Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE ONLINE DISPUTE RESOLUTION IN PANCASILA’S FRAME Kasmudin Harahap
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v8i2.15906

Abstract

Online Dispute Resolution is a solution in resolving problems outside the court where online dispute resolution is an appropriate solution to resolve online trade disputes, the settlement must apply Pancasila values. Method The approach used in this research is normative juridical. The results of the research show that the application of Online Dispute resolution in addition to legal reform in the field of electronic transactions is also related to efforts to create legal certainty in online dispute resolution in Indonesia. The basic principles of online dispute resolution in Pancasila values are reflected in the spirit of kinship and mutual cooperation, these principles is a reflection of Pancasila values leading to basic values which are the elaboration of the same spirit and within the limits allowed by these basic values. Agreed values in realizing the law as the goal of justice and creating justice
Rekonstruksi Pengaturan Perkawinan Anak Dibawah Umur Berbasis Nilai Keadilan Kasmudin Kasmudin
Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): Edisi Januari 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhk.v18i2.1182

Abstract

The aim of this study is to describe how the marriage arrangements of minors in the perspective of Law No. I of 1974 concerning marriage, how the weaknesses in the arrangement of the marriage of minorstoday, and how the reconstruction of the marriage arrangements of minors are based on justice values. The approach of this study is sociological juridical method   by applying justice as a grand theory, legal protection as a middle range theory, and legal system   as applied theory. The result research showed, the marriage arrangements of underage children is through Law No. 1 of 1974no longer relevant in regulating and resolving the complexity of the legal problems of modern life today and it needs a construction. The construction based on existing needs, situations and conditions. Efforts to reconstruct the age limit of marriage by changing the age limit (clause) in marriage regulations from a minimum age of 16 years for women and 19 years for men is reduced to 15 years for women and 17 years for men (by revising article 7 paragraph 1 which mentions 19 years for men and 16 years for women and there is no need for dispensation as mentioned in article 7 paragraph 2). The need to reduce the age limit of marriage is based on assumptions, (1) the existence of promiscuity that has been difficult to avoid, (2) the development of maturity (psychic) children are increasingly rapid with the massive development of information technology, (3) consideration of parents' economic factors, and (4)  religious and cultural of society. Keywords: reconstruction, underage marriage, justice value
SUATU PANDANGAN YURIDIS KEDUDUKAN KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN DALAM MENYELESAIKAN SERTIFIKAT GANDA Kasmudin Harahap
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.515 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentangsuatu pandangan yuridiskedudukan Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Menyelesaikan Sertifikat Ganda. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui Penyebab Terjadinya Sertifikat Ganda dalam kepemilikan tanah, dan 2) Untuk mengetahui suatu pandangan yuridiskedudukan Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menyelesaikan Permasalahan Sertifikat Ganda. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif ini adalah suatu penelitian yang menganalisis baik hukum yang tertulis dalam buku ( law as it written in the book). Penyebab terjadinya sertifikat ganda adalah bisa dikarenakan adanya unsur kesengajaan, ketidaksengajaan dan dikarenakan kesalahan administrasi. Timbulnya sertifikat ganda juga disebabkan oleh kurangnya kedisplinan dan ketertiban aparat pemerintah yang terkait dengan bidang Pertanahan dalam pelaksanaan tugasnya. Peranan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menyelesaikan Sertifikat Ganda adalah sebagai lembaga mediator bagi pihak pemegang hak untuk penyelesaian secara musyawarah, membatalkan salah satu sertifikat setelah para pihak yang bersangkutan memperoleh jalan musyawarah, mengakui pemilik tanah tersebut sah selama pemilik tanah mempunyai sertifikat tanah yang menunjukkan data yang sebenarnya. Menelaah dan mengeloh data untuk menyelesaikan perkara dibidang pertanahan, Menampung gugatan-gugatan, menyiapkan bahan memori jawaban, menyiapkan memori banding, memori/kontrak memori kasasi, memori/kontrak memori peninjauan kasasi atas perkara yang diajukan melalui peradilan terhadap perorangan dan badan hukum yang merugikan Negara, Mengumpulkan data dan menelaah sengketa pertanahan dan menyiapkan konsep keputusan mengenai penyelesaian sengketa atas tanah.
Marriage Cancellation due to Force and Threats (Juridical Review of the Decision of the Religious Court of Tanjung Karang Regency Number 0174/Pdt.G/2020/PA.Tnk) Kasmudin Harahap
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 2 (2022): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.276 KB)

