This Author published in this journals
All Journal Missio Ecclesiae
Awasuning Manaransyah
Institut Injil Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMAI SEJAHTERA MENANTI KIAMAT Matius 25:14-30 Awasuning Manaransyah
Missio Ecclesiae Vol. 3 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v3i2.43

Abstract

Kiamat merupakan satu isu yang tidak ada habis-habisnya dibicarakan dari waktu ke waktu. Kiamat selalu digambarkan dengan keadaan yang sangat mengerikan, yang mana terjadi kehancuran bumi dan kebinasaan seluruh makhluk hidup. Sehingga ketika seseorang mendengar istilah kiamat, maka yang muncul dalam pikirannya adalah suatu gambaran peristiwa yang sangat menyeramkan dan menakutkan. Tapi saya yakin bahwa Saudara sudah pernah mendengar begitu banyak isu tentang datangnya kiamat. Dan respon setiap orang yang mendengar isu itu pun berbeda-beda. Prinsip-prinsip penting antara lain: Ucapan Syukur, Mari kita menjalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur, karena Tuhan telah mengaruniakan talenta-Nya kepada kita masing-masing; Menemukan Talenta, Siapapun kita, terutama yang percaya dan mengenal Tuhan Yesus, pasti ada talenta tertentu yang Tuhan telah karuniakan kepada kita masing-masing. Maka langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah menemukan talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing; Bekerja Keras, Kita harus meninggalkan kebiasaan santai, malas, hidup tanpa tujuan dan mari kita mengembangkan kebiasaan “berani bermimpi”, berani melangkah dan bekerja keras, maksimal bahkan berusaha sampai “sempurna”. Kita harus berani berinovasi melayani pekerjaan Tuhan, dan Senantiasa Siap Diaudit, Mulai dan akhiri setiap hari dengan ucapan syukur dan menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus, jalani hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan Yesus. Apabila Tuhan Yesus datang secara tiba-tiba, kita didapati berkenan di hadapan-Nya. Amin.
KELUARGA KRISTEN YANG DIBERKATI TUHAN: OBSERVASI TERHADAP MAZMUR 133:1-3 Awasuning Manaransyah
Missio Ecclesiae Vol. 4 No. 1 (2015): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v4i1.45

Abstract

Tema “Keluarga Kristen yang Diberkati Tuhan” di atas merupakan tujuan dari setiap keluarga Kristen, yakni untuk mengalami kerukunan dan kebahagiaan dalam keluarga. Di sisi lain, penulis juga melihat bahwa saat ini, ada begitu banyak keluarga Kristen yang mengalami konflik antara suami dengan istri dan antara orangtua dengan anak-anak. Oleh karena itu, ada banyak keluarga Kristen mengalami keretakan dalam rumah tangga bahkan perceraian antara suami dengan istri. Dengan memahami konsep keluarga Kristen yang hidup bersama dalam kerukunan yang diberkati Tuhan, saya berharap bahwa kualitas keluarga akan lebih baik, sehingga mereka akan mampu bertahan hidup di era ini, dengan hidup berjalan bersama-sama dengan Tuhan, bersekutu dalam keluarga, membaca Alkitab, berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan bersama-sama setiap hari.
TUHAN MENGUBAH MARA MENJADI MATOV ( KITAB RUT) Awasuning Manaransyah
Missio Ecclesiae Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v6i2.71

Abstract

Firman Tuhan dalam kitab Rut ini sangat istimewa. Pada bagian awal, kita melihat kepahitan hidup yang sangat menyedihkan hati Naomi, namun di bagian akhir, kepahitan hati Naomi diselesaikan Tuhan dengan rencana Tuhan yang spektakuler. Tentu Naomi tidak pernah berpikir dan merencanakan bahwa ia akan menjadi seorang nenek (band. Rut 1:11-13), tetapi Tuhan membuat lebih dari pada itu. Penghiburan dan pemulihan yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan Naomi, harus dijalani oleh Naomi tahap demi tahap dan inilah yang disebut dengan proses. Proses itu sendiri membutuhkan waktu, ketekunan, kesetiaan, kebergantungan kepada Tuhan. Saya ingin katakan bahwa belajarlah, berusahalah mengerti kehendak Tuhan dari kepahitan hati yang terjadi. Bangkit dan arahkan langkah hidupmu ke dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan. Nikmatilah setiap langkah-langkah yang Tuhan pimpin menuju kehidupan yang sangat/sungguh indah bersama dengan Tuhan.