Vinsensius Sumardi
Program Studi PGSD STKIP St. Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGKREASI KULTUR POSITIF SEKOLAH MELALUI KEPEMIMPINAN BIJAK Vinsensius Sumardi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.888 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i2.38

Abstract

Kultur sekolah pada fungsinya sebagai pembeda sekolah dengan sekolah lain menegaskan jati diri. Jati diri atau identitas sekolah yang jelas memungkinkan rasa memiliki warga sekolah. Rasa memiliki yang terpatri pada setiap warga sekolah akan menumbuhkan komitmen individu. Komitmen dimaknai sebagai suatu keadaan dimana sleuruh warga sekolah mencurahkan segenap kemampuan dan loyalitasnya untuk sekolah. Kultur sekolah positif menjadi variabel determinan menggapai sekolah efektif dan berkualitas. Mengkonstruksi kultur positif sekolah bukan sekali jadi tetapi merupakan sebuah aktivitas yang menuntut partisipasi dan kolaborasi. Membangun kultur positif sekolah menjadi salah satu tugas pemimpin. Mengkreasi kultur positif sekolah menuntut kepala sekolah tampil dengan kepemimpinan bijak yang tidak hanya mengandalkan kepala (otak) tetapi juga menyertakan hati (perasaan).
MASALAH PENDIDIKAN DAN PROFESIONALISASI SUMBER DAYA MANUSIA Vinsensius Sumardi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.725 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i2.192

Abstract

Masalah Pendidikan dan Profesionalisasi Sumber Daya Manusia. Realitas pendidikan Indonesia seakan tidak pernah berhenti dari masalah. Keluhan yang umum didengar terkait dengan mutu, relevansi dan daya saing. Tentu tidak berlebihan jika dinilai bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Asia Tenggara. Belum lagi, soal relevansi dan daya saing. Terbaca bahwa tingkat penggangguran di Indonesia masih dinilai tinggi. Soal ini, tentu membutuhkan solusi. Tawaran yang dikemas dalam tulisan ini berkaitan dengan pengaturan sumber daya manusia pendidikan melalui profesionalisasi pendidik dan tenaga kependidikan (pelatihan dan pengembangan) sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan.