Yuhyi Yuhyi Yuhyi
Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Penciptaan Budaya Religius di MA Hidayat Kota Probolinggo Yuhyi Yuhyi Yuhyi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 5 No. 1 (2021): Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman (Efektifitas pembelajaran PAI dan Evaluasi
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2021.5.1.13-30

Abstract

Tulisan dalam artikel ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penguatan pendidikan karakter melalui penciptaan budaya religius peserta didik di MA Hidayat Kanigaran Kota Probolinggo?. Apa faktor pendukung dan penghambat penguatan pendidikan karakter melalui pencitaan budaya religius peserta didik di MA Hidayat Karigaran Kota Probolinggo?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pertama; penguatan pendidikan karakter dilakukan secara massif melalui penciptaan budaya religius meliputi; keteladaan pendidik dalam menciptakan suasana keagamaan yang ketat dan kental sebagai manifestasi dokrin agama Islam yang kaffah. Kedua; adapun faktor pendukung internal adanya keteladanan dari pemangku kebijakan keluarga besar yayasan Hidayatul Islam. Sedangkan faktor pendukung ekternal adanya upaya dan dukungan yang baik dari masyarakat sekitar dalam bentuk materil dan non-materil secara berkesinambungan, khususnya dalam penciptaan tradisi keagamaan yang relevan dengan tradisi/adat setempat. Adapun faktor penghambat dalam penciptaan budaya religius antara lain; (1) belum optimalnya integrasi kurikulum formal dan non formal dalam penciptaan budaya religius melalui pendidikan karakter. (2) belum bersinerginya paradigma lama kalangan pendidik (senior) dengan paradigma pendidik masa kini dalam menciptakan budaya religius yang lebih tawassuth, tasamuh, dan Tawazun.