Dwi Ratnasari
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BAHASA INDONESIA GOES GLOBAL: PENGAJARAN BIPA (BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING) BERLANDASKAN TEORI BEHAVIORISM, INNATISM, DAN INTERACTIONISM Dwi Ratnasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.033 KB)

Abstract

Abstract — The Indonesian Language Teaching Program for Foreigners (BIPA) is increasingly widespread both in BIPA training institutions in Indonesia as well as in BIPA training institutions overseas. This development indicates that currently Indonesian language has started to reach the interest of foreigners both residing in Indonesia and overseas with various purposes. Unfortunately, as foreigners, they often make mistakes in Indonesian language. Due to the misuse of Indonesian language by foreigners, there needs to be a deeper study about what factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and about how to teach Indonesian language to foreigners by considering the theories of language acquisition, i.e. behaviorism, innatism, and interactionism. The purpose of this paper is to briefly describe the factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and the theories of language acquisition, namely behaviorism, innatism, and interactionism. Keywords — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorism, innatism, interactionismAbstrak — Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) semakin marak dilaksanakan baik di lembaga-lembaga pelatihan BIPA dalam negeri maupun di lembaga-lembaga pelatihan BIPA luar negeri. Perkembangan ini menunjukkan bahwa saat ini Bahasa Indonesia sudah mulai dilirik dan diminati oleh penutur asing baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri dengan berbagai tujuan. Namun sebagai penutur asing, mereka seringkali melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Dengan adanya masalah berupa kesalahan penggunaan Bahasa Indonesia oleh penutur asing ini, perlu adanya sebuah kajian yang lebih dalam tentang faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan tentang bagaimana sebaiknya mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing dengan mempertimbangkan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori  behaviorist, innatist, dan interactionist.Tujuan dari makalah ini adalah untuk memaparkan secara singkat faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori behaviorist, innatist, dan interactionist. Kata Kunci — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorist, innatist, interactionist