Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prediksi Ketahanan PC Overclocking dengan Menggunakan Regresi Linier Miko Kastomo Putro; Muhammad Suyanto; Eko Pramono
(JurTI) Jurnal Teknologi Informasi Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurti.v5i1.1451

Abstract

Abstract - Overclocking is an activity in which people increase the variables in a computer device. Along with the development of PC technology, several vendors will automatically compete in creating attractive features for vendors to increase the performance of a computer, one of which is the Overclocking feature. If not used carefully, the overclocking feature will cause the computer to experience problems such as sudden shutdown or a severe smell of burning components. Therefore, this research is made so that computer users who take advantage of this feature can be more careful or understand the limits of the capabilities of their components. This study also only focuses on linear regression which is useful for making a prediction that the computer can have high performance without the risk of damaging other components. The results were also quite good where the MSE, RMSE and MAPE error rates were not more than 1.25..Keywords  - Overclocking, Computer, Regresi, MSE, RMSE, MAPE.  Abstrak – Overclocking merupakan kegiatan di mana orang melakukan peningkatan pada variabel didalam sebuah perangkat komputer. Seiring dengan berkembangnya teknologi suatu perangkat PC, maka otomatis beberapa vendor akan bersaing dalam menciptak fitur-fitur yang menarik digunakan untuk para vendor dalam menaikkan peforma dari sebuah komputer tersebut salah satunya adalah fitur Overclocking. Fitur overclocking sendiri jika tidak digunakan secara hati-hati akan membuat komputer tersebut mengalami gangguan seperti mati secara tiba-tiba atau yang parah bisa terjadinya bau kompone terbakar. Maka dari itu, penelitian ini dibuat agar para penguna komputer yang memfaatkan fitur ini bisa lebih hati-hati atau mengerti batas dari kemampuan dari komponen mereka. Penelitian ini juga hanya berfokus pada regresi linear yang berguna untuk membuat sebuah prediksi komputer tersebut bisa memiliki peforma tinggi dengan tidak memiliki resiko merusak komponen lainnya. Hasilnya pun juga cukup baik dimana tingkat eror MSE, RMSE dan MAPE tidak lebih dari 1,25. Kata Kunci – Overclocking, Komputer, Regresi, MSE, RMSE, MAPE.
Improving DCT-based JPEG Steganography using Adaptive LSB Matching for Resistance to Entropy-based Detection Intan Utami; Senie Destya; Miko Kastomo Putro
SISTEMASI Vol 15, No 3 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i3.6002

Abstract

Data transmission security has become a critical issue in the digital era, where steganography plays an important role in concealing confidential information within digital media. A key limitation of conventional Discrete Cosine Transform (DCT)-based steganography in JPEG images is its vulnerability to statistical detection through entropy analysis, as well as the risk of significant degradation in visual quality. This study aims to enhance DCT-based steganography techniques to minimize entropy-based detection while maintaining an optimal Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR). The proposed method employs an Adaptive LSB Matching approach by embedding messages into low-to-mid frequency coefficients using an adjustment mechanism (x±1). The performance of this method is then compared with the standard DCT approach. Experimental results show that the proposed method is able to preserve visual quality, achieving an average PSNR of 40.41 dB under maximum payload conditions, while reducing the entropy difference (ΔH) to 0.00251. These findings demonstrate that the developed technique is more robust against statistical steganalysis attacks and provides better visual fidelity compared to conventional methods.
Analisis Komparatif Kinerja Komputasi Brute Force pada Arsitektur GPU NVIDIA Turing, Ampere, dan Ada Lovelace Miko Kastomo Putro
The Indonesian Journal of Computer Science Research Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Hemispheres Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59095/ijcsr.v5i1.253

