Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dampak Internal Control Pada Pengelolaan Siklus Kas Dalam Organisasi Susi Sih Kusumawardhany; Yunita Kurnia Shanti; Sudarmadi Sudarmadi; Mohamad Khaerul Umam; Iqbal Aji Ramadhani; Desi Indraningsih
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 4 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i4.13486

Abstract

Salah satu aktiva yang menunjang peranan penting dalam perkembangan perusahaan adalah kas. Kas merupakan salah satu aset perusahaan yang paling penting karena kas merupakan aset yang paling cair atau liquid. Aktivitas yang melibatkan kas diantaranya adalah pada siklus penerimaan dan pengeluaran kas, dimana dalam siklus inilah merupakan bagian yang paling mudah untuk dilakukan kecurangan maupun penyimpangan kas. Sehingga pengawasan yang ketat terhadap kas melalui pengendalian internal yang baik diperlukan untuk menekan terjadinya kecurangan dalam suatu organisasi. Pengendalian internal sangat penting bagi semua organisasi, termasuk pada organisasi dalam bentuk yayasan. Yayasan adalah sebuah organisasi atau badan hukum yang memiliki tujuan dan maksud yang tujuannya tersebut bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan.Kata Kunci: Pengendalian Internal One of the assets that support an important role in the development of the company is cash. Cash is one of the most important corporate assets because cash is the most liquid or liquid asset. Activities involving cash include the cycle of receipts and cash expenditures, which in this cycle is the easiest part to commit fraud or cash irregularities. So that strict supervision of cash through good internal control is needed to suppress fraud in an organization. Internal control is essential for all organizations, including those in the form of foundations. A foundation is an organization or legal entity that has a purpose and purpose whose purpose is social, religious and humanitarian.Keywords: Internal Control
Pemahaman Akuntansi Untuk Mendukung Penyusunan Laporan Keuangan Yang Efektif Pada Yayasan Perguruan Cikini Yunita Kurnia Shanti; Susi Sih Kusumawardhany; Sudarmadi Sudarmadi
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 1 (2022): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i1.23437

Abstract

Lembaga organisasi membutuhkan cara dan teknik dalam mengelolanya, dikarenakan setiap lembaga membutuhkan kemajuan dan penataan yang sesuai dengan sistem yang berlaku dalam sebuah perkantoran maupun organisasi. Setiap penataan diperlukan sebuah pengetahuan yang mendasar tentang cara mengelola, mengatur, mengarahkan dan mengevaluasi semua bidang yang ada di dalam perkantoran maupun organisasi tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa semua yang berkaitan dengan perkantoran maupun organisasi yang dibentuk dapat berjalan dengan semestinya. Sebagaimana diketahui bahwa kemajuan sebuah perkantoran seperti kantor pemerintahan, diperlukan sistem penataan yang sistematis. Salah-satunya dalam bidang administrasi dan keuangan yang diatur dalam perkantoran pemerintahan. Perkantoran akan berkembang secara efektif, disebabkan oleh kemampuan para pekerja yang ada di perkantoran. Karena berkembangnya perkantoran membutuhkan para kinerja yang mampu mengelola keuangan dan administrasinya. Dalam menyusun laporan konsolidasi pelaksanaanya secara sistematis dan terstruktur dengan akuntabilitas, manajemen, transparansi dan intergenerational equity. Oleh karena itu, banyak sistem yang harus dipelajari mengenai cara mengelola dan mengembangkan sistem manajemen administrasi dan keuangan agar menjadi sebuah perkantoran maupun organisasi yang menonjol dan mempunyai daya perkembangan yang lebih intensif. Administrasi melingkupi seluruh kegiatan, dari pengaturan hingga pengurusan sekelompok orang yang memiliki diferensiasi pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Administrasi dapat berjalan dengan dua atau banyak orang terlibat di dalamnya.
STRENGTHENING CHARACTER, ETHICS AND DIGITAL LITERATURE DURING THE COVID-19 PANDEMIC: PENGUATAN KARAKTER, ETIKA DAN LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 Susi Sih Kusumawardhany; Yunita Kurnia Shanti; Sudarmadi Sudarmadi
PUAN INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Puan Indonesia Vol 4 No 2 Januari 2023
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v4i2.114

