This Author published in this journals
All Journal MEDIA MATRASAIN
Rieneke Luisa Evany Sela
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AESTHETIC OF A PLACE (ESTETIKA SEBUAH TEMPAT) Rumambi, Elisa; Sela, Rieneke Luisa Evany
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBudaya dan karakteristik manusia mempunyai suatu keterkaitan fisik dalam rangka pembentukan identitas suatu wilayah yang ditempatinya. Sementara kota merupakan suatu aspek besar dalam kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan pembangunan dan perencanaan kawasan perkotaan, kota dan artistiknya dalam arti place sangatlah penting dalam pencitraan dan pemaknaan identitas suatu tempat.Sementara itu, estetika sebuah tempat merupakan ciri khas dan identitas sebuah tempat pada perkotaan, termasuk yang dibentuk oleh keindahan arsitektural bangunannya. Tidak mudah untuk memahami nilai estetika sebuah tempat. Untuk bisa memahaminya maka perlu diperhatikan faktor-faktor pembentuk estetika sebuah place dan tujuh prinsip sebuah place secara estetis.Dengan adanya apresiasi terhadap keindahan dan keberadaan suatu tempat sangatlah mempengaruhi kualitas produk perancangan kawasan kota atau sebuah tempat yang akan terwujud lebih baik.Kata Kunci : estetika, place, kota
KAJIAN PENGARUH URBAN SPRAWL TERHADAP PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR DI KECAMATAN MAPANGET Tambani, Jessica; Sangkertadi, .; Sela, Rieneke Luisa Evany
MEDIA MATRASAIN Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat, dimana jumlah penduduk pada tahun 1992 sebanyak 23.789 jiwa dan pada tahun 2017 sebanyak 53.716 jiwa, ini membuktikan pesatnya pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh urbanisasi dengan munculnya kawasan permukiman baru sebagai wadah pertumbuhan penduduk. Urbanisasi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan daerah pinggiran kota terus berkembang dan mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Kondisi ini dapat berdampak pada pemekaran kota sebagai akibat dari ekspansi perkotaaan yang tidak terkendali. Oleh karna itu, urban sprawl dapat mengakibatkan kebutuhan ruang untuk tempat tinggal yang berdampak pada kedudukan fungsi perkotaan sehingga kenampakan fisik kekotaan mengalami perembetan ke arah luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat urban sprawl dan mengakaji pengaruh urban sprawl terhadap perkembangan kondisi infrastruktur di Kecamatan Mapanget. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana teknik analisis datanya berupa analisis deskriptif, spasial dan skoring dengan sumber data penelitian secara time series dari tahun 1992, 2002, 2012, dan 2017. Berdasarkan hasil penelitian (1) 5 kelurahan dari 10 kelurahan di Kecamatan Mapanget teridentifikasi urban sprawl dimana 2 kelurahan masuk dalam tingkat tipologi 1 (urban sprawl rendah), 1 kelurahan masuk dalam tingkat tipologi 2 (urban sprawl sedang) dan 2 kelurahan masuk dalam tingkat tipologi 3 (urban sprawl tinggi). (2) kondisi infrastruktur mengalami perembetan kenampakan fisik kekotaan kearah luar serta dapat mempengaruhi perkembangan prasarana diantaranya jaringan jalan, jaringan drainase dan jaringan listrik serta sarana berupa peribadatan, pendidikan, dan kesehatan sebagai faktor yang mengindikasikan tahapan pertumbuhan penutupan lahan urban di wilayah penelitian melalui analisis secara time series.
ANALOGI DRAMATURGI DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Tawalujan, Yieldni; Sela, Rieneke Luisa Evany
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dahulu drama dan arsitektur sudah menjadi suatu bagian dalam kehidupan manusia. Dalam teori arsitektur ada sebuah analogi yang sering digunakan para ahli untuk menjelaskan arsitektur itu sendiri, yaitu analogi Dramaturgi. Kegiatan-kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater (“seluruh dunia adalah panggung”), karena itu lingkungan buatan dapat dianggap sebagai pentas panggung. Manusia memerankan peranan, dan demikian pula bangunan-bangunan merupakan rona panggung dan perlengkapan yang menunjang pagelaran panggung. Menganalisis sebuah karya drama memiliki beberapa pendekatan, salah satunya dengan “Pendekatan Ekspresif”. Dalam pendekatan ini pengarang dianggap sebagai faktor yang paling penting dalam proses penciptaan suatu karya sastra drama. Pandangan ini  jika ditarik kedalam perancangan Arsitektur, persis memposisikan arsitek sebagai sutradara, karena arsiteklah yang paling bertanggung jawab dalam pengejawantahan alur/ plot cerita hingga  akhirnya hadirlah geometri yang mempunyai jiwa. Kata kunci : Analogi, Dramaturgi, Arsitektur.
ANALOGI DRAMATURGI DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Tawalujan, Yieldni; Sela, Rieneke Luisa Evany
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dahulu drama dan arsitektur sudah menjadi suatu bagian dalam kehidupan manusia. Dalam teori arsitektur ada sebuah analogi yang sering digunakan para ahli untuk menjelaskan arsitektur itu sendiri, yaitu analogi Dramaturgi. Kegiatan-kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater (“seluruh dunia adalah panggung”), karena itu lingkungan buatan dapat dianggap sebagai pentas panggung. Manusia memerankan peranan, dan demikian pula bangunan-bangunan merupakan rona panggung dan perlengkapan yang menunjang pagelaran panggung.Menganalisis sebuah karya drama memiliki beberapa pendekatan, salah satunya dengan “Pendekatan Ekspresif”. Dalam pendekatan ini pengarang dianggap sebagai faktor yang paling penting dalam proses penciptaan suatu karya sastra drama. Pandangan ini jika ditarik kedalam perancangan Arsitektur, persis memposisikan arsitek sebagai sutradara, karena arsiteklah yang paling bertanggung jawab dalam pengejawantahan alur/ plot cerita hingga akhirnya hadirlah geometri yang mempunyai jiwa.Kata kunci : Analogi, Dramaturgi, Arsitektur.