Santoso Tri Raharjo
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial & Pengembangan Masyarakat, FISIP Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA DAN KENAKALAN REMAJA Adristinindya Citra Nur Utami; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.22831

Abstract

Di era ini, kenakalan remaja sudah sangat sering terjadi. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma aturan dan tata hukum masyarakat yang di lakukan pada usia remaja atau transisi dari masa anak-anak ke dewasa. Perilaku yang menyimpang dari norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja merupakan problema yang sering terjadi pada remaja baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, kenakalan remaja dapat berubah menjadi perilaku criminal dan dapat membawa remaja tersebut ke dalam penjara. Bila ditelusuri secara mendalam perkembangan kejahatan remaja banyak di pengaruhi dari kehidupan keluarga dan masyarakat. Keluarga memiliki peranan penting dalam mencegah kenakalan remaja. Salah satu cara yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah kenakalan remaja adalah dengan menggunakan pola asuh yang tepat. Pola asuh yang digunakan oleh orang tua memberikan pengaruh pada perilaku anak. Menurut hasil assessment di LPKA Sukamiskin, Bandung, ditemukan keterkaitan atau pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kenakalan dan perilaku criminal yang dilakukan oleh remaja.  ABSTRACTIn this era, juvenile delinquency is very common. Juvenile delinquency is an act that violates the norms and rules of law of society that are done in adolescence or the transition from childhood to adulthood. Behavior that deviates from criminal law norms committed by adolescents is a problem that often occurs in adolescents both in the family, school, and society. If not handled properly, juvenile delinquency can turn into criminal behavior and can bring the teenager into prison. When traced in depth the development of juvenile crime is influenced by family life and society. Family has an important role in preventing juvenile delinquency. One way that families can do to prevent juvenile delinquency is to use proper parenting. Parenting is used by parents to influence children's behavior. According to the results of the assessment at Sukamiskin LPKA, Bandung, it was found that the relationship between parents' parenting and delinquency behavior was carried out by teenagers.
POLA ASUH ORANGTUA DAN KONSEP DIRI ANAK DIDIK LPKA BANDUNG Romayana Sari Lumbantoruan; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23130

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, bagaimana pengaruh pola asuh orangtua dalam pembentukan konsep diri, serta rasa bersalah yang dimiliki oleh anak didik pelaku pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas II A, Bandung. Subyek penelitian ini sendiri adalah seorang anak didik pelaku pembunuhan yang berumur 16 tahun. Data penelitian yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Melalui penelitian ini juga memberikan informasi, seberapa besar peranan orangtua atas masalah yang timpa oleh anaknya, serta bagaimana respon anak atas perilaku yang telah klien perbuat. Dari penelitian yang di lakukan, memberikan hasil bahwa peran orangtua sangat berpengaruh terhadap konsep diri anak, serta rasa bersalah yang dimiliki. Melaui penelitian ini, subyek menyatakan tidak bersalah atas apa yang telah klien perbuat, hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, yang tidak lain adalah orangtuanya. Sehingga subjek cenderung berperilaku tidak aktif terhadap kegiatan yang diadakan oleh pihak LPKA, sukar bergaul dengan teman-teman yang berada di LPKA, mudah tersinggung, dan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya.  This research was conducted to find out, how the influence of parenting in the formation of self-concept, as well as the guilt that is owned by ANDIK of perpetrators of murder in Special Correctional Institutions of Children (LPKA) class II A, Bandung. The subject of this study was a 16-year-old student of murder. Research data obtained from interviews and observations. Through this research also provides information, how big the role of parents on the problems that befall the child, and how the child responds to the behavior he has done. From the research that was done, the results showed that the role of parents greatly influences the child's self-concept, as well as the guilt they have. Through this study, the subject stated his innocence for what he had done, this was also influenced by his social environment, which was none other than his parents. That's make the subject tends to behave inactively towards the activities held by the LPKA, it is difficult to get along with friends who are in LPKA, easily offended, and do not care about the surrounding environment.