenggarakan selalu disisipkan budaya lokal di dalamnya. Informasi dari pengumpulan data, disebutkan bahwa ada beberapa program sebagai upaya mengangkat budaya lokal diantaranya adalah Sapa Sinema (program screening film di kampung-kampung), Gresik Short Movie Competition, Seminar/ Sarasehan Film, Pameran Karya Seni (baik seni rupa atau pertunjukan), Lokakarya/ pelatihan Pembuatan Film, dan Festival Budaya.