Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INQUIRY LAB PADA MATERI SISTEM GERAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 1 MEJAYAN Andrias Marstanto Setyo Pranoto; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan modul berbasis  Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak, 2) menguji kelayakan modul berbasis Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak, 3) menguji keefektivan modul berbasis Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak di SMA Negeri 1 Mejayan. Pengembangan modul berbasis Inquiry Lab mengacu pada 9 langkah model Research and development (R&D) dari Borg and Gall (1983) meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk II, 8) uji coba lapangan operasional, 9) revisi produk akhir. Analisis hasil penelitian menggunakan dua teknik yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif (suwastono, 2011). Hasil penelitian menunjukkan: a) Karakteristik Modul Biologi Inquiry Lab pada Materi Sistem Gerak yang dikembangkan menggunakan sintak Inquiry Lab, meliputi observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi dan aplikasi. Setiap kegiatan pembelajaran siswa di arahkan untuk menemukan konsep melalui aktivitas laboratorium, b) Kelayakan modul berbasis Inquiry Lab sebagai berikut: a) Uji validasi ahli materi 93,00% dengan kualifikasi sangat baik, b) Validasi ahli pengembangan desain 82,90% dengan kualifikasi sangat baik, c) Validasi ahli perangkat 95,70% dengan kualifikasi sangat baik, d) Uji kelompok kecil pengguna lapangan (guru dan siswa), validator praktisi (guru) 92,00% dengan kualifikasi sangat baik, e) Uji lapangan terbatas 83,82% dengan kualifikasi sangat baik. 3) Keefektifan Modul Biologi berbasis Inquiry Lab pada materi sistem gerak efektif dalam meningkatkan hasil belajar  siswa karena menunjukkan adanya perbedaan hasil posttest antara kelas modul berbasis Inquiry Lab dan kelas modul sekolah dengan nilai Sig.=0.000 < α=0.05
KAJIAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) DENGAN METODE OBSERVASI LABORATORIUM DAN METODE OBSERVASI LAPANGAN DI TINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN KREATIVITAS SISWA Joko Dwi Suranto; Sajidan Sajidan; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model SETS  (Science, Environment, Technology, and  Society) dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan, sikap ilmiah dan kreativitas siswa serta interaksi ketiganya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan Oktober 2011 sampai bulan Juni 2012. Populasi semua siswa kelas VII SMPN 2 Jatiroto, Wonogiri.  Sampel penelitian diambil dengan metode cluster random sampling terdiri dari 2 kelas. Kelas VII A menggunakan model SETS dengan metode observasi laboratorium dan kelas VII B menggunakan model SETS dengan metode observasi lapangan.  Data sikap ilmiah siswa dan kreativitas siswa sebagai variabel moderator diperoleh melalui angket, data prestasi belajar sebagai variabel terikat untuk aspek kognitif diperoleh melalui tes, dan data prestasi aspek afektif dan aspek psikomotor melalui lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Anava desain faktorial 2x2x2 menggunakan software komputer SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran biologi model SETS dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan; (2) ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan sikap ilmiah rendah terhadap prestasi belajar siswa; (3) ada pengaruh antara kreativitas tinggi dan kreativitas rendah terhadap prestasi belajar siswa; (4) tidak terdapat interaksi antara model SETS dengan metode observasi laboratorium  dan metode observasi lapangan dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa; (5) tidak terdapat interaksi antara model SETS dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (6) tidak terdapat interaksi antara sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (7) tidak terdapat interaksi antara metode observasi laboratorium dengan metode observasi lapangan, sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.