This Author published in this journals
All Journal Biomed Science
dr. Yusnita Julyarni
Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA GIZI TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI D-IV BIDAN PENDIDIK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI dr. Yusnita Julyarni; Donny Yunamawan LS
Biomed Science Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri merasakan tingkat kram perut dengan frekuensi yang tinggi pada saat menstruasi, yaitu nyeri dibagian bawah perut yang kadang meluas ke pinggang, punggung bagian bawah atau paha. Selain permasalahan tersebut, hal lain yang dapat terjadi yakni menstruasi yang tidak teratur. Hal tersebut diakibatkan oleh kadar hormon yang dipicu stres atau dalam kondisi emosi. Selain itu, terjadinya perubahan dalam kegiatan olahraga atau perubahan berat badan secara drastis juga memicu menstruasi yang tidak teratur (Anurogo, 2009). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dan Pola Gizi Terhadap Tingkat Nyeri Disminore Pada Mahasiswi D-IV Bidan Pendidik Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Penelitian ini menurut caranya termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di lingkup kampus UNITRI Malang, Pada penelitian ini populasinya jumlah 139 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan perhitungan rumus regresi linier berganda. Hasil analisa menunjukkan bahwaFhitungyaitu 31,276 lebih besar dari nilai F tabel yaitu 3,09, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat stres (X1), pola gizi (X2) secarabersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat nyeri dismenore dengan nilai signifikan 0,000 < α (0,05). Dari nilai thitung variable X1 -(6,250) > ttabel(1,66039) dan thitung variable X2 (2,711) > dari ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 masing-masing berpengaruh terhadap variabel Y, yang membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima. Tanda (-) pada variabel tingkat stres hanya menunjukkan arah hubungan antara variabel tingkat stres (X1) terhadap variabel tingkat nyeri dismenore (Y) berbanding terbalik artinya setiap kenaikan varia beltingkat stres (X1) akan berpengaruh terhadap penurunan variabel tingkat nyeri dismenore (Y)
STUDI TENTANG KONDISI KESEHATAN, KONDISI PSIKOLOGIS DAN POLA MAKAN DENGAN USIA MENOPOUSE DI KECAMATAN CEMPOKOMULYO dr. Yusnita Julyarni; Sri Indah
Biomed Science Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita secara kodrati akan melewati fase perubahan fisiologis diawali dengan perkembangan masa remaja yang ditandai dengan menstruasi yang kemudian secara normal itu terjadi terus–menerus setiap bulannya pada masa reproduktif. Selanjutnya wanita melewati masa hamil dan menyusui. Fase reproduksi ini kemudian diakhiri dengan datangnya menopause yang umumnya mulai terjadi pada usia lebih dari 45 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi hubungan seksual, kondisi kesehatan dan kondisi psikologis dengan kondisi klimakterium di Kecamatan Cempokomulyo. Desain penelitian yaitu Cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah ibu menopause di Kecamatan Cempokomulyo. Jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 30 responden. Teknik yang digunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kondisi hubungan seksual (X1), kondisi kesehatan (X2), kondisi psikologis (X3), dan kondisi klimakterium (Y). Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil yang diharapkan adalah ada hubungan yang signifikan antara kondisi hubungan seksual, kondisi kesehatan, dan kondisi psikologis dengan kondisi klimakterium. Dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda memperlihatkan bahwa secara bersama-sama variabel kondisi hubungan seksual, kondisi kesehatan, dan kondisi psikologis mempunyai hubungan yang signifikan dengan kondisi klimakterium dengan nilai Fhitung 95,013