Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah IPM (Indeks Pembangunan Manusia), pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersumber dari Badan Pusat Statistika (BPS). Analisis penelitian menggunakan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square). Pada penelitian ini dilakukan uji koefisien determinasi (R²), uji asumsi klasik, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heterokadasitias, uji F, dan uji T. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari hasil analisis untuk uji autokorelasi pada penelitian ini diperoleh nilai DW test sebesar 1,679. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala autokorelasi dalam model penelitian maka dapat dibuktikan dengan kurva DW. Secara parsial variabel IPM berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Magetan. Arah negatif dapat dijelaskan apabila ada kenaikan pada nilai IPM akan mengakibatkan penurunan pada Jumlah Penduduk Miskin. Hasil penelitian secara persial variabel Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Magetan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan menyebabkan peningkatan permintaan akan tenaga kerja dan upah yang pada akhirnya mengurangi kemiskinan. Hasil penelitian secara persial variabel Penganggurah tidak berpengaruh Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Magetan. Hasil penelitian Uji signifikasi simultan (Uji F) secara serempak IPM, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Khusus Kabupaten Magetan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Magetan. Adanya pengaruh dari ketiga variabel dapat memberikan kontribusi pada Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Magetan.