Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Sarwinda, Wiratamasari
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.342 KB)

Abstract

Berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan hidup yang dibutuhkan pada abad 21. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ini yaitu melalui pendidikan. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Biologi merupakan salah satu bidang IPA yang memberikan wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan ini tidak dapat berubah dengan sendirinya. Diperlukan suatu rangsangan berupa inovasi strategi pembelajaran yang membantu memberdayakan keterampilan tersebut. Salah satu stategi pembelajaran yang dapat membantu memberdayakan keterampilan tersebut adalah Reciprocal Teaching (RT). Penggunaan Strategi RT pada struktur pembelajaran biologi SMA diharapkan dapat membantu memperdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Wiratamasari Sarwinda
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan hidup yang dibutuhkan pada abad 21. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ini yaitu melalui pendidikan. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Biologi merupakan salah satu bidang IPA yang memberikan wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan ini tidak dapat berubah dengan sendirinya. Diperlukan suatu rangsangan berupa inovasi strategi pembelajaran yang membantu memberdayakan keterampilan tersebut. Salah satu stategi pembelajaran yang dapat membantu memberdayakan keterampilan tersebut adalah Reciprocal Teaching (RT). Penggunaan Strategi RT pada struktur pembelajaran biologi SMA diharapkan dapat membantu memperdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa.
DARI IDEALISME KE IMPLEMENTASI: ANALISIS FILOSOFIS DAN ARAH KEBIJAKAN BARU PENDIDIKAN INKLUSIF DI INDONESIA Wiratamasari Sarwinda; Rayandra Asyhar; Asrial; Syaiful
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36347

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan perwujudan dari cita-cita keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Namun, implementasinya di Indonesia masih menunjukkan kesenjangan antara idealisme filosofis dan realitas pelaksanaannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan inklusi melalui tiga dimensi filsafat, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta mengidentifikasi sejauh mana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kebijakan dan praktik pendidikan inklusif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui telaah jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan inklusif serta kajian filosofis pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan inklusi di Indonesia masih didominasi pendekatan administratif dan teknis, belum sepenuhnya mencerminkan pengakuan ontologis terhadap keberadaan murid sebagai individu unik, epistemologi pembelajaran yang menghargai keragaman cara belajar, serta nilai aksiologis berupa keadilan substantif dan penghargaan terhadap keberagaman. Selain itu, tantangan implementatif mencakup keterbatasan kompetensi guru, sarana yang tidak memadai, pendanaan yang belum merata, stigma sosial, serta ketimpangan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi kebijakan pendidikan inklusi perlu diarahkan pada transformasi paradigma, sistem, dan praktik agar lebih adaptif, humanis, dan berkeadilan sehingga idealisme filosofis pendidikan inklusi benar-benar terwujud dalam implementasi di sekolah. Kata kunci: Pendidikan Inklusif, Filsafat Pendidikan, Kebijakan Pendidikan Inklusi