Kontroversi Pertambangan Berdasarkan Telaah Pembangunan Berkelanjutan dan Kajian Eko-Wisata untuk Menyelamatkan Ekologi. Pertambangan di NTT menjadi kontroversi karena terjadimanipulasi dan rekayasa kepentingan seputar hegemoni pertambangan mineral dan hasil alam.Kesejahteraan rakyat yang dijadikan alat propaganda justeru membungkus dengan indahnya keuntungan pribadi para pengusaha pertambangan dan juga pemerintahan daerah yang secara langsung menjadi naungan dan sandaran hukum dan politik para penguasaha tersebut. Pertambangan bukan sekadar urusan pemerintah dan koorporasi tambang, apalagi komunitas eksklusif pengusaha tambang. Pertambangan membutuhkan dialektika ide, cara, pola hingga rehabilitasi alam yang menggabungkan secara holistis dan mutlak, semua pemangku kebijakan (stakeholder), semua pemilik investasi dan modal (shareholders) dan yang terpenting semua masyarakat yang menghidupi areal sekitar, yang selama sekian waktu menikmati dan memenuhi kebutuhan hariannya dari alam. Melupakan salah satu elemen adalah membiarkan konspirasi yang menghancurkan visi ini secara bersama. Kerja sama yang integratif, terbuka dan terpercaya adalah sesuatu yang niscaya dalam dialektika ini. Karena, hanya dengan kerja sama ini transfer teknologi dan pengetahuan yang bisa memanusiakan manusia dan menjamin adanya kelanjutan lingkungan hidup dapat terjadi