Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

RESISTENSI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN EKS-HIZBUT TAHRIR DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR ISLAM DI KOTA KEDIRI Ahmad Khoirul Mustamir; Muslimin Muslimin
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v1i2.2492

Abstract

Fenomena masuknya radikalisme di lembaga pendidikan dasar Islam melalui berbagai bentuk media dan cara. Alhasil, tidak sedikit lembaga pendidikan dasar Islam yang terkena virus radikalisme. Karenanya, peran prinsipal melawan radikalisme menjadi sangat penting. Di Kediri, banyak lembaga pendidikan dasar Islam dipimpin oleh pemimpin perempuan yang dianggap sebagai kelas dua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif feminisme. Objek penelitian adalah SDI AL Huda Kota Kediri (NU), SDI Wahidiyah Kota Kediri dan SD Plus Ar Rahmat Kota Kediri (Muhamadiyah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kepala sekolah menggunakan pendekatan formal dan nonformal dalam memerangi radikalisme (eks-HTI). Pendekatan formal menggunakan program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan pendekatan nonformal memanfaatkan pertemuan orang tua. Ini membuktikan, peran perempuan sangat signifikan dalam memperjuangkan pemahaman eks-HTI di lembaga pendidikan dasar Islam di Kota Kediri.
Manusia dan Karakteristiknya Menurut Al Quran (Kajian Tafsir Tarbawai) Muslimin Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.267

Abstract

Kontribusi Tafsir Maudhu'i dalam Memahami al-Quran Muslimin Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.662

Abstract

Manusia dan Karakteristiknya Menurut Al Quran (Kajian Tafsir Tarbawai) Muslimin Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.267

Abstract

Di dalam Al-Qur’an ada 3 sebutan untuk manusia yaitu: Al-Basyar, An-Nas dan Al-Insan, ketiganya mempunyai karekteristik sendiri-sendiri. Dan juga dijelaskan tentang ulah-ulah manusia sehingga Allah menurunkan adzab bagj mereka sebagai peringatan atas kelalaian mereka terhadap ajaran-ajaran Al-Qur’an. Di sisi lain menjelaskan asal penciptaan manusia adalah dari tanah yang dibentuk sesempurna mungkin, dan dikaruniai sebuah akal sehingga manusia dapat memanfaatkan dunia seisinya ini dengan baik. Akan tetapi, meskipun manusia di karuniai akal sebagai pembeda dari makhluk lain, ia juga lupa akan jati dirinya dan acapkali yang dominan dalam dirinya adalah sifat hewani. . Akan tetapi bukan berarti karena manusia disebut lemah tidak mampu melakukan syari'at-syari'at yang telah ditetapkan Allah dalam ayat-ayat muhkamatnya, sehingga dengan seenaknya menganggap semua adalah dispensasi bagi manusia. Dan Allah pun lebih tahu syari'at yang bagaimana kadar manusia bisa mengembannya. Dan apabila seorang manusia merasa berat akan syari'at yang ditetapkan Allah maka sesungguhnya itu adalah bisikan hawa naf sunya. Makhluk yang paling angkuh dan banyak membantah adalah manusia. Karena memang manusia diberi keistimewaan dalam berkilah dan berdebat. Ketika manusia mefungsikan kemampuan berargumentasinya dalam kebaikan maka, manusia pun bisa melampaui tingkat malaikat akan tetapi ketika sebaliknya, hawa nafsunya mendorong untuk mengikuti godaan setan. Maka tempat baginya adalah dasar yang paling dalam dan berkumpul dengan bermacam-macam binatang. Karena disanalah mereka dapat berbuat tanpa norma dan tanpa dikendalikan oleh rasio maupun kemauan yang positif. Dan manusia yang selalu ingkar dan gemar melakukan dosa, tempat yang cocok baginya adalah neraka.
Kontribusi Tafsir Maudhu'i dalam Memahami al-Quran Muslimin Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.662

Abstract

Secara singkat tafsir maudhu’i atau tafsir tematik dapat diformulasikan sebagai suatu tafsir yang berusaha mencari jalan keluar dari masalah-masalah yang timbul seputar al-Quran tentang kejadian-kejadian baru dengan jalan menghimpunkan ayat-ayat yang berkaitan dengannya. Kemudian dianalisis melalui ilmu-ilmu bantu yang relevan dengan masalah-masalah yang dibahas, sehingga dapat melahirkan konsep-konsep baru yang akurat dari al-Quran tentang masalah yang dibahas. Metode yang relatif baru dan dianggap aktual dalam penafsiran al-Quran berangkat dari satu kesatuan yang logis dan saling berkaitan antara satu sama lainnya. Jadi tidak ada satupun kontradiksi ayat-ayat al-Quran, hal ini semakin jelas sebagaimana yang ditegaskan pula di dalam al-Quran itu sendiri. Asumsi dasar ini berkaitan dengan prinsip yang sangat masyhur di kalangan mufassir, yaitu bahwa sebagian ayat al-Quran dapat ditafsirkan dengan ayat yang lain. Sedangkan analisis tentang kelebihan dan kekurangan tafsir maudhu’i adalah sebagai berikut: kelebihan tafsir maudhu’i adalah dapat menjawab tantangan zaman, lebih praktis, sistematis, dinamis dan mudah dipahami secara utuh. Sedangkan kelemahan dari tafsir maudhu’i biasanya adalah memenggal ayat al-Quran dari rangkaiannya dan membatasi pemahamannya disesuaikan dengan pokok bahasannya.
Efektifitas Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri Di Madrasah Diniyyah Haji Ya'qub Lirboyo Kediri Irfan Fauzan; Muslimin Muslimin
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. `1 (2018): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v8i`1.697

