Rini Hastuti
Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kontrasepsi dengan Infeksi Menular Seksual dan Infeksi HIV Pada Wanita Pekerja Seks Komersial di Surakarta Ambar Aliwardani; Putti Fatiharani Dewi; Rini Hastuti; Mardiana Mardiana; Fiska Rosita; Endra Yustin Ellistasari
Smart Medical Journal Vol 4, No 2 (2021): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v4i2.42136

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pencegahan dan pengendalian Infeksi Menular Seksual (IMS) dan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan terutama di negara berkembang. Salah satu kelompok risiko tinggi yang dapat meningkatkan penyebaran IMS dan infeksi HIV adalah kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS). Salah satu metode kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah penularan infeksi HIV dan IMS adalah kondom, sedangkan metode kontrasepsi oral (KO) dan injeksi dapat meningkatkan risiko infeksi HIV dan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian infeksi HIV dan IMS pada WPS di Surakarta.Metode: Penelitian cross sectional terhadap WPS di beberapa daerah di Surakarta. Total 75 WPS mengisi kuisioner yang berisi pertanyaan mengenai sosiodemografi subjek. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan HIV dan sifilis dengan metode rapid test serta pemeriksaan swab vagina dan endoserviks untuk pemeriksaan IMS. Hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi p < 0,05.Hasil: Infeksi menular seksual ditemukan pada total 40 WPS (53,55%) di kelompok pengguna maupun non pengguna kontrasepsi. IMS terdiri atas bakterial vaginosis (18,67%), sifilis (14,67%), kandidiasis vulvovaginalis (9,3%), trikomoniasis (5,3%), infeksi genital non spesifik (2,6%), servisitis gonore (1,3%) dan kondiloma akuminata (1,3%). Sebanyak 20 WPS (26,7%) pada kelompok pengguna kontrasepsi menderita IMS. Kejadian HIV sebesar 4% dari total seluruh sampel terdiri dari 2 WPS (2,7%) pengguna kontrasepsi dan 1 (1,3%) tidak menggunakan kontrasepsi. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi implan dengan kejadian HIV (p<0,04; contingency coefficient (CC) 40,8%).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi dengan IMS, namun penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi implan dengan kejadian HIV pada WPS di Surakarta. Kata Kunci: kontrasepsi; wanita pekerja seks; infeksi menular seksual; infeksi HIV