Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK SERTIFIKASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU (STUDI PEMETAAN (PK) GPAI ON-LINE TINGKAT SMA KOTA PALEMBANG) Feri Irawadi; Listya Yustikarini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 03 MEI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.343 KB)

Abstract

Certification is one of the breakthroughs to improve teacher professionalism. This means that if the teacher's competence is good, then the performance will be good too. Certification should not be used as an arena for economic improvement, but the event to improve professional competence in teaching. So that certified teachers are professional teachers in educating students. The problem of this study is the impact of PAI SMA teacher certification on professionalism competencies (study of PK Online values). Therefore this study aims to determine the impact of certification on the professionalism of high school teachers in Palembang, which includes Professionalism 1 (material deepening), professionalism (scientific publications), and professionalism 3 (innovative work). This type of research is qualitative descriptive research. The subjects in this study were certified teachers in the city of Palembang and the data used through data documentation. From this study it can be concluded that the implementation of certification followed by certified teachers in the city of Palembang in the Province of South Sumatra under the auspices of the Ministry of Religion. Teachers who have been certified both civil servants and non-civil servants who have received the Ministry of Religion and Ministry of Education in Palembang are 624 people through the PLPG pathway. Teacher's performance before certification cannot be measured. After the PAI teacher competency mapping activities, the competency of PAI and Budi Pekerti teachers was seen in Palembang City. The indicators of teacher professionalism now and in the future are able to make innovations that are realized in the form of scientific publications, material deepening, and innovative work. Existing policies and regulations have set these standards and require every teacher at any level / level to implement them.
Fenomena Rendahnya Kemampuan Membaca Al-Qur’an Murid Sekolah Menengah Atas/Kejuruan di Provinsi Sumatera Selatan: Penelitian Asti Triasih; Feri Irawadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5166

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi esensial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang pendidikan menengah, karena menjadi prasyarat bagi penguatan pemahaman ajaran Islam secara komprehensif, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Namun demikian, berbagai temuan empiris menunjukkan masih menguatnya fenomena rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan murid Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi ini menjadi persoalan serius mengingat kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian integral dari tujuan pendidikan Islam yang menekankan pembentukan insan beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut secara kritis dengan menempatkannya dalam kerangka tujuan pendidikan Islam serta praktik pembelajaran PAI di sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada sejumlah SMA/SMK. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individual murid, melainkan berkaitan erat dengan keterbatasan integrasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dalam kurikulum sekolah, rendahnya intensitas pembiasaan, serta belum optimalnya strategi pedagogis guru PAI dalam mengakomodasi keberagaman latar belakang kemampuan murid. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tujuan normatif pendidikan Islam dan realitas implementasi pembelajaran Al-Qur’an di sekolah menengah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendekatan pedagogis yang lebih sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan agar pembelajaran Al-Qur’an tidak bersifat simbolik, tetapi benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi religius murid.