Abstract

Dalam investigasi forensik digital, efektivitas serangan brute force untuk pemulihan kata sandi sangat bergantung pada kapasitas komputasi perangkat keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja tiga generasi Graphics Processing Unit (GPU) kelas menengah NVIDIA, yaitu GeForce GTX 1660 Ti (Turing), RTX 3050 (Ampere), dan RTX 4060 (Ada Lovelace). Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan perangkat lunak Hashcat untuk mengukur hashrate, latensi, dan suhu pada tiga algoritma dengan kompleksitas berbeda: MD5, SHA-256, dan Bcrypt. Hasil pengujian menunjukkan bahwa RTX 4060 mendominasi seluruh skenario pengujian dengan peningkatan kinerja signifikan. Namun, ditemukan fenomena anomali pada komparasi generasi sebelumnya. Pada algoritma berbasis memory-bound (MD5 dan SHA-256), GTX 1660 Ti justru mengungguli RTX 3050 hingga 47% karena keunggulan lebar jalur memori 192-bit. Sebaliknya, pada algoritma compute-bound (Bcrypt), RTX 3050 berbalik unggul dua kali lipat dibandingkan GTX 1660 Ti berkat efisiensi arsitektur core yang lebih modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun arsitektur terbaru (RTX 4060) menawarkan performa terbaik, pemilihan perangkat keras pada anggaran terbatas harus disesuaikan dengan karakteristik target algoritma, di mana spesifikasi memory bus menjadi faktor krusial untuk algoritma ringan
Analisis Sentiment Kepuasan Masyarakat Terhadap Identitas Kependudukan Digital Dengan Multinomial Naïve Bayes Miko Kastomo Putro; Ali Mustopa; Joko Dwi Santoso; Eka Wahyu Sholeha
Intechno Journal : Information Technology Journal Vol. 6 No. 1 (2024): July
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/intechnojournal.2024v6i1.1687

Abstract

Baru baru ini pemerintah menerbitkan sebuah kebijakan baru yaitu KTP Digital. Penggunaan KTP digital ini bertujuan untuk meningkatakan efisiensi dan keamanan data penduduk. Maka dari itu peneliti akan menganalisa kepuasan masyarakat yang sudah menggunakan Aplikasi KTP Digital atau IKD dengan menggunakan Metode Naïve Bayes. Penelitian ini juga bertujuan untuk bisa mengetahui kelemahan dari aplikasi IKD menurut pengguna dan diharapkan penelitian ini bisa menjadi sebuah pedoman untuk pemerintah jika ingin melakukan upgrade sistem IKD.
Perbandingan TF-IDF dan Sentence-IndoBERT untuk Klasifikasi Emosi Ulasan Produk Indonesia Miko Kastomo Putro; Mursyid Ardiansyah
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol. 15 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v15i4.3872

Abstract

Informal Indonesian product reviews containing lexical variation posed challenges for emotion classification. This study aimed to compare term frequency-inverse document frequency and Sentence-IndoBERT representations using the same logistic regression classifier so that the effect of text representation could be examined under controlled conditions. The PRDECT-ID dataset was audited, cleaned of duplicates and label conflicts, and reduced to 5,261 reviews. The data were stratified into 70% training, 15% validation, and 15% testing sets. Performance was evaluated using accuracy, macro precision, macro recall, macro F1-score, weighted F1-score, and a confusion matrix. The results showed that term frequency-inverse document frequency achieved 64.05% accuracy and a 60.88% macro F1-score, outperforming Sentence-IndoBERT, which achieved 63.67% accuracy and a 59.28% macro F1-score. The novelty lay in a controlled experiment using the same classifier, data partition, and evaluation procedure. The findings indicated that word-based representation was more effective and computationally efficient for the evaluated dataset. Keywords: Emotion Classification; Indonesian Product Reviews; Text Representation; Logistic Regression; Machine Learning    Abstrak Ulasan produk berbahasa Indonesia yang singkat, informal, dan mengandung variasi kata telah menimbulkan kesulitan dalam klasifikasi emosi. Penelitian ini telah membandingkan representasi term frequency-inverse document frequency dan Sentence-IndoBERT menggunakan regresi logistik yang sama agar pengaruh representasi teks dapat diamati secara terkontrol. Dataset PRDECT-ID telah diaudit, dibersihkan dari duplikasi dan konflik label, lalu menghasilkan 5.261 ulasan yang dibagi secara terstratifikasi menjadi 70% data pelatihan, 15% data validasi, dan 15% data pengujian. Kinerja telah dievaluasi menggunakan akurasi, presisi makro, recall makro, skor F1 makro, skor F1 berbobot, dan confusion matrix. Hasil pengujian telah menunjukkan bahwa term frequency-inverse document frequency memperoleh akurasi 64,05% dan skor F1 makro 60,88%, lebih tinggi daripada Sentence-IndoBERT dengan akurasi 63,67% dan skor F1 makro 59,28%. Kebaruan penelitian telah ditunjukkan melalui eksperimen terkontrol dengan pengklasifikasi, pembagian data, dan prosedur evaluasi yang sama. Temuan tersebut telah memperlihatkan bahwa representasi berbasis kata lebih efektif dan efisien untuk dataset yang digunakan. Kata kunci: Klasifikasi Emosi; Ulasan Produk Indonesia; Representasi Teks; Logistic Regression; Machine Learning