Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN OBAT GENERIKSEDIAAN TABLET DENGAN METODE ANALISIS ABC UNTUK PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARAMASI RUMAH SAKIT X BANDUNG Febry Irfani Effendi; Rudi Agustinus Situmorang; Rida Emelia
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.546 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3088

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, salah satunya dengan metode analisis ABC. Analisis ABC merupakan analisis yang didasarkan atas nilai ekonomis barang (Sabiti, 2017). Penelitian Suryantini et al. (2016), menyatakan bahwa penggunaan analisis ABC terhadap nilai persediaan obat generik sediaan tablet sangat berpengaruh terhadap anggaran belanja rumah sakit, hal ini disebabkan oleh anggaran pembelian obat yang meningkat akibat penetapan harga obat yang tidak sesuai.Mengetahui Obat Generik sediaan tablet manakah yang termasuk ke dalam kategori analisis ABC berdasarkan besarnya investasi Rumah Sakit.Mengetahui Pemakaian obat manakah yang termasuk ke dalam ketegori analisis ABC berdasarkan skala pemakaian obat generik sediaan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-eksperimental dengan rancaangan deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif yaitu menggunakan data sebelumnya yang bertujuan untuk menganalisis perencanaan obat berdasarkan metode ABC atau dapat disebut juga Analisis Pareto di salah satu Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bandung. Dengan menggunakan metode analisis ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel obat, didapatkan hasil jumlah item obat yang termasuk kelompok A mencapai 14 item obat dari bulan April - Juni dengan 20%. Jumlah obat yang termasuk ke dalam pemakaian kelompok B mencapai 27 item obat dari bulan April - Juni dengan 30%. Jumlah yang termasuk ke dalam kelompok C mencapai 59 item obat bulan April dengan 50% jumlah obat.