Palembang merupakan salah satu kota besar yang memiliki banyak objek pariwisata tetapi pengembangan pariwisata hanya dapat dilakukan pada beberapa objek pariwisata saja. Untuk menentukan objek pariwista yang sedang tren kebanyakan masyarakat mengetahuinya dari penduduk sekitar dan juga menggunakan salah satu media sosial berupa Twitter. Twitter dapat dijadikan sumber data yang nantinya dapat digunakan untuk menentukan tren yang berkembang pada objek-objek pariwisata. algoritme SVM (Support Vector Machine) dapat digunakan untuk menentukan Tren objek pariwisata dengan cara mengklasifikasikan data Twitter ke dalam beberapa kelas kategori pariwisata kemudian ditentukan beberapa keyword agar dapat digunakan untuk menentukan objek pariwisata. Hasil dari klasifikasi tersebut adalah jumlah tweet dari setiap kategori dan objek wisata yang menunjukkan kepopuleran. Setelah itu sistem visualisasi data akan mengubah hasil klasifikasi tersebut menjadi bentuk grafik dan gambar yang mudah dipahami. Dari keseluruhan tweet yang diperoleh, Wisata Keluarga memiliki persentase jumlah tweet 30%, Wisata Alam 19.97%, Wisata Kuliner 19.09%, Taman Kota 15.39%, Museum dan Sejarah 10.45%, dan Desa Wisata sebesar 4.48%. Objek pariwisata dengan kepopuleran tertinggi di dalam masing-masing kategori secara berurutan sesuai urutan kategori wisata yaitu: Ampera, Pagaralam, Jenderal Sudirman, Pempek, Museum Balaputradewa, dan Kampung Arab. Sedangkan objek pariwisata terendah dari tiap kategori adalah Benteng Kuto Besak, Amanzi, Taman Pelangi, Muara Enim, Museum Purbakala, dan Mie Celor.