Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JUSTE (Journal of Science and Technology)

Penerapan Model Malthusian, Studi Kasus: Ambang Batas Destinasi Wisata Talaga Biru Meidy Kaseside; Fiktor Imanuel Boleu; Radios Simanjuntak; Boyke Raymond Toisuta; Mario Nikolaus Dalengkade
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 1 (2021): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.523 KB) | DOI: 10.51135/justevol2issue1page52-58

Abstract

Talaga Biru merupakan destinasi wisata yang diusung oleh Dinas Pariwisata Halmahera Utara dengan konsep ekowisata sebagai pembangunan berkelanjutan. Tapi pada kenyataannya konsep tersebut tidak tercapai karena P-RENSTRA tahun 2016 hingga 2021 tidak memuat laporan mengenai daya dukung lingkungan, maka hal ini menjadi fokus penelitian. Dengan mengusung model Mathusian memperlihatkan tingkat kunjungan sepanjang tahun 2018 yakni 57.12 wisatawan. Sedangkan analisis daya dukung lingkungan yakni total daya tampung lokasi destinasi wisata 47.83 wisatawan. Hasil kajian penelitian ini menginformasikan tingkat kunjungan wisatawan di destinasi wisata Talaga Biru berbanding terbalik dengan daya tampung lokasi destinasi wisata. Selain itu pihak pengelola kawasan destinasi wisata perlu mengatur tingkat kunjungan wisatawan.
Pengembangan Warna Alat Tangkap Bottom Gillnet terhadap Hasil Tangkapan Ikan Lolosi Biru (Caesio Caerulaurea) di Perairan Pulau Tolonuo Kabupaten Halmahera Utara Boyke Raymond Toisuta; Bobby Christian Baeruma; Ontje F. W. Tutupary; Fizai Djafar; Yisreel Franky Leatomu; Christi Vandewo Hinyole; Jidon Ishak Unetbu; Yanti Enjelina Bara
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 2 (2022): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.293 KB) | DOI: 10.51135/justevol2issue2page133-145

Abstract

Ikan lolosi biru merupakan ikan ekonomis penting yang ditangkap menggunakan Bottom gillnet. Bottom gillnet adalah jaring insang dasar yang dipasang di dasar perairan dan salah satu klasifikasi dari gillnet. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan adalah warna jaring. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh warna alat tangkap Bottom gillnet terhadap hasil tangkapan ikan lolosi biru di perairan Pulau Tolonuo. Metode penelitian adalah experimental fishing, dengan lima perlakuan warna jaring penangkapan yaitu putih, ungu, biru, hijau dan orange, pada empat stasiun penangkapan. Analisis data penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji ANOVA menyatakan adanya perbedaan nyata pada perlakuan warna jaring penangkapan. Uji Beda Nyata Terkecil menyatakan warna jaring putih dan ungu tidak beda nyata sedangkan warna jaring biru, hijau dan orange berbeda nyata. Jumlah total hasil tangkapan ikan lolosi biru paling banyak berada pada jaring warna orange sebanyak 176 ekor ikan dan hasil frekuensi panjang dan berat tubuh ikan tertinggi diperoleh jaring warna orange dengan rata-rata 22,97 – 31,05 cm dan 180,45 – 298,78 gr. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan alat tangkap Bottom gillnet berwarna jaring orange mempunyai efisiensi sangat baik dibandingkan warna jaring putih dan ungu yang efisiensi cukup baik, serta biru dan hijau yang efisiensinya kurang baik.
Dampak Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Cakalang Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah Boyke Raymond Toisuta; Rido Welem
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 3 No. 2 (2023): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/justevol3issue2page179-189

Abstract

Kabupaten Halmahera Utara saat ini dihadapi dengan pemasalahan pertumbuhan gulma dan hama penyakit tanaman serta pencemaran lingkungan. Sampai saat ini masalah tumbuhnya gulma tanaman sangat merugikan pertumbuhan, perkembangan dan hasil tanaman, sedangkan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari bau busuk pembuangan hasil limbah ikan dan merugikan kesehatan manusia. Salah satu tanaman yang sering tumbuhnya gulma adalah bayam merah dan pencemaran lingkungan dari limbah ikan cakalang. Untuk mengurangi permasalahan tersebut dikembangkan teknik penanganan dan pengolahan pupuk organik cair dari limbah ikan cakalang. Pemberian pupuk organik cair limbah ikan cakalang disesuaikan dengan konsentrasi yang tepat untuk mencegah pertumbuhan gulma dan meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam merah yang optimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair limbah ikan cakalang yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman bayam merah. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan 1:10 menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam merah lebih optimal dibandingkan dengan perbandingan 1:5 dan 1:15 dengan nilai tinggi tanaman (26,8 cm), jumlah daun (47,97 helai) dan jumlah cabang (8,06 helai).