Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ORIENTALIS PLUS DI PONDOK PESANTREN NAWESEA YOGYAKARTA (STUDI LITERATUR PEMIKIRAN PROF. YUDIAN WAHYUDI) Ahmad Akso Abdur Rouf
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.716 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3638

Abstract

Artikel ini untuk menjelaskan bahwa bagaimana melakukan pembaharuan pendidikan pesantren menjadi Universitas kelas dunia dan mencetak Orientalis Plus, menurut Yudian Wahyudi. Dengan metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dan paradigma naturalistic. Menurut Yudian bahwa tujuan mendirikan pesantren dengan nama “NAWESEA” (North America Western Europe and Southeast Asia) adalah ingin mendorong santri-santri yang sudah sarjana khususnya alumni UIN Sunan Kalijaga untuk dapat melanjutkan kuliah di Barat agar menjadi Orientalis Plus. Yakni santri-santri yang bisa memadukan antara Orientalis (umumnya non-muslim) dengan iman. Jadi orientalis Plus, agar lahir santri-santri yang memenuhi semua persyaratan akademik orientalis, tetapi berhasil menjadi dosen Islamic Studies di Barat. Pada umumnya sarjana-sarjana setelah menyelesaikan kuliahnya mereka mencari kerja atau bekerja untuk memperoleh kehidupan yang mapan dan menjamin kesejahteraannya masa depan, kurang memikirkan bagaiamana kemajuan masyarakat ke depan, hal ini mungkin kurang adanya sosialisasi atau pembinaan dari para senior atau dosen dan menggugah pemikiran mereka untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, lebih-lebih ke negara Barat. Nawesea salah satu solusi untuk mengakomodir dan mendorong agar para lulusan S1 dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dalam strata pendidik