Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SMA NEGERI 1 LAHEWA Rama’eli Lase
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.492 KB)

Abstract

Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan kreatifitas,Karen (Suryosubroto, 2009:201). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran creative problem solving. Lokasi pelaksanaan penelitian adalah SMA Negeri 1 Lahewadengan subjek kelas X MIA-1 semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 dan disesuaikan dengan jadwal di sekolah.Hasil penelitian adalah: 1) perolehan rata-rata hitung hasil belajar pada siklus 1 (pertama) sebesar 60,88 dan termasuk kategori cukup, dengan persentase ketuntasan 52,5% dan ketidaktuntasan 47,5%. Pada siklus 2 (dua) pelaksanaan tes hasil belajar diperoleh rata-rata hitung sebesar 88,33 dan termasuk pada kategori baik sekali, dengan persentase ketuntasan 100% dan ketidaktuntasan 0%, sehingga ketuntasan belajar melewati target yang telah ditentukan yaitu 75%, 2) Hasil pengujian hipotesis deskriptif dengan menggunakan statistik parametris diperoleh thitung = 14,697 dengan ttabel = 2,045 untuk n = 30 sehingga dapat disimpulkan bahwa “Penerapan model pembelajaran creative problem solving dalam Pembelajaran matematika pada SMA Negeri 1 Lahewa meningkat dan dapat diterima, 3) Hasil pengujian hipotesis terhadap kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan statistik parametris diperoleh zhitung = 1,684 dengan ztabel = 1,64 untuk n = 30 sehingga dapat disimpulkan bahwa “Penerapan model pembelajaran creative problem solving dalam pembelajaran matematika pada SMA Negeri 1 Lahewa dapat diterima pada taraf signifikan 5%”.