Abstract

Madrasah merupakan sebuah perkembangan dalam pembelajaran yang digunakan di pesantren untuk meningkatkan mutu pendidikanya, kalau mengamati awal mula berdirinya pesantren yang hanya terdapat dua metode pembelajaran yaitu sorogan dan bandongan. Dalam praktek pembelajaranya di madrasah para siswa sudah dibagi per kelas menurut kemampuanya masing-masing, meskipun sudah demikian akan tetapi pihak madrasah tidak menghapus metode klasikal seperti metode sorogan, yang menurut Zamaksyari Dhofier merupakan metode pendidikan trasdisional pendidikan Islam yang tersulit, yang membutuhkan disiplin diri, ketekunan dan utamanya adalah kesabaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut, (1). Bagaimana Peranan Metode Sorogan dalam meningkatkan minat belajar di Madrasah Diniyyah Haji Ya'qub Lirboyo Kota Kediri? (2) Bagaimana Minat Belajar Santri di Madrasah Diniyyah Haji Ya'qub Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur? (3) Apa saja Kendala Yang Dialami Madrasah Diniyyah Haji Ya'qub Lirboyo Kota Kediri dalam Usahanya Meningkatkan Minat Belajar Santri? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptip kualitatif untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan, peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan empat tahapan diantaranya, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: Pertama metode sorogan berperan aktif dalam meningkatkan minat belajar santri. Kedua Minat belajar santri Madrasah Diniyah Haji Ya'qub masih baik. Ketiga Kendala yang sering dialami pihak madrasah diantaranya adalah kebanyakan dari siswanya mengenyam pendidikan formal dan nonformal.
Implementasi Etika Belajar Dalam Perspektif Pendidikan Islam pada Siswa Program Kelas Religi: Studi Kasus di MTsN 2 Kota Kediri M. Dian Zaynul Fata Nidhomuddin; Muslimin Muslimin
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. 3 (2018): Intektual:Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v8i3.745

Abstract

Hampir semua orang mengerti dan mengetahui kepentingan dan keperluan mencari ilmu sekalipun hanya secara umum tidak secara mendetail, terutama umat islam yang diwajibkan dalam agamnya untuk menuntut ilmu tiada terbatas, selama ilmu itu membawa kemaslahatan dalam hidupnya. Tidak semua ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi orang tersebut, lmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa membawa pemiliknya agar selalu taat pada Allah swt, dan bisa di amalkan untuk kepentingan bangsa masyarkat, keluarga, dan pribadi khususnya. karena Demi kebahagiaan dunia, semua dicari dengan ilmu, demi kebahagiaan akhirat, juga dengan ilmu. Salah satu syarat mendapatkan ilmu manfaat dan barokah adalah melaksanakan etika dalam belajar. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjeleaskan: 1) Etika belajar dalam prespektif Pendidikan Islam yang diimplementasikan oleh siswa kelas progam Religi di MTsN 2 Kota Kediri, 2) Aspek yang berkontribusi pada Implementasi Etika belajar dalam Perspektif Pendidikan Islam pada Siswa kelas progam Religi di MTsN 2 Kota Kediri. Hasil analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan 1. Dalam implementasi etika belajar siswa progam religi di MTsN 2 Kota Kediri terdapat 7 poin etika yang menjadi pegangan saat belajar selama 3 tahun di Madrasah ini yaitu 1) Niat di kala belajar, 2) Memilih ilmu, guru dan teman serta ketahanan dalam belajar, 3) Menghormati ilmu dan ulama, 4) Berdoa sebelum belajar, 5) Ketekunan, kontiunitas dan cita-cita luhur, 6) Tawakal kepada Allah 7) Wara, 2. Faktor pendukung 1) keteladanan kepala dan guru 2) Motivasi / tekad siswa 3) dukungan orang tua terhadap progam kelas religi di MTsN 2 Kota Kediri 4) kurikulum yang terintregasi dengan etika etika dalam belajar sesuai dengan pendidikan islam, sedangkan faktor penghambatnya adalah 1) Belum semua pihak madrasah memberi contoh, 2) adanya siswa yang malas, 3) media yang semakin berkembang menyebabkan para siswa kurang fokus dalam niatan awal dalam belajar