Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Buwuh Dalam Perspektif Akuntansi Piutang dan Hibah di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Eviana Dwi Saputri; Muhammad Hasyim Ashari
PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study discusses the Buwuh tradition in the perspective of accounting (accounts receivable or grant) in the Lowokwaru of Malang City. The purpose of this study is to explain the phenomenon of traditional traditions that occur in the Lowokwaru of Malang City in the perspective of accounting: accounts receivable or grant. In this study, researchers used descriptive qualitative methods. The researcher tried to obtain information about the opinion of the residents in sub-district Lowokwaru Malang City about the Buwuh tradition in the perspective of account receivable or in-depth and comprehensive accounting. The results of research and analysis on the practice of the Buwuh tradition in the perspective of accounts receivable accounting and grants in the Lowokwaru of Malang City have two perspectives, namely 9 informants arguing that the Buwuh tradition is a grant and 4 informants argue that the Buwuh tradition is a receivables. The final conclusions of this study are: (1) The first group sentenced him as a grant, stating that the practice of the people in Lowokwaru of Malang City was a form of sincerity of the giver of the buwuh which was done purely to help and help each other and not expect a reward or reply from the owner of the title; (2) The second group is the group that punishes it as accounts receivable because the habits that occur in the community of Lowokwaru of Malang City are related to buwuh practices which have debt implications so that there is a need to be returned in accordance with the previously handed over amounts or forms. Keywords - Buwuh Traditions, Receivables, Grants Abstrak Penelitian ini membahas mengenai tradisi buwuh dalam perspektif akuntansi (piutang atau hibah) di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena tradisi buwuh yang terjadi di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang dalam perspektif akuntansi piutang atau hibah. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti mencoba untuk memperoleh informasi mengenai pendapat warga kecamatan Lowokwaru Kota Malang tentang tradisi buwuh dalam perspektif akuntansi piutang atau hibah secara mendalam dan komperehensif. Hasil penelitian dan analisis tentang praktik tradisi buwuh dalam perspektif akuntansi piutang dan hibah di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang memiliki dua perspektif yaitu 9 informan berpendapat bahwa tradisi buwuh tersebut merupakan hibah dan 4 informan berpendapat bahwa tradisi buwuh tersebut merupakan piutang. Kesimpulan akhir penelitian ini adalah: (1) Kelompok pertama menghukuminya sebagai hibah sehingga menyatakan bahwa praktik buwuh yang terjadi di masyarakat Kecamatan Lowokwaru Kota Malang adalah bentuk keikhlasan pemberi buwuh kepada pemilik hajat yang dilakukan murni untuk saling membantu dan menolong sesama dan tidak boleh mengharapkan imbalan atau balasan dari pemilik hajat; (2) Kelompok kedua adalah kelompok yang menghukuminya sebagai piutang karena kebiasaan yang terjadi di masyarakat Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terkait praktik buwuh yang memiliki implikasi hutang-piutang sehingga ada keharusan untuk dikembalikan sesuai dengan jumlah atau bentuk yang diserahterimakan sebelumnya. Kata Kunci – Tradisi Buwuh, Piutang, Hibah
Analisis Balanced Scorecard Dalam Mengukur Kelayakan Usaha Pada Second Thrift Malang Septi Ayu Ardani; Muhammad Hasyim Ashari
PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/prive.v6i1.2575

Abstract

This research was conducted with the aim of analyzing the business feasibility of Second Thrift Malang based on the consideration that the business is engaged in used fashion goods which are currently very potential to be developed, so it is necessary to do an analysis using a balanced scorecard to find out whether the business is feasible or not. is carried out using considerations from a financial perspective, a customer perspective, an internal business process perspective, as well as a learning and growth perspective. This research uses a quantitative descriptive method with a case study approach. The data source used is secondary data from reports presented in 2022, using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. While data analysis uses the balanced scorecard in measuring the business feasibility of Second Thrift Malang. The results show that the business being run by Second Thrift Malang cannot be said to be feasible to continue. This is because in the financial perspective, the customer perspective, as well as the growth and learning perspective experienced a decline even though it showed an increase in internal business processes, but had not made a maximum contribution to business progress. In addition, the Second Thrift Malang business is not feasible to continue because there is no proper strategy and careful planning in running the business. Keywords: Business Feasibility, Balanced Scorecard   Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa kelayakan usaha dari Second Thrift Malang berdasarkan pada pertimbangan bahwa usaha tersebut bergerak dalam bidang barang fashion bekas layak guna yang pada perkembangan saat ini sangat potensial sekali untuk dikembangkan, sehingga perlu dilakukan analisa menggunakan balanced scorecard untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan dengan menggunakan pertimbangan dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan yang disajikan pada tahun 2022, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan balanced scorecard dalam mengukur kelayakan usaha Second Thrift Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan oleh Second Thrift Malang dapat dikatakan belum layak untuk dilanjutkan. Hal ini disebabkan karena dalam perspektif keuangan, perspektif pelanggan, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mengalami penurunan meskipun menunjukkan peningkatan dalam proses bisnis internal, akan tetapi belum memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan usaha. Selain itu, usaha Second Thrift Malang belum layak dilanjutkan karena belum adanya strategi yang tepat dan perencanaan yang matang dalam menjalankan usahanya. Kata Kunci: Kelayakan Usaha, Balanced Scorecard
Mewujudkan Keberhasilan Usaha dengan Penerapan Akuntansi Hijau Muhammad Hasyim Ashari; Yudhi Anggoro
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.611 KB) | DOI: 10.33795/jraam.v5i1.005

Abstract

This study aims to determine the practicality of the green accounting practices at Public Hospitals in Malang Raya which is expected to have an impact on business success. The approach used is descriptive quantitative. The results show green accounting practices in Malang Raya Hospital have an effect of 42.3% on business success. The novelty of the research lies in the green accounting practices that consist of financial, social, and environmental activities in measuring business success. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penerapan akuntansi hijau pada RSU Malang Raya yang berdampak pada tercapainya keberhasilan usaha. Pendekatan yang digunakan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penerapan akuntansi hijau di RSU Malang Raya berpengaruh sebesar 42.3% terhadap keberhasilan usaha. Kebaharuan penelitian terletak pada adanya akuntansi hijau yang dalam penerapannya melibatkan aktivitas berhubungan dengan keuangan, sosial serta lingkungan dalam mengukur keberhasilan usaha.