Saleh Saleh
Universitas Bondowoso, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Mutu Madrasah Ibtidaiyah Se-Kabupaten Bondowoso Saleh Saleh
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 2 No. 1 (2018): Islam dan Mutu Pendidikan
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2018.2.1.9-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep manajemen mutu dan implementasi mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan rancangan multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Data yang telah terkumpul ditafsirkan dan dianalisis menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dicek dengan uji kredibilitas melalui perpanjangan masa keterlibatan dan observasi; trianggulasi; member check, dan melakukan pemeriksaan sejawat, dipendabilitas, komfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini adalah Konsep penataan mutu Madrasah Ibtidaiyah di KKMI Kabupaten Bondowoso, dapat diformulasikan dari Komitmen kepala madrasah dalam mengelola, menerapkan strategi untuk memaksimalkan manajemen pengelolaan sumber daya sesuai potensi yang didimiliki untuk dikembangkan agar memiliki program perencanaan yang konkrit, didorong dengan kebijakan sesuai dengan fakta dan kebutuhan, serta mengikuti ketentuan yang berlaku, tersedianya biaya mutu untuk menghasilkan output yang memiliki keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan berakhlakul karimah. Implementasi pengelolaan mutu Madrasah Ibtidaiyah di KKMI Kabupaten Bondowoso adalah: komitmen untuk membuat perencanaan melalui visi jelas dan berjenjang, melaksanakan rencana melalui persiapan; memberdayakan sumber daya manusia melalui pengarahan, pendampingan, pembinaan, keterlibatan kepala madrasah secara total, mensinergikan guru, melibatkan wali murid, kerjasama dengan lingkungan sekitar, menggunakan sistem kekeluargaan, meningkatan kinerja; menikmati amanah tanpa beban, menekankan pada kegiatan keagamaan, tidak menggunakan cara kekerasan, pelaksanaan akademik melalui pembelajaran dan jam tambahan, pelaksanaan non akdemik memlalui ekstra kurikuler maupun kegiatan di luar jam pembelajaran, dan mengevaluasi secara total, sehingga intensitas pengembangan sumber daya insani, lingkungan, proses pembelajaran, branding madrasah, dan publikasi hasil pendidikan dapat terlihat dengan nyata.
Peran Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Saleh Saleh; Tubi Heryandi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): Strategi Pembelajaran Dalam Islam
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2020.4.2.95-105

Abstract

Membaca merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena dapat menambah ilmu yang tidak akan ada habisnya dan bahkan berkembang. Pengetahuan yang diperoleh dari membaca akan meningkatkan harkat dan martabat, kinerja serta produktivitas seseorang. Ilmu yang diperoleh dapat diterapkan atau didistribusikan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dengan lokasi penelitian di MTs Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Adapun metode Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Metode Observasi, Interview, Dokumentasi. Sedangkan analisa data dalam penelitian ini menggunakan reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display) dan Kesimpulan (Conluction Drawing / Verification). peran kepala sekolah dalam menumbuhkan minat baca peserta didik di MTs Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso Tahun Ajaran 2019/2020, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:Dalam menumbuhkan minat baca peserta didik, kepala sekolah menjalankan perannya, yaitu pertama, peran sebagai manajer atau leader. Hal ini dapat dilihat langkah-langkah yang diambilnya, yaitu, mengarahkan peserta didik untuk membaca sebelum jadwal kegiatan belajar mengajar di mulai, mengarahkan peserta didik setiap jam istirahat meluangkan waktu untuk keperpustakaan. Kedua, peran sebagai inovator. Inovasi didalam kegiatan membaca. Ketiga, peran sebagai motivator, yaitu dengan memotivasi peserta dalam minat membaca. Peran-peran tersebut mendorong kepala sekolah tentang bagaimana ia mampu dalam menumbuhkan minat dalam membaca peserta didik sebagimana tema penelitian ini.