Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN FASHIONABLE APD UNISEX DENGAN TEKNIK SUMINAGASHI Fabio Ricardo Toreh; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i2.2045

Abstract

Perancangan ini dilakukan dalam rangka menciptakan APD Fashionable untuk unisex dengan teknik Suminagashi. Adapun perancangan ini sesuai dengan kebutuhan zaman yaitu tetap fashionable namun kesehatan juga terjada selama masa pandmei covid 19. Bahan yang digunakan sangat fungsional dan juga water repellent. Penulisan ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui observasi, dan kuesioner. Serta data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, dan internet. Adapun hasil akhir yaitu APD Fashionable dengan teknik Suminagashi untuk unisex berusia 25-45 tahun, kalangan menengah ke atas dan memiliki ketertarikan di bidang fesyen.
Perancangan Evening Wear Menerapkan Eksplorasi Akulturasi Pagoda Avalokitesvara dan Warak Ngendog Sebagai Pengembangan Motif Batik Sebrina Yang; Soelistyowati; Fabio Ricardo Toreh
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i6.555

Abstract

Kota Semarang memiliki kekayaan budaya yang tercermin melalui keberadaan Pagoda Avalokitesvara sebagai ikon wisata religi serta Warak Ngendog sebagai simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Namun, potensi visual kedua ikon budaya tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan motif batik kontemporer, khususnya pada desain busana evening wear. Penelitian ini bertujuan merancang busana evening wear dengan menerapkan pengembangan motif batik yang terinspirasi dari Pagoda Avalokitesvara dan Warak Ngendog sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan fesyen modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, serta eksplorasi kebutuhan pengguna yang melibatkan tujuh expert user dan dua belas extreme user. Proses perancangan menerapkan metode Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi unsur arsitektur Pagoda Avalokitesvara, Warak Ngendog, dan bunga teratai berhasil menghasilkan motif batik baru yang merepresentasikan nilai spiritualitas, harmoni, toleransi, dan identitas budaya Semarang. Motif tersebut diaplikasikan pada koleksi evening wear menggunakan teknik batik tulis, siluet A-line dan I-line, serta dekorasi 3D lotus flower sehingga menghasilkan lima rancangan busana dengan karakter elegan, eksklusif, dan kontemporer. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa desain memperoleh tanggapan positif dari pengguna terhadap aspek estetika, inovasi, kesesuaian konsep budaya, dan potensi pasar. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa integrasi warisan budaya lokal dengan pendekatan desain modern mampu menghasilkan produk fesyen yang inovatif sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian identitas budaya Semarang.