Bernadeth Shirley Wiratmo
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FASILITAS PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PENJARINGAN Bernadeth Shirley Wiratmo; Suwandi Supatra
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12477

Abstract

Penjaringan, North Jakarta is an area that does not have access to a reliable source of clean water. The area, the most densely populated area and with a high poverty rate in North Jakarta, does not have access to the widely used water sources, namely well water and PAM. Due to the weak soil (Penjaringan Village is an area with a land subsidence of more than 80 cm in a period of ten years) and salty and polluted water, the community depends on water they can acquire at retail for a rather expensive price (Rp. 600,000, - per day) and the water provided by the government which is very limited in quantity. For people who couldn’t get water from these two sources, they would use polluted water (both ground water and water from alternative sources such as reservoirs) which then results in the number of sick people rising. Of course, the use of Pluit Reservoir water has the potential to be a solution to the Penjaringan clean water crisis, but after going through a purification process. Having the ability to process dirty and polluted Pluit Reservoir water into clean and potable water, research to improve clean water quality, provide education and introductions about water purification systems and their treatments, and of course a provide clean and potable water for the daily needs and consumption for people of Penjaringan, is the purpose of Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih untuk Penjaringan. Keywords: research center; water crisis; water treatment. AbstrakWilayah Penjaringan, Jakarta Utara merupakan wilayah yang tidak memiliki akses sumber air bersih yang handal. Kelurahan yang merupakan wilayah terpadat dan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Jakarta Utara tersebut tidak memiliki sumber air pada umumnya yaitu air sumur dan PAM. Dikarenakan kondisi air di dalam tanah yang asin, tercemar, dan lemah (Kelurahan Penjaringan merupakan wilayah dengan penurunan permukaan tanah lebih dari 80 cm dalam kurun waktu sepuluh tahun), masyarakat bergantung pada air bersih yang dapat dibeli eceran yang tergolong mahal (Rp. 600.000,- per bulan) dan air bersih bantuan pemerintah yang sangat terbatas kuantitasnya. Bila tidak dapat memperoleh air bersih dari kedua sumber tersebut, maka masyarakat menggunakan air yang tercemar (baik air tanah maupun air dari sumber alternatif seperti waduk) yang kemudian berakibat pada penurunan kondisi fisik. Tentu, penggunaan air Waduk Pluit memiliki potensi untuk menjadi solusi krisis air bersih Penjaringan, tetapi setelah melalui proses penjernihan. Memiliki kemampuan memproses air Waduk Pluit yang kotor dan tercemar menjadi air bersih dan layak minum, riset dan penelitian untuk mengembangkan kualitas air bersih, memberikan edukasi dan pengenalan tentang sistem penjernihan air dan perawatannya, dan tentunya tempat masyarakat Penjaringan dapat memperoleh air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumsi, merupakan tujuan perancangan Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih untuk Masyarakat Penjaringan.