Abstract

Character education is something that absolutely must be implemented because basically all teachers as educators have the same goal in shaping the nation's character. Character education is not necessarily the responsibility of moral education or character and Pancasila education, but is the responsibility of all fields of study. Therefore, in the 2013 implementation curriculum, the balance of learning domains between cognitive, affective, and psychomotor is an absolute output as part of national character education. Character is a person's character or morals obtained from internalization with their environment. A person's character will be good if it is based on moral and ethical values that apply and are agreed upon in society. Emphasized the importance of three components of good character, namely moral knowledge or moral knowledge, moral feelings or feelings about morals, and moral actions or moral actions. Good character will appear after the three character components can be fulfilled in students. The purpose of this service is to strengthen character, ethics and digital literacy in the Covid 19 pandemic situation. So this service is moved to provide reinforcement to schools so that they can help and facilitate the use of digital literacy. The method we use is to provide training to schools on how to use literacy easily. Because the result of the learning process is student character development, in reality online learning is carried out by each school only for student cognitive development. Students are only given assignments and the teacher explains their respective subjects, without asking whether students have bathed or students are already in a suitable place for learning, even though the task of a teacher is not only to build students' cognitive development but also to be able to build and instill values. Good personality traits for students and that is part of the main task of a true educator.
UNDERSTANDING ACCOUNTING IN SUPPORTING REPORTS QUALITY FINANCE AT PT. PASANGGRAHAN CITRA PERSADA: PEMAHAMAN AKUNTANSI DALAM MENDUKUNG LAPORAN KEUANGAN BERKUALITAS PADA PT. PASANGGRAHAN CITRA PERSADA Yunita Kurnia Shanti; Susi Sih Kusumawardhany; Sudarmadi Sudarmadi
PUAN INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Puan Indonesia Vol 4 No 2 Januari 2023
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v4i2.120

Abstract

Financial statements are a form of accountability for the management of economic resources owned by an entity. Published financial reports must be prepared in accordance with applicable accounting standards so that these financial statements can be compared with the financial statements of the previous period or compared with the financial statements of a clear entity. Quality of financial reports - (financial statement) is the final result of the process of accounting activities or a summary of financial transactions. Financial statements are prepared to provide information about the position of assets, debts and capital that occur in the company's household as well as its profits and losses. The characteristics of financial reports in terms of quality are based on the Accounting Standards Guide (PSAK), namely: Understandability, Relevance, Materiality, Reliability, Honest presentation, Substance over form, Neutrality, Fair consideration and Completeness. Based on the problems mentioned above, we conducted community service at PT Pasanggrahan Citra Persada, which is an l‹loantral‹tor company engaged in structural work, architects and interiors, with an expert and skilled workforce. PT Pasanggrahan Citra Persada emphasizes sustainable company growth to become one of the best quality construction companies in Indonesia with competency development through human resource development, technology management and good corporate governance.
PENERAPAN INTERNAL CONTROL DALAM MEMINIMALKAN RESIKO SALAH SAJI LAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN PERGURUAN CIKINI Susi Kusumawardhany; Yunita Kurnia Shanti; Sudarmadi Sudarmadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JPMEMA) Vol. 2 No. 1 (2023): PKM-JPMEMA (Juni 2023)
Publisher : Yayasan Bina Internusa Mabarindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan keuangan adalah suatu bentuk pertanggungjawaban atas kepengurusan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Laporan keuangan yang diterbitkan harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dibandingkan dengan laporan keuangan entitas yang jelas. Internal Control merupakan suatu proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu, pengendalian internal menjadi suatu rangkaian tindakan yang bersifat pervasive dan menjadi bagian tidak terpisahkan, bukan hanya sebagai tambahan dari infrastruktur entitas. Internal control semakin dibutuhkan perusahaan yang ingin menjalankan operasional dalam mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Dasarnya pengendalian internal adalah proses dalam perusahaan yang dijalankan dengan tujuan memadai jaminan dengan tujuan pengendalian yang telah dicapai. Pengendalian internal bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, memelihara, manajemen dan karyawan lain untuk menangani risiko bisnis dan kecurangan yang diketahui. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas kami mengadakan pengabdian kepada masyarat di Yayasan Perguruan Cikini yang merupakan yayasan yang bergerak dalam dunia pendidkan Yayasan Perguruan Cikini sangat mengutamakan disiplin dalam pelaporan keuangan sehingga membutuhkan internal control untuk meminimalkan salah saji dalam laporan keuangan.
Membangun Keberlangsungan Bisnis Melalui Kesadaran dan Kesehatan Mental Masyarakat Pada Yayasan Pelita Susi Sih Kusumawardhany; Yunita Kurnia Shanti; Sudarmadi Sudarmadi
TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Vol 6 No 1 (2026): TRIDHARMADIMAS (Juli 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/tridharmadimas.v6i1.2557

