Luthfiah Mawar
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DIARE DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LANGKAT Wan Rizky Chairunnisa; Dinda Asa Ayukhaliza; Luthfiah Mawar
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1285

Abstract

Penyakit diare masih menjadi perhatian pemerintah, salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan kejadian diare adalah dengan pengadaan program pencegahan dan pengendalian penyakit diare. Dinkes Kabupaten Langkat menunjukkan jumlah kasus diare mengalami kenaikan pada tahun 2016 sebanyak 12.821, dan pada tahun 2017 meningkat sebesar 17.897. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program pencegahan dan pengendalian penyakit diare di Dinkes Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian diambil berdasarkan purposive sampling berjumlah 1 orang yaitu Staff P2PM bidang/program diare Dinkes Kabupaten Langkat. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa Dinkes Kabupaten Langkat terdapat satu petugas pelaksana program diare yang juga bertugas sebagai pemegang program HIV/AIDS, belum ada pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan petugas dalam melaksanakan program diare dikarenakan belum adanya dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini, penyediaan logistik seperti obat-obatan telah tersedia, upaya penjaringan kasus dilakukan dengan melakukan home visit, promosi kesehatan terkait diare tidak dilakukan secara rutin, beberapa puskesmas yang letaknya jauh menyebabkan laporan yang tidak lengkap dan tidak tepat waktu serta kader kesehatan kurang aktif dalam menjalankan tugasnya. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan kepada Dinkes Kabupaten Langkat agar melaksanakan promosi kesehatan terkait diare secara rutin minimal 3 bulan sekali dan menindak tegas dengan memberikan sanki kepada puskesmas yang datanya tidak lengkap dan tidak tepat waktu sehingga ke depannya dapat diperbaiki kelengkapan dan ketepatan datanya.
Community Based Prevention Strategies for Collective Trauma in Conflict Zones of the Middle East M. Agung Rahmadi; Luthfiah Mawar; Liza Adilia Pury; Naura Aqilah Rizal; Wilda Simangunsong; Helsa Nasution; Nurzahara Sihombing; Annisa Ardianti Br Tarigan
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i4.926

Abstract

This meta-analysis provides an in-depth examination of the effectiveness of community-based interventions in alleviating collective trauma experienced by populations in conflict zones of the Middle East, compiling 47 empirical studies (N = 12,483) published between 2000 and 2023. The synthesis indicates a significant impact of community-based interventions on reducing PTSD symptoms, with a substantial effect size (d = 0.82, 95% CI [0.76, 0.88], p < .001) and moderate heterogeneity (I² = 68%), reflecting inter-study variation yet remaining within interpretable bounds. Among the strategies analysed, community psychosocial support programs demonstrated the most pronounced effectiveness (β = 0.74, p < .001), followed by collective narrative therapy (β = 0.68, p < .001) and family-based rehabilitation interventions (β = 0.59, p < .001), all underscoring the relevance of approaches rooted in social networks and interpersonal relations. Moderator analyses revealed that longer program duration, particularly interventions spanning at least 6 months (β = 0.71, p < .001), and active engagement of local leaders (β = 0.65, p < .001) were critical determinants of intervention success. Furthermore, meta-regression findings indicated a strong and consistent correlation between the intensity of community involvement and reductions in collective trauma symptoms (R² = 0.73, p < .001), highlighting that social participation is not merely complementary but constitutes the foundation of program efficacy. In the researchers' view, these findings extend the contributions of prior studies by Hassan et al. (2016) and Morrison & Marrison (2024) by affirming the central role of local wisdom in trauma recovery processes, while offering a conceptual contribution in the form of an integrative framework that merges psychosocial interventions with community cultural values. Consequently, these results provide not only an empirical basis for developing more effective trauma-healing programs in Middle Eastern conflict zones but also underscore the urgency of contextual adaptation to ensure that interventions meet the most essential needs of affected populations.