Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESISTENSI PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA PADA MASA ORDE BARU DALAM NOVEL MERRY RIANA: MIMPI SEJUTA DOLAR KARYA ALBERTHIENE ENDAH Prameswari Dyah Gayatri Budi Anggraeni Ilyas; Nuratikah .; Restu Wardana
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.86 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2059

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membongkar dan memahami gerakan perlawanan atau resistensi tokoh perempuan etnis Tionghoa dalam novel Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah, menggunakan perspektif feminis sosialis. Sumber data adalah novel Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka. Tokoh Merry Riana merupakan perempuan etnis Tionghoa yang berjuang hidup dari dampak kerusuhan tahun 1998 di Jakarta. Pada era orde baru, perempuan masuk ke dalam kelompok rentan yang sering menjadi korban dari kekerasan struktural, terutama dari kelompok minoritas seperti etnis Tionghoa. dengan menggunakan analisis kritik wacana pendekatan feminis sosialis dapat disimpulkan bahwa: pertama, diskriminasi perempuan Tionghoa dalam masa orde baru. Kedua, resistensi perempuan Tionghoa dalam masa orde baru. Ketiga, dampak kerusuhan pada tahun 1998 mengantarkan Merry Riana menjadi wanita tahan banting yang bisa menyelesaikan studinya di Singapura walaupun banyak rintangan yang dihadapinya mengantarkan dia menjadi seorang anak muda dengan penghasilan lebih dari satu juta dolar. Kata kunci: Resistensi Perempuan, Mimpi Sejuta Dolar, Merry Riana