Jihan Septiani Hasan
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KAJIAN FEMINISME DAN NILAI PENDIDIKAN TERHADAP CERPEN PEREMPUAN MUSIM PAGI KARYA EMASTA EVAYANTI SIMANJUNTAK Jihan Septiani Hasan
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022): JURNAL LITERASI APRIL 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.307 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i1.6880

Abstract

Nenden Lilis A mengatakan bahwa keterpojokan perempuan masih terjadi dalam dunia sastra. Pada karya sastra banyak menceritakan kehidupan kaum laki-laki yang identik dengan perjuangan, dibandingkan kaum perempuan. Faktanya, kaum perempuanlah yang banyak melakukan perjuangan untuk hidup mereka, dari aspek ingin bebas dalam berpendidikan, konsep dihargai, percintaan, kesetaraan identitas kesukuan. Dengan permasalahan tersebut, maka muncullah keprihatinan kaum sastrawan yang ingin melakukan gerakan feminisme. Gerekan feminisme adalah gerakan yang mengacu pada serangkaian kampanye untuk reformasi pada isu-isu seperti hak-hak perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kajian feminisme dan mengetahui nilai pendidikan pada cerpen Perempuan Musim Pagi karya Emasta Evayanti Simanjuntak. Penelitian ini menggunakan jenis metode deskripstif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Perempuan Musim Pagi karya Emasta Evayanti Simanjuntak. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang berperan dalam mencatat serta menganalisis kutipan-kutipan yang diperoleh dari teks cerpen yang mengandung unsur feminisme dan nilai pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan cerpen Perempuan Musim Pagi karya Emasta Evayanti Simanjuntak mengandung unsur feminisme dan nilai pendidikan, yaitu : 1) Perempuan yang gigih dalam bekerja, mengandung nilai moral baik, 2) Prilaku menyelonoh yang dilakukan oleh lelaki kepada perempuan, mengandung nilai moral buruk, 3) Identitas kesukuan, mengandung nilai kebudayaan, 4) Ketegaran perempuan, mengandung nilai sosial yang buruk.