Abstract

Arrangements for the annulment of marriages are regulated in Articles 22 to 28 of the Marriage Law. In the provisions of Article 22 it is stipulates that "a marriage can be annulled if the parties do not meet the requirements to enter into a marriage." Article 25 of the Marriage Law stipulates that an annulment of a marriage can be made by submitting an application to the court in the legal area where the marriage is taking place or at the residence of both husband and wife. One of the reasons for the annulment of a marriage is that there is a threat that violates the law against the husband or wife (Article 27 Paragraph (1) of the Marriage Law), or in the implementation of the marriage there is coercion in Article 71 Letter f KHI. The basis for the judge's consideration in granting the Petitioner' s request was in the decision of the Tanjung Karang Religious Court Number 0174/Pdt. G/2020.PA. Tnk, that according to Law Number 50 of 2009 concerning Amendments to Law Number 7 of 1989 concerning the Religious Courts, the examination of cases of marriage annulments submitted by the Petitioners is the absolute and relative authority (competence) of the Tanjung Karang Religious Court. Furthermore, the arguments for the petitioner's petition are legally grounded, in accordance with the provisions of Article 27 Paragraph (1) of the Marriage Law in conjunction with Article 70 of the KHI.
PEMENUHAN HAK NARAPIDANA ANAK DALAM MEMPEROLEH HAK PENDIDIKAN DALAM LEMBAGA PERMASYARAKATAN Kasmudin Harahap
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemenuhan hak narapidana anak untuk mendapatkan pendidikan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan faktor-faktor yang menjadi kendala bagi Petugas Lapas dalam upaya melakukan pemenuhan hak mendapatkan pendidikan bagi narapidana anak. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan hak narpidana anak untuk mendapatkan pendidikan di Lapas belum sepenuhnya terpenuhi .Namun upaya pelaksanaan pendidikan terus dilakukan sebaik mungkin mengingat sangat urgennya pendidikan bagi seseorang (anak) walaupun sedang menjalani masa pidana. Di Lapasterdapat Program Kejar (Kelompok belajar) Paket A, B, dan C untuk narapidana anak. Terdapat pula narapidana anak yang menjalani sekolah diluar Lapas dengan pengawasan dari Petugas Lapas. Di dalam pelaksanaan pendidikan kejar paket, pihak Lapas bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Pelaksanaan pembinaan dan pendidikan terdapat jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Lapas. Untuk proses pengajarannya, pihak Lapas melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan setempat, terutama untuk penyediaan tenaga pendidik. Pihak Lapas sendiri sangat mengharapkan bantuan aktif dari mitra kerja dalam upaya memaksimalkan apa yang menjadi hak dari narapidana anak tersebut. Dalam pelaksanaan proses pendidikan didalam Lapas, ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Faktor- faktor tersebut antara lain kurangnya mitra kerja untuk melakukan proses pemenuhan hak mendapatkan pendidikan, sarana yang tersedia di Lapas belum memadai, keterbatasan tenaga pendidik yang disediakan oleh Dinas Pendidikan setempat, pengawalan terhadap narapidana anak apabila menempuh pendidikan di luar Lapas, serta alokasi anggaran yang minim untuk pendidikan didalam Lapas. Partisipasi dari instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta aktifis penggiat anak sangat dibutuhkan didalam proses ini mengingat sangat pentingnya pendidikan untuk narapidana anak.
PERLUASAN PROMO PRODUK UMKM KULINER MAKANAN RINGAN STIK UBI UNGU DESA PADANG BUJUR BERBASIS MEDIA SOSIAL Kasmudin Harahap; yulia ulpa; Nursakina
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.036 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.424