Abstract

Kesadaran dan Kesehatan mental menjadi sorotan utama dalam masyarakat modern saat ini, namun masih terdapat stigma dan kurangnya pemahaman yang mengiringinya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta memperoleh manfaat berupa peningkatan kesadaran dan kesehatan mental, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya keberlangsungan bisnis perusahaan secara berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi dan mengimplementasikannya. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang keasadatrtan dan kesehatan mental, termasuk penyebab, gejala, dan cara penanganannya. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan mental, dengan respons positif yang lebih besar terhadap individu dengan masalah kesehatan mental dan penurunan stigma. Dukungan kesadaran dan kesehatan mental meningkat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi individu yang membutuhkan bantuan dalam kesehatan mentalnya. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pendekatan kesadaran dan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberlangsungan bisnis. Kolaborasi antara berbagai pihak juga memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan toleran terhadap individu dengan masalah kesadaran dan kesehatan mental. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya merawat kesadaran dan kesehatan mental untuk meningkatkan bisnis dan kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan. Kata Kunci : Keberlangsungan bisnis, Kesadaran, Kesehatan Mental Abstract : Awareness and mental health have become a main focus in today's modern society, but there are still stigmas and a lack of understanding surrounding them. The goal of this community service is to improve the quality of human resources and support sustainable development, as well as to gain benefits in the form of increased awareness and mental health, which will ultimately support the sustainable continuity of the company's business. The community service method used is Participatory Action Research (PAR), which involves active participation from various parties to identify problems, formulate solutions, and implement them. The results of the community service show an increase in public knowledge and understanding of awareness and mental health, including the causes, symptoms, and ways to address them. In addition, there has been a change in people's attitudes and behaviors towards mental health, with a greater positive response to individuals with mental health issues and a reduction in stigma. Awareness and mental health support have increased to create a more inclusive and supportive environment for individuals in need of mental health help. The conclusion of this service is that awareness and health approaches play a role in increasing public awareness about business sustainability. Collaboration between various parties also has a significant impact in creating a more supportive and tolerant environment for individuals with mental health and awareness issues. Therefore, this service contributes concretely to efforts to care for mental health and awareness to improve business and overall psychological well-being of the community. Keywords: Business sustainability, Awareness, Mental Health
Pengaruh Fee Audit, Audit Rotation, dan Audit Tenure terhadap Audit Quality Sudarmadi Sudarmadi; Meilynda Safitri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9770

Abstract

This study examines the effect of audit fees, audit rotation, and audit tenure on audit quality in insurance subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019–2024. The research applies a quantitative associative design using secondary data obtained from annual reports and audited financial statements. From a population of 18 companies, purposive sampling produced 10 companies observed for six years, resulting in 60 firm-year observations. Audit quality is measured using a binary proxy based on the use of Big Four and non-Big Four public accounting firms, while audit fees, audit rotation, and audit tenure are treated as explanatory variables. Data were processed with Microsoft Excel and analyzed through binary logistic regression using EViews 12. The likelihood ratio test shows a probability value of 0.000009, indicating that audit fees, audit rotation, and audit tenure jointly have a significant effect on audit quality. Partially, audit fees have a positive and significant effect, with a coefficient of 0.000206 and a probability value of 0.0003. Audit rotation has a negative but statistically insignificant effect, with a probability value of 0.5726, while audit tenure has a positive but statistically insignificant effect, with a probability value of 0.6174. These findings indicate that adequate audit remuneration is associated with a greater likelihood of higher audit quality, whereas auditor replacement and engagement length alone do not determine audit quality. The study emphasizes the importance of reasonable fee determination, effective audit committee oversight, and professional quality-control mechanisms.