Ali Ridho
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Taubat Menurut Imam al-Ghazali Dalam Kitab Minhajul ‘Abidin Ali Ridho
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.573 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.7513

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). menggunakan pendekatan filosofis, karena yang dikaji adalah pemikiran Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul ‘Abidin. Pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari kitab Minhaj Al-‘Abidin, sedangkan sumber data sekunder dari buku, jurnal, artikel, disertasi, tesis hingga laman website dan lain sebagainya yang berguna untuk membantu dalam penulisan penelitian ini. Setelah data dikumpulkan, kemudian data dianalisis dengan teknik Miles and Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, atau analisis, kemudian tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, konsep taubat menurut Imam al-Ghazali dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin dibagi menjadi 4 (empat) yaitu: Pertama, penjelasan mengenai pengertian taubat dan keharusan melakukannya. Kedua, syarat-syarat dalam melakukan taubat beserta rukun-rukun yang harus dipenuhi. Ketiga, mukaddimah (pendahuluan) sebelum melakukan taubat. Dan yang keempat adalah pembagian dan jalan meloloskan diri dari dosa. Kedua, Pembahasan mengenai taubat yang lebih dalam dan luas, harus merujuk kepada kitab-kitab karya beliau (Imam al-Ghazali) yang lainnya. diantaranya adalah karya agung Imam al-Ghazali yaitu kitab Ihya ‘Ulumiddin, kemudian kitab Al-Qurbah dan yang terakhir adalah kitabAl-Ghoyat Al-Quswa.
Al-Quran dan Budaya: Al-Quran dalam Siklus Kehidupan Muslim Ali Ridho
MAGHZA Vol 4 No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.708 KB) | DOI: 10.24090/maghza.v4i1.2441

Abstract

The purpose of this paper is to find out the relationship between the Qur'an and Culture and how to become a good Muslim based on the values ​​of the Qur'an and Culture. The research method used is qualitative in the form of library studies. Data is collected by researching books and journals and other sources that support research activities. The results of this study are that Islam is not born of cultural products. However, it builds a culture, a civilization. A civilization based on the Qur'an and the Sunnah of the Prophet. that is finally called Islamic civilization. With this, we can begin to put Islam in our daily lives. Building Islamic culture with a foundation of concepts derived from Islam with its source is the Qur'an. The life of a Muslim must be following the rules set by the Qur'an. Muslims must be able and reluctant (upholding) to uphold a culture that is a local identity in themselves with the foundation of the holy values ​​contained in the Qur'an. Among them is a sincere, knowledgeable and honest attitude to be a Muslim person in undergoing a time struggle that continues to change along with changing patterns of human civilization. Thus, there is no reason for a Muslim to lose his cultural identity to become a good Muslim. Because Al-Qur'an and Culture are clothes that are suitable to be worn by every Muslim in every fragment of life rites