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produk yang mereka miliki dengan memamfaatkan media sosial di Desa Padang Bujur Kecamatan Sipirok Tapanuli Sealatan. Hal ini dilakukan karena para pelaku UMKM selama ini tidak memamfaatkan media sosial sosial yang sekarang ini sangat di gandrungi oleh banyak orang mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua sekalipun banyak yang menggunakan media sosial, maka semakin besar peluang produk yang mereka pasarkan dimedia sosial banyak dipesan orang. Dalam sosialisasi awal, tim PKM memiliki tujuan agar terjadi komunikasi timbal balik tentang bagaimana perluasan promo makanan ringan berbasis media sosial di Desa Padang Bujur Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan pelatihan tentang bagaimana memasarkan produk di media sosial.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SUBTEMA KEKAYAAN SUMBER ENERGI DI INDONESIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI 100106 SIBANGKUA Rizky Maritho; Kasmudin Harahap; Sartika Rati Asmara Nasution
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 04 (2021): Vol 1 No 4 (2021): Vol. 1. No. 4. Edisi November 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v1i04.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik subtema kekayaan sumber energi di Indonesia dengan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas IV SD Negeri 100106 Sibangkua. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 100106 Sibangkua. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar pada materi kekayaan sumber energi di Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I diketahui hasil observasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL sebesar 63.75 yaitu berada pada kategori kurang. Kemudian pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 76.25 yakni berada pada kategori baik. Hasil pembelajaran siklus I diketahui jumlah peserta didik tidak tuntas yaitu sebanyak 9 peserta didik atau sekitar 44%. Kemudian pembelajaran siklus II jumlah peserta didik tidak tuntas sebanyak 2 peserta didik atau 10%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI CUACA DAN PENGARUHNYA BAGI MANUSIA DI KELAS III SD NEGERI 100106 SIBANGKUA melisa anjeli nasution; Kasmudin Harahap; Sabri Sabri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 3 No 03 (2023): Vol. 3 No. 3 Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v3i03.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan untuk mengetahui, apakah ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar siswa pada materi cuaca dan pengaruhnya bagi manusia di kelas III SD Negeri 100106 Sibangkua. Penelitian ini dilaksanakan  bulan Maret s/d Juli 2021. Model penelitian yang digunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas III SD Negeri 100106 Sibangkua yang berjumlah 20 orang Siswa dan terdiri dari 1 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik total sampling. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan observasi dan data dianalisis dengan du acara yakni analisis deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata penggunaan model pembelajaran PQ4R yang diperoleh adalah 75 berada pada kategori “Sangat Baik”.Hasil belajar materi Cuaca dan Pengaruhnya Bagi Manusia sebelum menggunakan model pembelajaran PQ4R diperoleh rata-rata 70 berada pada kategori “Kurang”. Sedangkan Hasil belajar materi Cuaca dan Pengaruhnya Bagi Manusia  sesudah menggunakan model pembelajaran PQ4R diperoleh rata-rata 94, berada pada kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan statistic inferensial dengan menggunakan rumus uji “t-test” diperoleh thitung  = 13,79 dan ttabel  =1,66 pada tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5%  dk = N – 2 = 20-2 =18. Jelas terlihat perbedaan bahwa thitung lebih besar dari ttabel  = 13,79> 1,66. Berarti hipotesis alternative pada penelitian ini dapat diterima atau disetujui. Dengan kata lain, ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar siswa pada materi cuaca dan pengaruhnya bagi manusia di kelas III SD Negeri 100106 Sibangkua. Katakunci : Model Pembelajaran PQ4R, Cuaca dan Pengaruhnya Bagi Manusia.