Donatus Danarka Sasangka
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Potential Role of News Media in the Regional Conflict:Reading the Representation of the Potential Role of Indonesian News Media in the Conflict over Ambalat Disputed Island between Indonesia and Malaysia Sasangka, Donatus Danarka
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2005)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.771 KB)

Abstract

Abstract: Seperti halnya aktivitas sosial lainnya, praktek jurnalisme sebagai bagian dari proses produksi pesan media massa boleh dikatakan tidak akan pernah dapat kedap dari pengaruh gravitasi kepentingan ideologis yang mengelilinginya. Pada titik ini, keterkaitan praktek-praktek jurnalisme dengan kepentingan ideologis yang melingkupinya dapat diidentifikasi dari kecenderungan para jurnalis ketika melakukan framing (pembingkaian) terhadap realitas sosial yang diangkat sebagai realitas media. Seorang jurnalis akan selalu melakukan seleksi dan sekaligus memberikan prioritas terhadap elemen-elemen fakta tertentu dari realitas sosial tersebut dengan berdasarkan diri pada pertimbangan-pertimbangan ideologis yang hampir selalu dipengaruhi oleh konstelasi kepentingan di sekitarnya. Demikianpun sebaliknya, media massa sekaligus juga memiliki kekuatan strategis sebagai stimulator bagi munculnya sejumlah konstruksi sosial yang berpengaruh bagi publik. Berangkat dari dua pengandaian di atas, tulisan ini ditujukan untuk melihat secara sederhana peran potensial media massa dalam konflik seperti yang terepresentasikan dalam kecenderungan pemberitaannya untuk berpihak terhadap pihak-pihak yang bertikai.
The Potential Role of News Media in the Regional Conflict:Reading the Representation of the Potential Role of Indonesian News Media in the Conflict over Ambalat Disputed Island between Indonesia and Malaysia Sasangka, Donatus Danarka
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 2 (2005)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.771 KB) | DOI: 10.24002/jik.v2i2.244

Abstract

Abstract: Seperti halnya aktivitas sosial lainnya, praktek jurnalisme sebagai bagian dari proses produksi pesan media massa boleh dikatakan tidak akan pernah dapat kedap dari pengaruh gravitasi kepentingan ideologis yang mengelilinginya. Pada titik ini, keterkaitan praktek-praktek jurnalisme dengan kepentingan ideologis yang melingkupinya dapat diidentifikasi dari kecenderungan para jurnalis ketika melakukan framing (pembingkaian) terhadap realitas sosial yang diangkat sebagai realitas media. Seorang jurnalis akan selalu melakukan seleksi dan sekaligus memberikan prioritas terhadap elemen-elemen fakta tertentu dari realitas sosial tersebut dengan berdasarkan diri pada pertimbangan-pertimbangan ideologis yang hampir selalu dipengaruhi oleh konstelasi kepentingan di sekitarnya. Demikianpun sebaliknya, media massa sekaligus juga memiliki kekuatan strategis sebagai stimulator bagi munculnya sejumlah konstruksi sosial yang berpengaruh bagi publik. Berangkat dari dua pengandaian di atas, tulisan ini ditujukan untuk melihat secara sederhana peran potensial media massa dalam konflik seperti yang terepresentasikan dalam kecenderungan pemberitaannya untuk berpihak terhadap pihak-pihak yang bertikai.
The Potential Role of News Media in the Regional Conflict:Reading the Representation of the Potential Role of Indonesian News Media in the Conflict over Ambalat Disputed Island between Indonesia and Malaysia Donatus Danarka Sasangka
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.771 KB) | DOI: 10.24002/jik.v2i2.244

Abstract

Abstract: Seperti halnya aktivitas sosial lainnya, praktek jurnalisme sebagai bagian dari proses produksi pesan media massa boleh dikatakan tidak akan pernah dapat kedap dari pengaruh gravitasi kepentingan ideologis yang mengelilinginya. Pada titik ini, keterkaitan praktek-praktek jurnalisme dengan kepentingan ideologis yang melingkupinya dapat diidentifikasi dari kecenderungan para jurnalis ketika melakukan framing (pembingkaian) terhadap realitas sosial yang diangkat sebagai realitas media. Seorang jurnalis akan selalu melakukan seleksi dan sekaligus memberikan prioritas terhadap elemen-elemen fakta tertentu dari realitas sosial tersebut dengan berdasarkan diri pada pertimbangan-pertimbangan ideologis yang hampir selalu dipengaruhi oleh konstelasi kepentingan di sekitarnya. Demikianpun sebaliknya, media massa sekaligus juga memiliki kekuatan strategis sebagai stimulator bagi munculnya sejumlah konstruksi sosial yang berpengaruh bagi publik. Berangkat dari dua pengandaian di atas, tulisan ini ditujukan untuk melihat secara sederhana peran potensial media massa dalam konflik seperti yang terepresentasikan dalam kecenderungan pemberitaannya untuk berpihak terhadap pihak-pihak yang bertikai.