Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Evaluasi Program Peningkatan Mutu Pendidikan Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (P3M) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH SIMAN LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.17

Abstract

Penjaminan mutu Perguruan Tinggi merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, perguruan tinggi wajib mengelola lembaganya untuk menghasilkan mahasiswa yang cerdas, terampil, beradab, dan berbudaya. Pendidikan tidak hanya berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menghasilkan ilmuan dan cendikiawan yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan kepribadian. Tuntutan untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memiliki standar mutu Internasional merupakan kebutuhan yang mendesak. Oleh karena itu, penyelenggaraan perguruan tinggi perlu merumuskan visi, misi, statuta, organisasi dan tata kerja, rencana strategi, agar dapat menjaga kesinambungan dan penjaminan mutu lulusannya. Relevansi lulusan dan mutu pendidikan adalah persoalan kebutuhan masa kini dan masa mendatang, dan selayaknya dipandang sebagai masalah nasional.
Tipologi Kepemimpinan Madrasah dan Implikasinya terhadap Iklim Kerja Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 9 No. 01 (2017): Cendekia March 2017
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (P3M) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH SIMAN LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v9i01.28

Abstract

Madrasah merupakan suatu organisasi yang memiliki sistem yang terdiri dari berbagai unsur yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Di dalam madrasah terdapat berbagai macam sistem yang berkembang dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola dan tujuan tertentu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi yang salah satunya adalah Kepala Madrasah. Setiap Kepala Madrasah memiliki tipologi kepemimpinan masing–masing. Apabila tipologi kepemimponan kepa madrasah tidak sesuai dengan unsur yuang lain maka dapat dipastikan bahwa untuk mencapai iklim kerja yang posistif sangatlah sulit
Strategi Pembelajaran Rasulullah dalam Konteks Keindonesiaan Masa Kini Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (P3M) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH SIMAN LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.43

Abstract

Rasulullah SAW merupakan sosok pendidik yang luar biasa. Dalam menjalankan dakwahnya, beliau menggunakan beberapa strategi pembelajaran sehingga hampir sepertiga penduduk dunia mengikuti ajarannya. Diantara beberapa metode pembelajaran Rasulullah sebagai berikut: (1) metode ceramah, (2) dialog, (3) metode perumpamaan, (4) diskusi, (5) demonstrasi, (6) pembiasaan, (7) hafalan, (8) kisah, (9) tegur langsung. Metode-metode tersebut telah terbukti keberhasilannya dan perlu dikembangkan sesuai dengan konteks Indonesia saat ini.
Pluralisme di Tengah Ambivalensi Agama Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (P3M) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH SIMAN LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.54

Abstract

Kemajemukan dalam semua istilah termasuk pluralitas agama adalah kenyataan yang menjadi sunnatullah (kodrat hukum) dan tidak dapat diabaikan keberadaannya. Akibatnya, agama dan para pengikutnya menghadapi tantangan terbesar, yaitu bagaimana agama dan para pengikutnya dapat mendefinisikan diri mereka secara akurat di sekitar para penganut agama yang berbeda. Karena dalam konteks ini, agama sering terjebak dalam ambivalensi, di mana di satu sisi agama menunjukkan dengan cara yang baik atau sopan dan cara lain dan agama sisi lain menunjukkan cara yang buruk atau kasar. Karena ada kecenderungan absolutis universal yang ada dalam semua agama. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi seperti dialog untuk menjadi salah satu solusi alternatif. Salah satu metode yang diterapkan dalam dialog antara pengikut agama yang berbeda adalah menggabungkan antara metode fenomenologi dan perenialistik. Dengan cara ini, kita diundang untuk menjadi pengamat dan pendengar yang baik. Jadi, kita dapat memahami dan menghargai beragam karakter agama tanpa mengabaikan keyakinan kita.
Evaluasi Program Peningkatan Mutu Pendidikan Malik Zuhri
Cendekia Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.17

Abstract

Penjaminan mutu Perguruan Tinggi merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, perguruan tinggi wajib mengelola lembaganya untuk menghasilkan mahasiswa yang cerdas, terampil, beradab, dan berbudaya. Pendidikan tidak hanya berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menghasilkan ilmuan dan cendikiawan yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan kepribadian. Tuntutan untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memiliki standar mutu Internasional merupakan kebutuhan yang mendesak. Oleh karena itu, penyelenggaraan perguruan tinggi perlu merumuskan visi, misi, statuta, organisasi dan tata kerja, rencana strategi, agar dapat menjaga kesinambungan dan penjaminan mutu lulusannya. Relevansi lulusan dan mutu pendidikan adalah persoalan kebutuhan masa kini dan masa mendatang, dan selayaknya dipandang sebagai masalah nasional.
Tipologi Kepemimpinan Madrasah dan Implikasinya terhadap Iklim Kerja Malik Zuhri
Cendekia Vol. 9 No. 01 (2017): Cendekia March 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v9i01.28

Abstract

Madrasah merupakan suatu organisasi yang memiliki sistem yang terdiri dari berbagai unsur yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Di dalam madrasah terdapat berbagai macam sistem yang berkembang dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola dan tujuan tertentu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi yang salah satunya adalah Kepala Madrasah. Setiap Kepala Madrasah memiliki tipologi kepemimpinan masing–masing. Apabila tipologi kepemimponan kepa madrasah tidak sesuai dengan unsur yuang lain maka dapat dipastikan bahwa untuk mencapai iklim kerja yang posistif sangatlah sulit
Strategi Pembelajaran Rasulullah dalam Konteks Keindonesiaan Masa Kini Malik Zuhri
Cendekia Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.43

Abstract

Rasulullah SAW merupakan sosok pendidik yang luar biasa. Dalam menjalankan dakwahnya, beliau menggunakan beberapa strategi pembelajaran sehingga hampir sepertiga penduduk dunia mengikuti ajarannya. Diantara beberapa metode pembelajaran Rasulullah sebagai berikut: (1) metode ceramah, (2) dialog, (3) metode perumpamaan, (4) diskusi, (5) demonstrasi, (6) pembiasaan, (7) hafalan, (8) kisah, (9) tegur langsung. Metode-metode tersebut telah terbukti keberhasilannya dan perlu dikembangkan sesuai dengan konteks Indonesia saat ini.
Pluralisme di Tengah Ambivalensi Agama Malik Zuhri
Cendekia Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.54

Abstract

Kemajemukan dalam semua istilah termasuk pluralitas agama adalah kenyataan yang menjadi sunnatullah (kodrat hukum) dan tidak dapat diabaikan keberadaannya. Akibatnya, agama dan para pengikutnya menghadapi tantangan terbesar, yaitu bagaimana agama dan para pengikutnya dapat mendefinisikan diri mereka secara akurat di sekitar para penganut agama yang berbeda. Karena dalam konteks ini, agama sering terjebak dalam ambivalensi, di mana di satu sisi agama menunjukkan dengan cara yang baik atau sopan dan cara lain dan agama sisi lain menunjukkan cara yang buruk atau kasar. Karena ada kecenderungan absolutis universal yang ada dalam semua agama. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi seperti dialog untuk menjadi salah satu solusi alternatif. Salah satu metode yang diterapkan dalam dialog antara pengikut agama yang berbeda adalah menggabungkan antara metode fenomenologi dan perenialistik. Dengan cara ini, kita diundang untuk menjadi pengamat dan pendengar yang baik. Jadi, kita dapat memahami dan menghargai beragam karakter agama tanpa mengabaikan keyakinan kita.