Syarah Wahyuni Syamsir
Akademi Keperawatan Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU MAKASSARTHE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON YOUTH KNOWLEDGE ABOUT PREVENTION OF HIV/AIDS IN COMPUTER VOCATIONAL SCHOOL, MUTIARA ILMU MAKASSAR Djuhadiah Saadong; Subriah Subriah; Syarah Wahyuni Syamsir
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.684 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.607

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan angka kejadian HIV/AIDS yang cukup tinggi. Pada tahun 2015, penderita HIV sebanyak 30.935 kasus dan AIDS  7.185 kasus. Sedangkan penderita HIV  pada usia remaja sebanyak 1.458 kasus, dan penderita AIDS sebanyak 218 kasus.   tahun 2016 penderita HIV sebanyak 41.250 kasus dan AIDS 7.491 kasus.  Sedangkan penderita HIV pada usia remaja sebanyak 1.916 kasus dan AIDS sebanyak 220 kasus. maka dapat dikatakan adanya peningkatan kasus HIV sebesar 33% dan kasus AIDS  sebesar 4%. Sedangkan kasus HIV pada remaja mengalami peningkatan sebesar 31% dan AIDS sebesar 1%.Penelitian ini adalah jenis Kuantitatif, menggunakan rancangan  Pra eksperimen one group pretest posttest design rancangan menggunakan satu kelompok subjek, pengukuran dilakukan  sebelum dan setelah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar pada bulan Juli 2018.Populasi adalah siswa kelas X berjumlah 178 siswa adapun Sampel sebanyak 33 orang  kelas X. Penelitian ini menggunakan teknik cluster. penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian disimpulkan pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS  sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 69.7% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan meningkat menjadi 93.9%, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 24.2%. ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja didukung dengan hasil uji statistik Wilcoxon  dengan nilai ρ = 0.021. Kata Kunci : Remaja, Pendidikan Kesehatan,  HIV/AIDSTHE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON YOUTH KNOWLEDGE ABOUT PREVENTION OF HIV/AIDS IN COMPUTER VOCATIONAL SCHOOL, MUTIARA ILMU MAKASSARDjuhadiah Saadong1], Subriah2], SyarahWahyuni Syamsir3]Midwaifery Department of Health Poltytechnic MakassarMidwaifery Department of Health Poltytechnic MakassarMakassar Nursing Academy Makassar Indonesia is a contry with a high incidence of HIV/AIDS. In 201, there were 30.935 HIV cases and 7.185 AIDS cases. Some HIV sufferers in adolescence are 1.458 cases, and suffer from AIDS in 218 cases. In 2016 there were 41.250 HIV sufferers and 7491 cases of AIDS were as there were 1916 cases of HIV and teenagers with 220 cases of AIDS, so there could be an increase in HIV cases by 33% and AIDS cases by 4%. Where as HIV cases in adolescents have increased by 31% and AIDS by 1%. This study was a quantitative type, using a Pre-experimental design of one group pretest posttest design using a group of subject, measurements were made before and after treatment. This research was conducted at Mutiara Ilmu Makassar Computer Vocational School in July 2018.The population was students of class X totaling 178 students to samples of 33 class X students. This study used cluster techniques. This study used the Wilcoxon test. The results before the health education were given were the findings of a conclusion on the prevalence of HIV infection and 69,7%  and after being given knowledge health education increased to 93,9%, there was an increase in knowledge by 24,2%. There is the influence of health education on adolescent assesment supported by Wilcoxon statistical test result with a value of p- 0,021. Keywords: Teenagers, Health Education, HIV/AIDS
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI LIMA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN MAROS Syarah Wahyuni Syamsir
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.172

Abstract

Perilaku kesehatan reproduksi remaja saat ini cenderung kurang mendukung terciptanya remaja berkualitas. Angka aborsi di kalangan remaja saat ini diperkirakan sekitar 700 - 800 ribu kasus pertahun, perempuan usia 15 – 19 tahun yang telah menjadi ibu mencapai 10 %. Proporsi remaja di daerah pedesaan yang sudah mengandung dua kali lebih tinggi dari remaja di perkotaan, perempuan yang kurang berpendidikan cenderung mulai mengandung pada usia lebih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri di SMAN 3, 4, 6, 8 dan 9 Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 13-15 tahun kelas X di lima SMAN diketahui jumlah remaja putri sebanyak 600 orang. Pengolahan data menggunakan program komputer dan analisis data pada penelitian ini adalah univariat. Kesimpulan dari hasil penelitian diperoleh bahwa gambaran pengetahuan remaja putri di lima sekolah Kabupaten Maros (SMAN 3, SMAN 4, SMAN 6 Bontoa, SMAN 8 Mandai dan SMAN 9 Marusu) seluruhnya memiliki yang baik mengenai kesehatan reproduksi pada remaja putri sebanyak 600 orang (100%), sebagian besar memiliki sikap yang baik mengenai kesehatan reproduksi pada remaja putri sebanyak 373 orang (62,2%), dan sebagian besar remaja putri memiliki praktek yang baik sebanyak 471 orang (78,5%). Disarankan dengan adanya penelitian ini, pihak sekolah dapat lebih memperhatikan para siswa dan siswi khususnya pada pendidikan reproduksi remaja. Dengan diadakannya kelas terbuka yang beranggotakan para siswa dan siswi ini agar dapat mempelajari lebih dalam mengenai kesehatan reproduksi remaja seperti organisasi KRR.
DROP OUT IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL (Studi Analitik Di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru) Syarah Wahyuni Syamsir
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.224

Abstract

Tetanus neonatarom yang terjadi pada bayi disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat. Penyakit ini disebabkan karena clostridium tetani yang bersifat anaerob dimana kuman tersebut berkembang tanpa adanya oksigen. Tetanus pada bayi ini dapat disebabkan karena tindakan pemotongan tali pusat yang kurang steril, untuk penyakit ini masa inkubasinya antara 5-14 hari.Angka Kematian Bayi (AKB) disebabkan oleh tetanus neonatorum di Indonesia masih tinggi pada tahun 2013, dilaporkan terdapat 78 kasus Tetanus Neonatorum dengan jumlah meninggal 42 kasus. Dengan demikian, Case Fatality Rate (CFR) Tetanus Neonatorum pada tahun 2013 sebesar 53,8%, meningkat dibandingkan tahun 2012 yang sebesar 49,6%. Kasus yang meninggal tersebut dilaporkan dari 11 provinsi. (Depkes RI, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor determinan drop out imunisasi Tetanus Toxoid (TT) ibu hamil di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, Yaitu suatu rancangan yang mengkaji hubungan variable independen (petahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dukungan keluarga, dan paritas) dengan variabel dependen (drop out imunisasi tetanus toxoid ibu hamil).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara efek samping dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara paritas dengan drop out imunisasi TT ibu hamil.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dan paritas dengan droup out imunisasi TT ibu Hamil. Disarankan perlunya peningkatan pengetahuan ibu akan informasi kesehatan khususnya imunisasi baik yang dilakukan oleh kader kesehatan ataupun petugas kesehatan, diharapkan kepada petugas kesehatan memberikan pelayanan sayang ibu agar pada saat imunisasi ibu tidak terlalu merasakan efek samping dari pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT), dan diharapkan kepada ibu hamil yang sudah berpengalaman melahirkan agar tetap mendapatkan imunisasi TT agar dapat terhindar dari penyakit tetanus dan bagi anaknya tidak menderita tetanus neonatorum.