This research was conducted with the aim of analyzing the business feasibility of Second Thrift Malang based on the consideration that the business is engaged in used fashion goods which are currently very potential to be developed, so it is necessary to do an analysis using a balanced scorecard to find out whether the business is feasible or not. is carried out using considerations from a financial perspective, a customer perspective, an internal business process perspective, as well as a learning and growth perspective. This research uses a quantitative descriptive method with a case study approach. The data source used is secondary data from reports presented in 2022, using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. While data analysis uses the balanced scorecard in measuring the business feasibility of Second Thrift Malang. The results show that the business being run by Second Thrift Malang cannot be said to be feasible to continue. This is because in the financial perspective, the customer perspective, as well as the growth and learning perspective experienced a decline even though it showed an increase in internal business processes, but had not made a maximum contribution to business progress. In addition, the Second Thrift Malang business is not feasible to continue because there is no proper strategy and careful planning in running the business. Keywords: Business Feasibility, Balanced Scorecard Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa kelayakan usaha dari Second Thrift Malang berdasarkan pada pertimbangan bahwa usaha tersebut bergerak dalam bidang barang fashion bekas layak guna yang pada perkembangan saat ini sangat potensial sekali untuk dikembangkan, sehingga perlu dilakukan analisa menggunakan balanced scorecard untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan dengan menggunakan pertimbangan dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan yang disajikan pada tahun 2022, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan balanced scorecard dalam mengukur kelayakan usaha Second Thrift Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan oleh Second Thrift Malang dapat dikatakan belum layak untuk dilanjutkan. Hal ini disebabkan karena dalam perspektif keuangan, perspektif pelanggan, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mengalami penurunan meskipun menunjukkan peningkatan dalam proses bisnis internal, akan tetapi belum memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan usaha. Selain itu, usaha Second Thrift Malang belum layak dilanjutkan karena belum adanya strategi yang tepat dan perencanaan yang matang dalam menjalankan usahanya. Kata Kunci: Kelayakan Usaha, Balanced Scorecard