Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian catatan perbaikan yang diberikan dengan frekuensi selalu, jarang, dan tidak diberikan terhadap kemampuan pemahaman matematika siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan kelompok eksperimen 1 selalu diberi catatan perbaikan, kelompok eksperimen 2 jarang diberi catatan perbaikan, dan kelompok eksperimen 3 tidak diberi catatan perbaikan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Balaraja dengan populasi penelitian siswa SMP kelas VIII. Sedangkan banyak sampel sebanyak 3 kelas yang diambil dari 9 kelas VIII secara random sebanyak 136 siswa. Dari penelitian ditemukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematika siswa antara siswa yang selalu diberi catatan perbaikan dengan yang jarang diberi catatan perbaikan. thitung > ttabel (89,0,05), yaitu 4,227 > 1,990. 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematika siswa antara siswa yang selalu diberi catatan perbaikan dengan yang tidak diberi catatan perbaikan. thitung > ttabel (89,0,05), yaitu 8,772 > 1,990. 3) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematika siswa antara siswa yang jarang diberi catatan perbaikan dengan yang tidak diberi catatan perbaikan. thitung > ttabel (88,0,05), yaitu 4,30 > 1,990.