I KOMANG RAI SATRIA BUDIMAN
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI PURA AGUNG KENTEL GUMI DI DESA PAKRAMAN TUSAN KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG. (PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU) SATRIA BUDIMAN, I KOMANG RAI
Mahasiswa S2 Brahma Widya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Mahasiswa S2 Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Pada dasarnya, pura merupakan simbol gunung atau alam semesta, tempat suci untuk menghubungkan diri dan memuja kebesaran Hyang Maha Pencipta dengan berbagai prabhawa-Nya. Di sini, Pura Agung Kentel Gumi berfungsi sebagai tempat memuja Tuhan dalam manifestasi-Nya selaku Sang Hyang Reka Bhuwana (pencipta alam semesta).Berdasarkan lontar "Raja Purana Batur", Pura Agung Kentel Gumi merupakan salah satu dari Tri Guna Pura atau Kahyangan Tiga Bali, yakni sebagai Pura Puseh Bali, tempat mohon kedegdegan dan kerahayuan jagat. Sementara Pura Batur sebagai Pura Desa-nya, tempat mohon kesuburan, dan Pura Agung Besakih sebagai Pura Dalem-nya, tempat memohon kesucian sekala-niskala. Jadi, Pura Agung Kentel Gumi juga menjadi bagian amat penting sebagai Pura Kahyangan Jagat yang di-sungsung seluruh umat Hindu. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas, maka diadakan penelitian yang lebih mendalam, agar nantinya masyarakat dapat mengetahui bentuk, fungsi serta makna teologi Hindu yang terkandung dalam Pura Agung Kentel Gumi di Desa. Adapun permasalahan yang dapat dirumuskan yaitu : bagaimanakah bentuk Pura Agung Kentel Gumi, bagaimanakah fungsi Pura Agung Kentel Gumi dan bagaimanakah makna Pura Agung Kentel Gumi di Desa Pakraman Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bentuk, fungsi dan makna teologi Hindu yang tersirat dalam Pura Agung Kentel Gumi di Desa Pakraman Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.          Penelitian yang dilaksanakan mempergunakan beberapa teori untuk membedah permasalahan yang dibahas. Teori yang dipergunakan adalah teori Fungsional Struktural untuk membedah permasalahan bentuk Pura Agung Kentel Gumi di Desa Pakraman Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, teori Simbol untuk membedah permasalahan makna Pura Agung Kentel Gumi, dan teori Religi untuk membedah permasalahan fungsi Pura Agung Kentel Gumi. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah kata kualitatif berupa keterangan yang bersumber dari informan dan literatur berupa karangan ilmiah tesis, disertasi serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, sedangkan sumber data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, dan data sekunder yang didapatkan dari literatur yang relevan dengan masalah penelitian. Data dikumpulkan dengan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta studi kepustakaan.          Temuan penelitian yang didapatkan yaitu : (1) bentuk Pura Agung Kentel Gumi berupa sejarah Pura Agung Kentel Gumi, Struktur Pura Agung Kentel Gumi, Pangempon dan Panyiwi dan ritual upacara yajnya di Pura Agung Kentel Gumi. (2) fungsi Pura Agung Kentel Gumi dapat dijabarkan yaitu memiliki fungsi religius, fungsi sosial, fungsi pendidikan dan fungsi etika. (3) makna Pura Agung Kentel Gumi yaitu makna teologi bentuk Pura Agung Kentel Gumi, makna simbol yang terkandung pada Pura Agung Kentel Gumi, makna estetika pada bentuk Pura Agung Kentel Gumi dan Makna Istadewata puja pada Pura Agung Kentel Gumi.Kata kunci : Eksistensi Pura Agung Kentel Gumi, Teologi Hindu.